Pengendalian OPT Tikus menggunakan Tito alba di Poktan Sebani Kecamatan Sumobito Kab.Jombang
Hama tikus merupakan salah satu organisme pengganggu tanaman (OPT) padi yang sangat meresahkan petani, terlebih pada saaat padi di persemaian dan pada fase bunting. Ada berbagai macam cara pengendalian hama tikus yang biasa diterapkan oleh petani, antara lain: pengumpanan, gropyokan dengan menggunakan anjing, pengendalian menggunakan tiran dan emposan dengan menggunakan belerang, serta menggunakan burung hantu/burung pemangsa tikus (Tito alba). Poktan Sebani yang terletak di Desa Sebani Kecamatan Sumobito Kabupaten Jombang telah 4 tahun melakukan pengendalian hama tikus menggunakan Burung Hantu (Tito alba). Poktan Sebani dengan luas areal 68 ha memiliki 2 pagupon burung hantu yang diupayakan secara swadaya oleh anggota kelompok. Masing – masing pagupon telah dihuni lebih dari 2 pasang burung hantu. Hingga saat ini manfaatnya sangat dirasakan oleh anggota kelompok yaitu mengurangi biaya pengendalian hama tikus hingga 70%. Dengan demikian pengendalian hama tikus dengan menggunakan burung hantu (burung pemangsa tikus) dapat di terus dilestarikan dengan harapan dapat menekan biaya pengendalian tikus dan mengamankan tanaman padi di lahan sehingga mendapatkan hasil panen yang optimal. Penulis: Ika Kurnia S, SPt (THL-TBPP BPP. Sumobito)