Salah satu upaya pengamanan produksi di masa pandemi seperti ini adalah pengamanan produksi pangan dari serangan opt. Permasalahan hama tanaman menjadi salah satu faktor yang menyebabkan penurunan produksi. Beberapa hama tanaman padi yang kadang menyerang di pertanaman diantaranya tikus, walang sangit dan wereng coklat. Petani dan masyarakat pada umumnya masih banyak mengartikan pengendalian hama sama dengan penggunaan bahan kimia. Mayoritas petani akan melakukan pengendalian menggunakan bahan kimia tanpa memperhitungkan keefektifan dan pengaruh negatif terhadap serangga bermanfaat. Penggunaan bahan kimia yang tidak bijaksana menimbulkan masalah baru seperti pencemaran lingkungan, merugikan kesehatan manusia, resisten hama serta organisme yang bukan sasaran menjadi mati. Untuk mengatasi hal tersebut Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Barat melalui Bidang Tanaman Pangan mengadakan program SLPHT. Tujuan SLPHT adalah agar petani berperan aktif belajar bersama petani lainnya tentang cara mengendalikan hama yang hadir di pertanaman mereka dengan PHT. Tujuan PHT adalah meningkatkan pendapatan petani, meningkatkan produktivitas, melindungi kesehatan dan mempertahankan kelestarian lingkungan dan stabilitas ekosistem pertanian. Pelaksanaan program SLPHT ini merupakan upaya untuk menyadarkan kembali petani terhadap sikap dan tindakan mereka bahwa keberadaan sejumlah kecil hama perlu ditoleransi dan diiperlukan untuk kelangsungan hidup musuh alami. Program Slpht yang dilakukan oleh bidang tanaman pangan Dinas Pertanian Kab. Pesisir Barat di lakukan mulai dari kegiatan pengolahan lahan sampai panen, dengan jumlah 8 kali pertemuan baik yang dilakukan di ruangan maupun pertemuan yang dilakukan langsung dilapangan. Kegiatan SLPHT ini di lakukan dengan memanfaatkan semua teknik pengendalian secara terintegrasi yang bertujuan untuk mengurangi populasi organisme pengganggu tanaman (OPT) dan mempertahankan nya tetap berada di bawah ambang batas ekonomi.