Pengendalian Hama Wereng Batang Coklat pada Tanaman Padi Sawah
Wereng batang coklat (WBC) merupakan hama utama pada padi yang paling berbahaya dan merugikan, terutama di Asia Tenggara dan Asia Timur. Wereng coklat apabila menyerang tanaman padi, maka tanaman tersebut akan mengering pada satu lokasi secara melingkar. Sedangkan wereng hijau dan wereng loreng adalah sebagai vector virus tungro. Dimana virus tungro ini merupakan penyebab penyakit kerdil rumput dan penyebab kerdil hampa pada tanaman padi. Tergantung saat penyebaran virus oleh wereng hijau tersebut. Apabila wereng tersebut menyebarkan virus tungro pada saat padi dalam kondisi masa pertumbuhan maka padi akan terkena penyakit kerdil rumput. Sedangkan apabila menyebarkan virus tungro pada saat sedang bunting maka padi akan terkena penyakit kerdil hampa. Dampak dan kerugian yang ditimbulkan oleh serangan hama ini dalam waktu 10 hari bisa menurunkan produktivitas panen 10% sampai 50%. Ledakan WBC disebabkan oleh perubahan iklim. Iklim ekstrim dan cenderung basah sepanjang tahun (salah satunya karena kemarau basah, efek dari La Nina)Gejala serangan WBC adalah sebagai berikut : pada tepi daun terjadi bercak kuning sampai putih, diawali dgn terbentuknya garis lebam berair. Bercak bisa mulai dari salah satu atau kedua tepi daun yg rusak dan berkembang hingga menutupi seluruh helaian daun Langkah-langkah pengendalian hama wereng batang coklat dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut : 1. Pengaturan Pola Tanam - Pergiliran Varietas Tanaman antar Musim Tanam dan pada Satu Musim Tanam, - Penanaman Varietas Tahan Wereng (IR 64. IR 72, IR 74, Ciherang, Cimelati) 2. Pengendalian secara fisik dan mekanik- Pengamatan secara berkala setiap 1-2 minggu sekali, Pemeriksaan dan pengumpulan kelompok telur WBC - Penangkapan WBC menggunakan lampu perangkap 3. Eradikasi /sanitasi - Pemusnahan kelompok telur WBC pada daun dengan cara dibakar- Lahan bebas WBC 4. Pengendalian secara hayati - Entomopatogen (Metharrizium anisopliae dan Beauveria bassiana) - Predator (Paedorus fuscifes, laba-laba, Coccinella sp., dan Ophionea nigrofasciata 5. Pengendalian secara kimiawi- Direkomendasikan menggunakan pestisida sistemik seperti fipronil dan imidakloprit. - Semprotkan pada bagian pangkal batang tanaman dan lakukan dengan 6 Tepat Penyunting : Azizah, SP (Penyuluh Pertanian WKPP Desa Paloh Teungoh Kec. keumala Kabupaten Pidie) Dari berbagi sumber