Loading...

PENGENDALIAN ORGANISME PENGGANGGU TANAMAN PADI SAWAH PADA KELOMPOK TANI MILAA DENGO DESA KADI WONE

PENGENDALIAN ORGANISME PENGGANGGU TANAMAN PADI SAWAH PADA KELOMPOK TANI MILAA DENGO DESA KADI WONE
Manusia dalam upaya mendapatkan pangan selalu menghadapi tantangan yang dapat menghambat bahkan menggagalkan usaha taninya. Tantangan dari lingkungan tanaman terutama oleh gangguan jasad pengganggu, kehilangan hasil sangat bervariasi tergantung jenis tanaman, umr tanaman dan jenis jasad penggangu tanaman.Merasa tersaingi manusia berfikir dan berusaha untuk menekan dan mengendalikan jasad pengganggu tanaman dengan pengedalian secara kimiawi tanpa memperhatikan pengendalian secara hayati.Pengendalian secara kimiawi yang sering disebut dengan pestisida merupakan bahan kimia yang telah banyak memberikan jasa dibidang pertanian dan seolah-olah pestisida merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari budidaya berbagai tanaman pangan maupun perkebunan.Berdasarkan pengalaman petani kelompok Milla Dengo Desa Kadi Wone, bahwa dengan penggunaan pestisida yang makin intensif ternyata berdampak pada populasi hama yang semakin meningkat ( reurgensi) serta dapat timbul letusan hama kedua.Usaha peningkatan hasil pertanian dengan ketergantungan terhadap bahan kimia maka semakin lama dapat mengakibatkan merosotnya kualitas lingkungan yang mengkhawatirkan masyarakat terutama yang telah sadar akan peranan lingkungan hidup.Atas dasar pokok pikiran tersebut dalam budidaya tanaman padi sawah maka jasad pengganggu tanaman penting untuk dibahas dengan cara pengendalian secara tepat. a. Cara pengendalian1. Pengendalian Pola tanam? Penanaman serempak Tanam serempak dilakukan untuk daerah atau areal sekurang-kurangnya 1 petak atau dalam 1 wilayah kelompok tani dengan selisih waktu tanam paling lama 2 minggu atau selisih waktu panen paling lama 4 minggu atau varietas yang digunakan harus berumur seragam. Dengan cara ini dapat dicegah tumpang tindih populasi antara generasi karena siklus hidup wereng coklat dapat terputus pada saat pengolahan tanah diantara 2 periode tanaman. ? Pergiliran tanamanWereng coklat hanya dapat hidup baik pada tanaman padi sawah, jadi untuk memutuskan siklus hidupnya dapat dilakukan denganpergiliran tanaman minimal kali tanaman non padi atau sawah dibiarkan bera 1-2 tahun. ? Menanam varietas tahan secara bergilirDengan terjadinya pematahan sifat ketahanan suatu varietas tahan oleh wereng coklat maka dalam pemakaian varietas tahan perlu dilakukan pergiliran tanaman, sebaiknya dalam menggilir digunakan varietas yang memiliki gen tahan yang berbeda ,karena akan memberikan reaksi yang berbeda terhadap biotipe wereng coklat yang berbeda.2. Eradikasi tanaman terserangApabila serangan wereng sudah cukup berat sehingga tidak mungkin untuk dipanen maka perlu dilakukan eradikasi tanaman terserang agar tidak menjadi sumber serangan pada tanaman lain. Pelaksanaan eradikasi tanaman dibagi dala 2 kategori yaitu eradikasi selektif dan eradikasi total. Eradikasi selektif dilakukan jika persentase serangan kurang dari 80 % atau stadia vegetatif yang terserang virus kurang dari 50% sedangkan eradikasi total apabila persentase serangan lebih dari 85 % atau stadia vegetatif yang terserang virus lebih besar atau sama dengan 50 %. 3. Pengendalian hayatiSesungguhnya dilapangan terjadi pengendalian secara hayati yang dilakukan oleh musuh alami wereng coklat dan musuh alami yang efektif mengendalikan wereng coklat adalah laba-laba, kepik, kumbang.4. Pengendalian secara kimiawiPengendalian dilakukan apabila cara-cara lain tidak mungkin lagi dan populasi wereng sudah diambang batas ekonomi. Ambang ekonomi yang ditetapkan adalah rata-rata 5 ekor per rumpun untuk tanaman padi berumur kurang dari 40 hari dan rata-rata 20 ekor /rumpun untuk tanaman padi 40 HST. Penggunaan pestisida yaitu insektisida harus efektif dan efisien (dosis dan cara aplikasi yang tepat) .Oleh : Lende Manu MesaKelompok Tani : Milla DengoDesa : Kadi Wone- Kabupaten Sumba Barat Daya