Oleh : BPP KECAMATAN MOJOANYAR1. KUMBANG KEDELAIPhaedoniainclusaA. BIOEKOLOGI :• Imago berwarna hitam mengkilap dg bagian kepala dan tepi sayap depan berwarna kecoklatan.• Apabilatanamantersentuh, imago yang beradapadatanamanakanmenjatuhkandiridandiamseolah-olah mati• Aktif pada pagi dan sore hari, pada siang hari bersembunyi di celah-celah tanah• Telurdiletakansecaraberkelompokdibawahdaun5- 10 butir, dan menetas setelah 4 hari• Larva muda abu-abu gelap lalu berubah agak terang, bergantikulit 3 kali danberlangsungsekitar 12 hari• Menjelang jadi kepompong, larva menuju ke tanah dan berkepompong di sela-sela gumpalan tanah, stadium pupa 8 hari, siklushidupdaritelursampai imago sekitar 20-21 hari• Merusaktanamankedelaisejakpertanamanmunculdiatastanahsampaimenjelangpanen• Larva merusakpucuk, tangkaidaunmuda,bungadanpolongB. PENGENDALIAN :1. Tanam serempak selisih waktu < 10 hari2. Pengamatan mingguan3. Pendayagunaan fungsi Musuh Alami : * Konservasi (melindungi musuh alami ) * Penanaman Refugia di Pematang ( Bunga Kenikir, Matahari, Kertas, Cihong, Wijen dll. * Penyemprotan dgAgens hayati atau Pesnab bila populasi rendah4. Penyemprotan insektisida dg 6 tepat bila populasi mencapai 2 ekor/ 8 tanaman atau 1 ekor / 4 tanaman.2. KEPIK HIJAU NezaraviridulaA. BIOEKOLOGI :• Telur diletakkan secara berkelompok sekitar 80 butir pada bawah / atas permukaan daun, polong, dan batang tanaman• Telur berbentuk cangkir berwarna kuning lalu merah bata, menetas setelah 5-7 hari dan bergerombol di atas kulit telur• Untuk menjadi dewasa, nimfa mengalami 5 instaryg berbeda warna dan ukurannya, nimfainstar 4 mulai menyebar ke tanaman sekitarnya• Pada pagi hari biasanya kepik berada di permukaan daun bagian atas, tetapi pd siang hari turun ke polong untuk makan dan berteduh• Kepik merusak polong dg cara menusukkan stiletnyapd kulit polong terus ke biji kemudian mengisap cairan biji, shg menyebabkan biji penurunan hasil dan kualitas biji hampa/ tidak bernas, terkadang keriput menjadi busuk dan bercak hitamB. PENGENDALIAN :1. Tanam serempak selisih waktu < 10 hari2. Pergiliran tanaman3. Penanaman tanaman perangkap Sesbaniarostrata4. Pengamatan mingguan5. Pendayagunaan fungsi Musuh Alami : * Konservasi (melindungi musuh alami ) * Penanaman Refugia di Pematang ( Bunga Kenikir, Matahari, Kertas, Cihong, Wijen dll. ) * Penyemprotan dgAgens hayati atau Pesnab bila populasi rendah6. Penyemprotan insektisida dg 6 tepat bila populasi mencapai 1 pasang Imago / 20 rumpun pada umur 42-70 Hst.4. KARAT DAUN PhakopsorapachyrhiziA. EPIDEMIOLOGI : - Daun yang terserangterdapatbintik-bintikcoklatkemerahan padabawahdaun, batang, dan tangkai daun - Penyebaran spora dibantu oleh angin pada waktu hujan - Patogen ini tidak ditularkan melalui benih, tetapi spora yg menempel pada biji dapat menjadi sumber inokulum - Faktor cuaca sangat mempengaruhi tingkat serangan Karat Daun terutama suhu, intensitas penyinaran matahari, dan curah hujan - Daun yg terserang tidak dpt melakukan proses fotosintetis dg sempurna, dan serangan berat daun gugur sebelum waktunyaB. PENGENDALIAN :1. Tanam serempak selisih waktu < 10 hari2. Pergiliran tanaman3. Penanaman varietas tahan / toleran ( Kerinci, Dempo, Rinjani, dan Tidar )4. Pengamatan mingguan5. Pendayagunaan fungsi Musuh Alami : * Konservasi ( melindungi musuh alami / agens antagonis ) * Penyemprotan dgAgens hayati / agens antagonis atau Fungisida Nabati bila intensitas serangan rendah6. Penyemprotan fungisida dg 6 tepat bila intensitas serangan mencapai 30 %5. Virus Mosaik Kedelai ( SMV )A. EPIDEMIOLOGI :1. - Disebabkanoleh virus yang ditularkanolehkutudaun Aphis glycine 2. - Gejala tulang daun pada daun yg masih muda menjadi kurang jernih, daun berkerut dan mempunyai gambaran mosaik dg warna hijau gelap di sepanjangtulang daun, tepi daun sering klorosis 3. Ukuran biji mengecil dan jumlah biji berkurang shghasil menurun 4. Bila penularan virus terjadi pada tanaman umur muda,penurunan hasil berkisar 50-90 % B. PENGENDALIAN :1. Tanam serempak selisih waktu < 10 hari2. Pergiliran tanaman3. Penanaman varietas toleran dan benih sehat bebas virus4. Pengamatan mingguan5. Sanitasi tanaman inang lain ( kacang-kacangan )6. Pendayagunaan fungsi Musuh Alami :* Konservasi (melindungi musuh alami) * Penyemprotan dgAgens hayati atau Pesnab bila populasi vektor rendah dan daerah nonendemis7. Penyemprotan insektisida dg 6 tepat bila terdapat populasi vektor pd daerah endemis8. Mencabut dan memusnahkan tanaman terserang virus KUNCI KEBERHASILAN PENGENDALIAN OPT DENGAN SISTEM PHTPREVENTIF :1. Tanam serempak, pergiliran tanaman2. Budidaya Tanaman Sehat (Bu Taseh)3. Pengamatan rutin mingguan ( identifikasi,analisa,kesimpulan, langsung dilakukan pengelolaan pengendalian )4. Pelestarian dan pendayagunaan fungsi Musuh Alami (Predator, Parasitoid, Inseck Patogen, Agens Antagonis )5. Penanaman REFUGIA pada pematang RESPONSIF -? SPOT STOP :1. Segera pengendalian bila mendekati atau mencapai ambang pengendalian dg bahan pengendali yg sesuai2. Dilakukan secara terkoordinasi dalam hamparan3. Lakukan dengan memperhatikan 6 tepatSUMBER : PENGENDALIAN OPT KEDELAIDINAS PERTANIAN KAB. MOJOKERTO 2016