PENGENDALIAN OPT TIKUS DESA ADIREJAKULON-ADIPALA MT II 2018
Hama tikus merupakan musuh petani yang cukup sulit dikendalikan. Serangannya juga sangat merugikan karena mengakibatkan tanaman menjadi puso. Untuk mengendalikan opt tersebut pemerintah desa Adirejakulon bersama, petugas PPL, POPT PHP, babinsa dan petani melalui kelompok tani Mardi Waluyo dan Mardi Tani mengadakan gerakan gropyokan tikus di beberapa titik-titik yang menjadi sarang tikus, tepatnya sepanjang jalan raya Adipala menuju Kroya serta di pereng sawah.Pengendalian hama tikus ini bertujuan untuk penanggulangan secara dini terhadap kemungkinan serangan hebat yang dapat menurunkan tingkat produksi tanaman padi. Dengan peran serta semua unsur yang ada, baik Pemerintah desa Adirejakulon, Penyuluh dan petugas POPT pada hari senin 07 Mei 2018.Adapun teknik penentuan sarang aktif tikus sawah yang cukup efektif yaitu dengan menutup setiap sarang dengan tanah lumpur disore hari, dan apabila sarang tersebut terbuka dipagi hari , maka sarang tersebut dinyatakan aktif atau dihuni. Fumigasi/pengemposan hanya dilakukan pada sarang tikus yang telah terbukti aktif. Cara fumigasi yang tepat adalah memasukkan belerang kedalam lubang sarang tikus, kemudian dibakar dengan alat fumigator/kompor tikus, setelah itu semua lubang keluar yang ada ditutup dan tidak perlu dilakukan penggalian.________________________________________"Gerakan pengendalian pemberantasan hama tikus ini sudah terencana sebelumnya, supaya produksi tanaman padi yang dihasilkan dapat meningkat sehingga bisa mendukung swasembada pangan di Cilacap secara umum, khusunya wilayah Adipala" ujar Slamet Riyadi selaku petugas POPT PHP Kec Adipala.Selain bantuan berupa belirang 4 kantong kemasan @5 Kg dari bidang TPH Pemerintah desa melalui gapoktan Sri Martani juga mendapatkan bantuan kompor tikus 5 buah dari bidang Sarpras Dinas Pertanian ( Dispertan ) Kab Cilacap. Petani secara swadaya bersama-sama juga mengusahakan belirang, ban karet bekas dan tabung gas sebagai sarana dalam pengendalian secara massal. Kegiatan Gropyok tikus dimulai dari pukul 07.00 s/d 10.00, dengan petani yang ikut terlibat sejumlah 12 petani, unsur perangkat desa 4 orang, pengurus keltan 2 orang, babinsa, PPL dan POPT. Adapun jumlah tikus yang di dapat ± 106 ekor.