Walang Sangit Walang sangit merupakan hama yang umum merusak bulir padi pada fase pemasakan. Serangga ini apabila diganggu akan mempertahankan dirinya dengan mengeluarkan bau, selain sebagai mekanisme pertahanan diri bau yang dikeluarkan juga digunakan untuk menarik walang sangit lain dari spesies yang sama. Telur walang sangit berbentuk pipih lonjong dengan panjang kurang lebih 1mm dan pada saat menjelang menetas telur berwarna coklat tua atau agak hitam yang semula putih. Jumlah telur walang sangit antara 200-300 butir dan diletakkan secara berkelompok, satu per satu atau dapat juga berbaris. Dalam satu kelompok jumlah telurnya sekitar 10-12 butir dan diletakkan di bagian tepi daun bendera bagian atas. Nimfa dan Imago walang sangit menghisap bulir padi yang memasuki fase masak susu. Ciri-ciri dari nimfanya adalah : bentuk badannya ramping dengan sayap belum berkembang penuh dan berwarna hijau terang dan lama kelamaan berubah menjadi coklat abu-abu. Sedangkan untuk Imago ciri-cirinya antara lain : Panjangnya 14-17 mm, bersayap, berwarna coklat, menghisap bulir padi yang sedang masak susu, aktif pada sore dan malam hari sedangkan pada siang hari bersembunyi di bagian bawah tanaman padi atau rerumputan/gulma. Cara Pengendalian Pola tanam, iusahakan tanam serempak dalam hamparan sawah yang cukup luas dengan perbedaan waktu tanam paling lama 2 minggu. Keserentakan tanam disini diartikan sebagai keserentakan dalam memasuki fase masak susu, dengan demikian periode waktu yang cocok bagi penyerangan walang sangit berlangsung pendek. Ratakan sawah dan pupuk tanaman secara merata agar pertumbuhan dari tanaman dapat seragam. Cara Mekanik, dilakukan dengan cara menangkap walang sangit dengan menggunakan jaring sebelum stadia pembungaan, memasang umpan di sawah dengan menggunakan: ikan yang sudah busuk, daging yang sudah rusak, kotoran ayam, bangkai kepiting, ketam, tulang-tulang dan keong. Selain itu pengendalian secara mekanik juga dapat dilakukan dengan cara membakar jerami atau memasang lampu perangkap. Sanitasi, dilakukan dengan cara membersihkan tanaman inang dan tanaman-tanaman yang dapat digunakan sebagai tempat persembunyian walang sangit di sekitar tanaman padi yang dibudidayakan. Aplikasi insektisida, dilakukan apabila serangan sudah mencapai ambang ekonomi yaitu apabila ada lebih dari satu ekor walang sangit per dua rumpun tanaman padi pada saat fase keluar bunga sampai dengan fase keluar malai. Aplikasi insektisida ini sebaiknya dilakukan pada pagi-pagi sekali atau sore hari (sekitar jam 4 sore) yaitu ketika walang sangit berada di kanopi tanaman padi. Insektisida yang digunakan adalah yang berbahan aktif BPMC(Bassa, Kiltop dan Baycarb), Fipronil(Regent), Metolkarb(Rexal), MIPC(Mipcin, Mikarb dan Dharmacin) dan Propoksur(Poksindo) Penulis : Muhammad Zainuddin, SP (THL-TB Penyuluh Pertanian / BPP Kecamatan Pogalan)