Keong mas merupakan salah satu OPT tanaman padi yang berpotensi menyebabkan kerusakan tanaman. Di musim penghujan keberadaan keong mas perlu diwaspadai karena perkembangan dan pertumbuhannya yang sangat cepat. Keong mas bersifat herbivor yang sangat rakus, menyukai tanaman yang masih muda dan lunak. Apabila habitatnya dalam keadaan kekurangan air maka keong mas akan membenamkan diri pada lumpur yang dalam dan mampu bertahan hingga 6 bulan. Keong mas siap melakukan kopulasi pada saat kondisi air terpenuhi pada areal persawahan.Keong mas dewasa meletakkan telur pada tempat-tempat yang tidak tergenang air,telur diletakkan secara berkelompok berwarna merah jambu. Selama hidupnya mampu menghasilkan 15-20 kelompok telur, tiap kelompok berjumlah kurang lebih 500 butir, dengan persentase penetasan lebih dari 85%. Fase hidup keong mas meliputi : fase telur (1-2 minggu), fase pertumbuhan (2-4 minggu), fase dewasa dimana keong siap kawin yaitu umur 2 bulan. Dalam satu kali siklus hidupnya memerlukan waktu 2 - 2,5 bulan. Keong mas dapat mencapai umur kurang lebih 3 tahun. Keong mas menyerang dan merusak tanaman padi 0-30 hari setelah tanam. Teknik PengendalianPengendalian keong mas harus mengetahui tentang perilaku dan siklus hidupnya sehingga pengendalian dapat berhasil baik. Pengendalian dilakukan secara terpadu (PHT) berpedoman pada : 1). Budidaya tanaman sehat, 2). Pelestarian dan pemanfaatan musuh alami, 3). Pengamatan lahan secara rutin, 4). Petani sebagai ahli PHT di lahan. Berbagai cara pengendalian diantaranya : a. Mengumpulkan telur dan keong mas, pengambilan dan pengumpulan telur dilakukan pada pagi atau sore hari, telur yang terkumpul dimusnahkan dengan cara membenamkan ke dalam tanah sehingga telurnya tidak akan menetasb. Memasang penghalang plastik pada persemaian sehingga keong mas tidak dapat masuk ke persemaianc. Memasang ajir, memasang tongkat/kayu di areal persawahan untuk memudahkan pengumpulan kelompok telur.d. Membuat parit-parit di persawahane. Memasang saringan pada saluran masuk ke persawahan untuk menghindari masuknya keong mas dari saluran irigasif. Memasang umpan, daun pepaya dan ampas kelapa bisa digunakan sebagai umpan atau perangkap untuk memudahkan pengumpulan keong masg. Pengendalian dengan pestisida nabati, beberapa tanaman yang bisa digunakan sebagai pestisida alami yaitu daun sembung dan akar tuba. Pestisida nabati disemprot di areal persawahan yang endemis keong mash. Pengendalian kimia menggunakan Moluskisida berbahan aktif Niklosamida (Arina Musriyati, S.Pt - Penyuluh Pertanian BP3K Klego) Sumber :