PENGENDALIAN OPT UTAMA TANAMAN PADI (GOGO)Oleh Wahyudi,S. TPPPL BPP RongkopA. TIKUSTikus merupakan hama utama tanaman padi, relatif sulit dikendalikan dibandingkan OPT lain, karena sifat karakteristiknya :- Mempunyai inang/preferensi makanan yang cukup banyak- Cepat berkembang biak- Perilaku cerdik : pandai berenang, menyelam, meloncat,memanjat dllTikus jantan siap kawin umur 60 hari, betina umur 28 hari.- Masa bunting : 19-23 hari, dengan jumlah anak sekali beranak antara 2-12 ekor, tergantung kualitas pakan- Dua hari setelah melahirkan, tikus betina mampu kawin lagi. - Secara teoritis 1 pasang tikus 1 tahun dapat menjadi > 1000 ekor.- Jarak jelajah tikus harian tergantung sumber pakan. ,makanan berlimpah daya jelajah 50-125 m- Pakan sedikit jelajahnya antara 100-200 m- Tidak tersedia makanan, migrasi 1 – 2 km.- Tikus binatang malam, jika keluar siang hari berarti populasinya tinggi- Sebagai salah satu predator pengendali tikus yang paling potensial.PENGENDALIAN TIKUS :- Gerakan / gropyokan- Umpan racun- Pengemposan- Menggunakan musuh alami, yaitu ular dan burung tito alba B. PENGGEREK PADIPENGENDALIAN :- Pergiliran tanaman, untuk memutus siklus hidup- Pengumpulan kelompok telur di persemaian dan di pertanaman- Konservasi musuh alami dengan menghindari penggunaan insektisida- Penggunaan insektisida kimia sebagai alternatif pada fase vegetatif bila populasi kelompok telur > 1 kelompok/3m2 atau tingkat serangan > 5 %. C. PENYAKIT TUNGROPenyebab : Virus tungro- Serangga penular : jenis serangga penular, kepadatan populasi,- Sumber virus : lokasi sumber virus, kuantitas dan umur tanaman terinfeksi- Varietas padi : kepekaannya terhadap vektor dan infeksi virus tungro- Lingkungan : meliputi faktor biotik (parasit, predator, dan tanaman inang lain) dan faktor abiotik ( suhu, curah hujan) PENGENDALIAN :- Pengolahan tanah yang baik lahan bersih dari sisa tanaman terserang atau singgang terinfeksiSebar benih minimal 5 hari setelah pengolahan tanah- Hindari penggunaan bibit dari daerah serangan tungro- Di daerah endemis bila perlu, gunakan karbofuran sebelum menyebar benih dengan cara dibenamkan kedalam tanah dosis 4 kg/500 m2.- Pergiliran varietas sesuai tetua ketahanannya- Sanitasi dan musnahkan tanaman terserang secara selektif di pertanaman- Pada tanaman umur < 3 mst bila ditemukan 2 rumpun tanaman terserang tungro per 100 rumpun, gunakan insektisida efektif yang diijinkan. Dosis dan konsentrasi sesuai pada labelnya. D. HAWAR DAUNGejala :Penyakit dapat menginfeksi tanaman muda sampai dewasaPada tanaman muda (1-2 mst) terjadi bercak keabu abuan pada tepi daun, meluas keseluruh daun menjadi keriputPada tanaman dewasa terjadi bercak pada satu atau kedua sisi daun dekat ujung daun. Bercak berwarna keabu abuan meluas akhirnya daun mengering.PENGENDALIAN :- Penanaman varietas tahan- Pembenaman jerami sakit sebagai kompos- Pemupukan Nitrogen optimal tidak berlebih- Penggunaan benih sehat, bermutu- Perlakuan benih dengan fungisida (seed treatmen) pada daerah serangan endemis- Pergiliran tanaman dengan bukan padi- Aplikasi fungisida efektif yang diijinkan bila ditemukan gejala serangan pada 2 minggu sebelum keluar malai- Pemberian pupuk K dapat menekan serangan