Loading...

PENGENDALIAN ORGANISMA PENGGANGGU TANAMAN PEPAYA

PENGENDALIAN ORGANISMA PENGGANGGU TANAMAN PEPAYA
Ada beberapa organisma yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman pepaya, dan jika tidak dikendalikan akan sangat merugikan, bahkan dapat menghancurkan usahatani pepaya. Cara pengendalian hama dan penyakit penting yang menyerang tanaman pepaya sbb: A. Kutu Putih (Paracoccus marginatus) Hama kutu putih memiliki tanaman inang selain pepaya, antara lain tanaman singkong, alpukat, mangga, tanaman kacang-kacangan serta tanaman sayuran. Kutu putih menyerang daun dan buah pepaya. Kutu ini akan bersembunyi di bawah permukaan daun dan menghisap cairan yang ada di daun. Akibatnya daun mengeriput karena proses fisiologisnya terganggu. Selain daun,buah pepaya juga diserang oleh kutu putih yang menyebabkan kualitas dan kuantitas tanaman dan juga buah menurun drastis. Cara perngendalian kutu putih dapat dilakukan dengan cara manual, yaitu membuang koloni kutu putih menggunakan pembersih dari kuas. Pengendalian yang telah dicoba di Pusat Kajian Hortikutura Tropika IPB adalah dengan cara menyemprotkan larutan deterjen pada bagian tanaman yang terserang sambil membersihkan dan membuang koloni kutu putih dari permukaan bagian yang terserang secara manual. B. Kutu Daun (Myzus persicae) Gejala atau ciri-ciri serangan kutu daun ditandai dengan timbulnya bercak-bercak kuning pada daun dan daun menjadi keriput. Selain berperan sebagai hama, kutu daun juga dapar berperan sebagai perantara penyakit virus mozaik pepaya. Cara pengendaliannya dengan penyemprotan insektisida Tamaron, dosisnya 0,1% - 0,2%, atau Hostation 40 EC dengan dosis 0,1-0,2%, atau Orthane 75 SP dengan dosis 0,1%. C. Tungau Merah (Tetranychus sp.) Gejala awal adalah timbulnya bintik-bintik putih pada daun. Pada serangan berat seluruh daun terselaput bintik-bintik putih. Pengedaliannya menggunakan akarisida Decofol 0,2% untuk telur dan nimfa, sedangkan untuk tungau dewasa menggunakan akarisida Amitraz atau Kinometional. D. Busuk akar dan pangkal batang (Phytopthora palmivora Butl.) Gejala yang terjadi dapat dilihat pada daun, akar, buah, dan di pembibitan, seperti berikut: - Daun di bagian bawah layu, menguning dan mengantung di sekitar batang, sebelum rontok. Daun yang agak muda pun menunjukkan gejala yang sama. - Akar lateral membusuk, membentuk massa berwarna coklat tua, lunak, dan berbau tidak enak. - Pada buah, dimulai dari tangkai buah. Buah diselimuti miselium cendawan berwarna putih, akhirnya buah mengeriput dan berwarna hitam. - Pada bibit di persemaian, muncul sebagai penyakit semai (damping off). Pangkal batang membusuk, lalu terkulai. Beberapa tindakan pengendaliannya adalah: (a) Drainase kebun dijaga dengan baik, (b) Tanaman yang sakit segera dibongkar beserta akar-akarnya. Buah yang sakit dipetik dan dimusnahkan, (c) Penyemprotan dengan tembaga sulfat atau mankozeb. E. Antraknosa (Colletotrichum gleosporiades) Sanitasi kebun Gejala dan ciri-cirinya adalah pada buah muda berbentuk luka kecil yang ditandai oleh adanya getah yang keluar dan mengental. Pada buah menjelang masak tampak berupa bulatan-bulatan kecil berwarna gelap. Bila buah bertambah masak, bulatan-bulatan tadi semakin membesar dan busuk cekung ke arah dalam buah. Beberapa tindakan pengendalian adalah: a) Sanitasi kebun dijaga dengan baik, b) Penggunaan fungisida berbahan aktif mankozeb dosis 0,2%, dan c) Tidak menggunakan cabai sebagai tanaman sela. F. Layu Bakteri (Erwinia papayae) Gejala dan ciri-ciri tanaman yang terserang bakteri ini menyebabkan daun pepaya menjadi terkulai dan gugur, meskipun di bagian lain terdapat daun-dan yang sehat. Selanjutnya pucuk tanaman membusuk, dan menjalar ke bagian bawah sehingga seluruh tanaman menjadi busuk. Pengendalian penyakit ini dengan cara membongkar tanaman yang sakit, lalu dibakar atau dikubur dalam tanah di lokasi yang jauh dari areal penanaman pepaya,serta dengan meperbaiki saluran irigasi bedengan. G. Virus Mozaik (Pepaya Mozaik Virus/PMV) Gejala tanaman yang terserang virus ini menyebabkan daun tanaman menjadi kasar dan sisi daun bergaris-garis tidak teratur (mosaik). Lambat laun pertumbuhan daun terhambat, ukuran daun mengecil dan menumpuk di bagian atas. Pada serangan yang cukup berat berakibat daun gugur. Serangan pada buah menyebabkan timbulnya lingkaran-lingkaran berwarna hijau gelap. Penyakit ini dapat dikendalikan dengan menggunakan bibit pepaya yang bebas virus dan membongkar serta memusnahkan tanaman yang terserang. H. Bercak Cincin (Pepaya Ringspot Virus/PRSV) Serangan penyakit ini menyebabkan daun muda, sisi bagian atas diantara tulang daun di sepanjang garis pinggir menggulung ke atas berwarna hijau terang. Secara visual bentuk dan warna daun yang terserang nampak berbeda dengan daun sehat. Serangan pada batang biasanya dua pertiga bagian batang atas timbul bercak-bercak (diameter sekitar 1,6 mm) atau garis hijau hitam mengkilap. Pada serangan hebat /akut, bercak-bercak menyatu menjadi garis besar yang lonjong. Pada buah yang terserang tampak bercak-bercak berwarna kuning (diameter 1,6 - 3,0 mm) atau berbentuk cincin berwarna kuning (diameter 3,0m- 18,8 mm). Pengendalian penyakit ini dilakukan dengan menggunakan bibit pepaya yang bebas virus dan melakukan eradikasi tanaman sakit dengan cara membongkar, mencabut, dan membakar pada ketika tampak gejala awal serangan. Penulis: Enisar Sangun, Penyuluh Pertanian Madya (e_sangun@yahoo.co.id, 081386333549). Sumber: Sriani Sujiprihati dan Ketty Suketi (2009). Budidaya Pepaya Unggul. Depok: Penebar Swadaya.