Pengendalian OPT tikus dengan system TBSTBS / Trap Barrier System atau system bubu perangkap merupakan salah satu cara pengendalian tikus yang efektif dalam mengendalikan hama tikus di sawah dari tanam hingga panen. Tikus sawah (Rattus argentiventer) merupakan hama utama padi terutama di daerah dataran rendah yang berpola tanam intensif, dapat merusak sayuran, buah-buahan dan tanaman perkebunan. Hama tikus dapat merusak pada semua stadia tumbuh padi, terutama pada padi stadia generative sehingga tanaman padi tidak mampu lagi membentuk anakan baru. Berbagai upaya dilakukan oleh petani dalam pengendalian tikus dilapangan, Mulai dengan burung hantu, perangkap tabung bambu, umpan/racun tikus , gropyokan dengan emposan. Tanaman perangkap TBS dipasang lebih awal dibandingkan tanaman padi disekitarnya. Hal ini bertujuan untuk menarik tikus datang dari lingkungan sekitarnya hingga radius 200 m. Petak tanaman perangkap berukuran kurang lebih 25 X 25 m atau lebih, sehingga berfungsi optimal untuk menarik tikus agar datang, Pada saat tanaman perangkap di tanam, lahan sekitar masih dalam tahap pengolahan tanah, sehingga petak TBS akan lebih dahulu memasuki padi bunting. Perbedaan umur tanaman antara TBS dan tanaman sekitarnya akan membuat tikus tertarik mendatangi petak TBS. Pemasangan pagar dan bubu perangkap ini dilakukan dari awal menanam hingga masa panen sehingga cukup praktis melindungi tanaman dari serangan hama tikus dengan tingkat populasi yang tinggi. Di Kabupaten Sleman untuk wilayah Sleman Barat adalah daerah kronik endemis tikus, khusus untuk kecamatan Godean petani di desa Sidorejo dan Sidoluhur telah menerapkan pengendalian opt tikus dengan system TBS. Pengendalian dengan cara ini pendapat petani di wilayah ini sangat efektif, tanaman padi terlindungi.Satu unit Sistem Pagar Perangkap terdiri dari :Pagar yang berfungsi untuk mengarahkan tikus masuk bubu perangkap .Komponen pagar terdiri dari :1. Pagar dapat berupa :plastik bening ( 0,8 mm)plastik mulsaplastik terpal (semua warna dapat di pakai)plastik/karet talang2. Ajir bambu setinggi ± 1 meter untuk menegakkan pagar. Bubu perangkap yangberfungsi sebagai alat untuk memerangkap dan menampung tikus. TAHAP PEMASANGANPada saat pengolahan tanah dibuat pematang dalam sehingga terbentuk parit dengan lebar ±50 cm.Kemudian dilakukan penanaman.Pemasangan ajir dan tali untuk menegakkan plastik di sisi luar pematang dalam dengan waktu kurang dari 7 HST.Jarak tiap ajir bambu ± 1 m.Tali dipasang dibagian atas, tengah, bawah ajir.Siapkan plastik yang telah dibelah sehingga tinggi plastik ±70 cm.Pasang plastik yang dilekatkan dengan lidi pada ketiga tali yang terpasang pada ajir bambu. Ujung bawah plastik harus selalu terendam air pada parit untuk mencegah tikus melobangi pagar.Pemasangan bubu perangkap.Posisi pemasangan bubu perangkapBubu perangkap dipasang setiap 20 m pada sisi dalam pagar plastik dengan posisi lubang masuk tikus menghadap keluarDi depan lubang masuk tikus dipasang jalan masuk untuk memudahkan tikusBubu perangkap dipasang sedemikian rupa sehingga posisinya cukup stabil sehingga tidak mudah di geser. PEMELIHARAAN TBSTBS diamati setiap pagi. Hewan yang bukan sasaran dilepaskan. Tikus hasil tangkapan yang ada di bubu perangkap dimatikan dengan cara direndam ke dalam air bersama bubu perangkapnya selama kurang lebih 10 menit.. Pagar plastic setelah diperiksa, apabila berlubang segera diperbaiki/ditambal. Parit dipastikan selalu terisi air agar ujung pagar plastic selalu terendam air sehingga tikus tidak bisa mencapai tanaman perangkap. Gulma dibersihkan di parit karena tikus mampu memanjat dan masuk ke dalam petak tanaman perangkap TBS. Oleh : Utami, SP (THL TBPP UPT BP4 Wilayah II Godean)