PENDAHULUAN .Dalam budidaya tanaman sehat, hal yang perlu dilakukan antara lain pengolahan tanah secara baik dan benar serta pemupukan untuk mengembalikan kesuburan tanah. Pemupukan antara lain diupayakan dengan pemberian pupuk organik dan kapur dolomit untuk mengembalikan pH tanah sesuai dengan yang dibutuhkan oleh tanaman padi.Pupuk organik adalah pupuk yang berasal dari sisa tanaman dan/atau kotoran hewan yang telah melewati proses rekayasa, berbentuk padat atau cair dan dapat diperkaya dengan bahan mineral alami dan/atau mikroba yang bermanfaat memperkaya hara dan bahan organik tanah serta memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah.Untuk mengembalikan pH tanah asam agar sesuai dengan syarat tumbuh tanaman padi, salah satunya dapat dilakukandengan pemberian kapur dolomit. Kapur dolomit adalah mineral yang mengandung unsur hara kalsium (CaO) dan juga Magnesium (Mg) yang dapat meningkatkan kadar pH tanah .Selain itu, pemberian kapur dolomit dan pupuk organik juga mampu memperbaiki sifatfisik, biologi, dan kimia tanah sehingga dapat menginduksi ketahanan tanaman terhadap serangan OPT.Salah satu pengelolaan musuh alami OPT dilakukan dengan penanaman tanaman refugia. Tanaman refugia adalah tanaman yang berfungsi sebagai tempat berlindung/persembunyian atau persinggahan dan menyediakan makanan bagi serangga musuh alami OPT. Tanaman refugia dapat meningkatkan biodiversitas (keanekaragaman hayati) sehingga agroekosistem menjadi lebih stabil dan akan mencegah terjadinya ledakan serangan (outbreak) OPT.Dampak negatif dari penggunaan pestisida dapat dikurangi melalui Pengendalian Hama Terpadu (PHT) dengan memanfaatkan agen hayati. Rekayasa ekologi berupa tanaman refugia dapat digunakan sebagai mikrohabitat agen hayati dari hama tanaman utama.Refugia adalah pertanaman beberapa jenis tumbuhan yang dapat menyediakan tempat perlindungan, sumber pakan atau sumberdaya yang lain bagi musuh alami seperti predator dan parasitoid. Refugia berfungsi sebagai mikrohabitat yang diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam usaha konservasi musuh alami.Suatu konsep pemecahan masalah yang dapat diterapkan dalam pengendalian hama adalah dengan cara menanam tanaman yang digunakan sebagai refugia sehingga konservasi predator dapat terus terjaga.Refugia bisa merupakan tanaman bunga-bunga yang ada di galangan atau pinggir sawah. Tanaman hias itulah yang akan menarik serangga, lalu menjadi tempat hidup dan berlindung musuh alami hama tanaman padi (wereng dan penggerek batang).Tanaman yang berpotensi besar sebagai refugia adalah tanaman bunga matahari, tanaman kenikir dan tanaman bunga kertas (zinnia). Ketiga tanaman ini mempunyai bunga yang mencolok dan dan mempunyai warna yang diminati musuh alami. Tanaman kacang panjang juga ternyata sangat cocok digunakan untuk usaha konservasi musuh alami. Tanaman kacang panjang ini bisa diambil manfaat secara langsung (kacang dan lembayung) dan secara tidak langsung (sebagai refugia.Manfaat dari menanam tanaman refugia di area pertanaman pokok antara lain :1. Mikrohabitat yang diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam usaha konservasi musuh alami,2. Sumber nektar atau pakan bagi musuh alami sebelum adanya populasi hama di pertanaman,3. Terciptanya agroekosistem yang seimbang, dimana jumlah hama yang ada dapat ditekan oleh keberadaan musuh alaminya, sehingga tidak menimbulkan kerugian secara ekonomi (di bawah ambang batas ekonomi).Kriteria tanaman yang digunakan sebaagai refugia adalah: Tanaman harus ditanam dari biji tanpa perlu pindah tanam (transplanting), Tanaman harus cepat tumbuh, mampu bersaing dengan gulma, dan mudah dalam perawatan, Tanaman harus cepat berbunga, Tanaman harus memiliki buah atau struktur vegetatif yang bernilai ekonomis bagi petani, baik untuk konsumsi atau komersial, Tanaman harus dapat berproduksi baik dalam budidaya minimum, Tanaman harus bersifat mengusir atau tidak disukai oleh hama tanaman utama, Tanaman harus dapat menarik Arthropoda yang menguntungkan baik sebagai mikrohabitat maupun sumber nektar atau serbuk sari.Cara , lokasi dan waktu menanam tanaman refugia : Penanaman di lakukan di sepanjang pinggir sawah, untuk tanaman refugia yang digunakan penanamannya melalui biji maka sebaiknya tanah digemburkan dan di beripupuk. Penanaman dilakukan serempak saat pengolahan lahan sehingga saat padi mulai tumbuh tanaman refugia sudah berbunga.Sebaiknya tanaman refugia ditanam sebelum tanaman utama agar dapat dimanfaatkan sebagai tempat berlindung dan berkembang biak bagi musuh alami dan serangga pollinator yang berperan dalam polinasi yaitu perantara penyerbukan tanaman. KESIMPULAN1. Tanaman refugia dapat dimanfaatkan untuk mengendalikan OPT pada tanaman padi. 2. Refugia dapat menyediakan tempat berlindung secara spasial dan/atau temporal bagi musuh alami hama, seperti predator dan parasitoid, serta mendukung komponen interaksi biotik pada ekosistem, seperti polinator. 3. Beberapa tanaman refugia yang dapat digunakan sebagai agen hayati tanaman padi antara lain: akar wangi, kangkung hutan, jagung, kacang panjang, dan wijen. Modifikasi lahan pada sistem tanam polikultur menggunakan tanaman refugia dapat dilakukan melalui inter cropping, strip cropping, alley cropping, tanaman pinggiran (hedgerows), insectary plant, beetle bank, tumbuhan mulsa hidup, dan tanaman penutup tanah (cover crop).4. Setelah diperhatikan dilokasi yang ditanami oleh tanaman refugia, tanaman utama tidak ada terserang hama, tanaman utama tumbuh dengan baik. Penulis : Dardaneli (WKPP Air Pacah, BPP Koto Tangah)