Loading...

PENGENDALIAN OPT SECARA MASSAL TANAMAN KOPI MENGGUNAKAN APH BEAUVERIA BASSIANA

PENGENDALIAN OPT SECARA MASSAL TANAMAN KOPI MENGGUNAKAN APH BEAUVERIA BASSIANA
Kamis, 27 Agustus 2020 bertempat di Kelompok Tani Sungai Mamuh Desa Marindi Kecamatan Haruai Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan mengadakan pertemuan Kelompok tani sekaligus demonstrasi cara pengendalian OPT tanaman kopi menggunakan Agens Pengendali Hayati (APH) Beauveria bassiana, tujuan khusus pengendalian ialah hama bubuk buah pada tanaman kopi. Kegiatan tersebut berlangsung atas dukungan dari UPT Balai Pelindungan Tanaman (Perlintan) Dinas Pertanian Kabupaten Tabalong. Dalam kesempatan tersebut turut berhadir, Dony Tugas Prasetyo, S.TP selaku Kepala UPT Balai Perlintan. Beliau memaparkan mengenai APH Beauveria bassiana : Beauveria bassiana adalah jamur atau cendawan yang dapat menimbulkan penyakit pada serangga. yang berfifat saprofit, atau jamur yang boleh dikatakan tidak bisa memproduksi makanannya sendiri. Oleh sebab itu beauveria bassiana menjadi parasit dan hidup dengan cara mengambil nutrisi dari inangnya. Jamur ini akan berkembang dan menyerang dalam tubuh inang dan menyerang seluruh jaringan, sehinga menyebabkan serangga terinfeksi dan mati. Serangga yang terserang Beauveria bassiana akan mati dengan tubuh berwarna putih dengan tubuh yang tertutupi jamur. Karena keganasannya ini maka cendawan jenis Beauveria bassiana dirasa cukup ampuh dalam mengendalikan hama, terutama hama pada tanaman kopi. Selanjutnya setelah memberikan paparan, langsung dilaksanakan demonstrasi cara aplikasi pengendaliannya yang dipraktikan oleh Hairun Syah Zain, S.ST selaku Penyuluh Pertanian setempat berserta Munardi, SP selaku Penyuluh Pertanian Supervisor BPP Kembang Kuning diikuti oleh anggota Kelompok Tani Sungai Mamuh. Beauveria bassiana dapat diaplikasikan untuk mengendalikan OPT pada tanaman kopi. Cara kerjanya dengan menyerang hama dan serangga. Hama yang terserang akan mati dengan tubuh kaku dan berrwarna putih. Aplikasi dapat dilakukan dengan cara disemprot, di siram (kocor), atau di suntik (infus).Dosis diberikan dengan perbandingan 10 cc/liter air. Aplikasi sebaiknya dilakukan saat pagi hari sebelum matahari terik, agar jamur Beauveria bassiana tidak mati. Aplikasi juga tidak boleh dicampur dengan bahan kimia lainnya. Jika aplikasi dengan infus, maka Beauveria bassiana dapat diinfuskan langsung ke akar tanaman. Manfaat lain dari penggunaan Beauveria bassiana adalah dapat menambah daya tahan tanaman, menambah fito hormon, dan tentunya mengendalikan OPT atau hama dan penyakit tanaman. Pada tanggal 31 Agustus 2020 kembali diadakan pengendalian di WKPP Marindi Kecamatan Haruai Kabupaten Tabalong, pada kesempatan kali ini pengendalian dilaksanakan secara massal. Tentunya dengan sudah mematuhi protokol kesehatan adaptasi kebiasaan baru Covid 19. Sebelum pengendalian OPT sama seperti sebelumya kembali terlebih dahulu didemonstasikan cara dan dosis penggunaan APH Beauveria bassiana oleh Penyuluh Pertanian beserta Tim dari UPT Balai Perlintan Dinas Pertanian. Tujuan utama pengendalian menggunakan APH ialah terciptanya Better Environment. Dalam kegiatan tersebut, para petani tampak sangat antusias dan bersemangat. Semoga tanaman kopi petani yang ada di WKPP Marindi semakin sehat, subur, dan panen sesuai yang diharapkan. Aamiin. Penulis : Hairun Syah Zain, S.ST (Penyuluh Pertanian WKPP Marindi Kecamatan Haruai) Editor : Rezki Setiadi Ramadhani, S.ST (Penyuluh Pertanian WKPP Mahe Pasar Kecamatan Haruai)