Loading...

PENGENDALIAN KEONG MAS

PENGENDALIAN KEONG MAS
Pengendalian yang paling utama ialah mencegah introduksi keong mas pada areal baru. Apabila keong masuk ke dalam areal sawah baru, akan berkembang cepat terutama pada lahan yang selalu tergenang dan akan sukar dikendalikan. Pengendalian keong mas, sebaiknya dilakukan dengan berbagai cara pengendalian secara terpadu (PHT) dan berkesinambungan. Walaupun tanaman sudah besar (lebih dari 30 hari), pengendalian harus tetap dilaksanakan. Hal tersebut untuk mencegah serangan pertanaman musim berikutnya dan juga di lahan sawah sekitarnya. PHT pada keong mas dilakukan sepanjang pertanaman dengan rincian sbb:Pra-tanamMengambil keong mas dan memusnahkan sebagai cara mekanis.Persemaian1. Mengambil keong mas dan memusnahkan2. Menyebar benih lebih banyak untuk sulaman 3. Membersihkan saluran air dari tanaman air seperti kangkung Stadia vegetatif1. Pemupukan P dan K dilakukan sebelum tanam2. Menanam bibit yang agak tua (lebih dari 21 hari ) dan jumlah bibit lebih banyak3. Mengeringkan sawah sampai 7 hari setelah tanam4. Tidak aplikasi herbisida sampai 7 hari setelah tanam5. Mengambil keong mas dan memusnahkan6. Mengumpan dengan menggunakan daun talas dan pepaya7. Memasang ajir agar siput bertelur pada ajir dan telurnya dimusnahkan8. Mengambil dan memusnahkan telur siput pada tanaman9. Aplikasi pestisida anorganik atau nabati seperti saponin dan rerak sebanyak 20 sampai 50 kg/ha yang diaplikasikan sebelum tanam, sebaiknya dilakukan pada caren agar bahan pestisida dapat dihemat. Stadia generatif dan setelah panen1. Mengambil keong mas dan memusnahkan2. Menggembalakan itik setelah padi dipanen PEMBUATAN MOLUSKISIDABAHAN:Tanaman patah tulang (Euphorbia tirucalli} 10 GramCara Membuat : Gerusan 10 Gram patah tulang yang dilarutkan dalam satu liter air. Ekstrak disebar ke lahan seluas 20 m x 20 m saat pengolahan tanah. Hasilnya, keong mas yang tersembunyi di dalam tanah pun mati. Admin Cyber: Yenny Sulistyowati, BPP Kec. Siman Kab. Ponorogo