PENGENDALIAN OPT KEPINDING TANAH PADA TANAMAN PADI SAWAH
Pengendalian OPT Produksi dan produktivitas Tanaman padi di Indonesia sering kali mengalami penurunan bahkan sampai terjadi puso akibat adanya serangan hama. Hal ini disebabkan selain iklim indonesia sangat menunjang perkembangan populasi hama juga sangat dipengaruhi oleh perilaku petani yang menanam padi secara terus-menerus tanpa adanya pergantian tanaman. Kondisi seperti ini akan menyediakan inang hama padi secara kontinyu tanpa terputus. Selain itu perkembangan populasi hama juga disebabkan oleh matinya musuh-musuh alami akibat dari penggunakan pestisida kimiawi yang kurang tepat dan kurang bijaksana. Kepinding Tanah (Scotinophara coarctata) Bioekologi hama kepinding tanah Hama ini menimbulkan masalah karena menyerang Padi mulai dari fase pembibitan hingga dewasa. Siklus hidupnya : 28 – 35 hari. Tanda Serangan Hama merusak tanaman dengan menghisap cairan Di sekitar lubang bekas hisapan berubah warna menjadi coklat menyerupai penyakit blas. Daun menjadi kering dan menggulung Gabah yg terbentuk umumnya berisi separo/ hampa. Pengendalian Kepinding tanah bertelur pada pelepah daun di ketinggian 10 cm dari permukaan lumpur. Oleh karena itu pengendalian dapat dilakukan dengan menggenang lahan setinggi 15 cm selama semalam. Memasang lampu petromak yang digantungkan diatas bejana yang telah diisi minyak tanah (kerosin), sehingga kepinding yang jatuh dari lampu dapat ditampung dalam bejana. Aplikasi dengan Beauveria bassiana atau Metarhizium anisopliae