Loading...

Pengendalian OPT Pada Tanaman Padi Sawah

Pengendalian OPT Pada Tanaman Padi Sawah
Petani pada umumnya mengenal serangan penggerek batang padi dengan istilah sundep (anakan kerdil) atau beluk (gabah hampa). Ciri padi terserang sundep bisa dilihat dari gejala anakan yang kerdil atau bahkan mati, kemudian malai padi yang terbentuk berwarna coklat, kering atau gabah hampa, saat batang dicabut mudah terlepas.Penggerek batang menyerang sejak fase bibit hingga pembentukan malai. Ngengat dewasa aktif pada malam hari dan siklus hidup sekitar 40-70 hari, tergantung jenisnya. Telur biasanya diletakkan dibawah permukaan daun atau dekat ujung daun dengan ciri seperti gundukan kecil yang diselimuti bulu-bulu halus mengkilap yang berasal dari bulu belakang ngengat induk betina. Pergerakan larva setelah menetas adalah kearah bawah menuju pangkal dan mulai menggerek atau merusak pada anakan utama, hingga setelah mulai dewasa beralih ke anakan lainnya. Larva awalnya menyerang akar hingga menyerang batang padi bagian dalam.Saat larva menyerang akar gejala yang ditimbulkan berupa anakan kerdil atau mati.Sedangkan ketika larva sudah masuk ke dalam batang, maka larva akan merusak pembuluh bagian dalam batang. Sehingga batang putus dan saat dicabut mudah terlepas. Larva penggerek batang dapat dengan mudah dikenali ketika berada di dalam batang.Dengan melihat kebiasaan tersebut, pengendalian hama lebih efektif dengan menekan populasi ngengat dewasa. Karena fase merusak pada larva lebih sulit dikendalikan daripadamenangkapdewasa. Ada 2 carapengendalianngengatsecarasederhana yang sudah kami pakai di PoktanTambun Sari KelurahanTambunNabolon Kota Pematangsiantaryaitu : 1. Perangkaplampupadamalamhari.Prinisp perang kapini adalah memanfaatkan sifat ngengat yang aktif pada malam hari.Secara alami ngengat penggerek batang padi mudah tertarik dengan cahaya. Perangkap lampu bisa menggunakan lampu listrik yang di bawahnya diberi corong perangkap plastic. Perangkap mulai dinyalakan mulai jam 6 sore hingga jam 6 pagi.2. Selain pengendalian dengan perangkap, pengendalian juga dapat dilakukan secarakimia.Namun demikian yang perludiperhatikan pada pengendalian ini adalah tanaman padi yang gejala serangannya sudah terlihat, maka pengendalian sudah terlambat atau tidak efektiflagi. Lakukan pencegahan sejak fase bibit dengan penyemprotan insektisida dengan bahan aktif karbofuran, bensultap, karbosulfan, dimehipo, amitraz atau fipronil. Lakukan segera pencegahan ketika serangan di atas ambang ekonomi yaitu 10% rumpun terserang atauempat kelompok telur per rumpun pada fase bunting.Fase yang paling penting untuk mengantisipasi serangan penggerek batang adalah fase bibit. Dengan ukuran yang tidaluas, seharusnya bibit dapat dikontrol secara manual. Untuk memudahkan pengontrolan bibit dapat dengan mengatur luas bedengan pembibitan. Lebar bedengan dibuatmaksimal 1,5 m, sehingga mudah dijangkau dan cukup ruang untuk memperhatikan secara langsung.Pencegahan secara teknis dapat juga dilakukan saat panen, yaitu dengan memotong bagian pangkal batang lebih dekat ketanah. Karena setelah larva, fase selanjutnya adalah fase pupa atau kepompong. Pupa ini biasanya berada di daun bagian bawah. Ketika saat panen tidak dipotong hingga bagian bawah dan bagian pupa tidak ikut terpotong, maka pupa akan tetap tertinggal di tanaman. Penulis Asrori PPl Pss utara