Pengelolaan tanaman terpadu (PTT) ubi jalar merupakan pendekatan inovatif dan dinamis dalam meningkatkan produksi dan pendapatan petani melalui perakitan komponen teknologi secara partisipatif bersama petani. Prinsip utama PTT adalah penerapan inovasi teknologi secara partisipatif, spesifik lokasi, terpadu, sinergi atau serasi, dan dinamis.Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) merupakan salah satu komponen teknologi yang diterapkan dalam PTTOrganisme pengganggu tanaman terdiri dari hama, penyakit dan gulma, yang dalam pengendaliannya masing-masing mempunyai teknologi berbeda.Pengendalian hama terpadu, dengan kegiatan sbb: 1) Identifikasi jenis hama, tiga hama utama ubi jalar adalah boleng Cylas formicarius, tungau puru dan penggerek batang; 2) Penentuan tingkat kerusakan tanaman; Tingkat kerusakan daun akibat serangan hama dapat dihitung dengan rumus:I = £ n x v/ (N x V) x100% I = Insensitas serangan N = Jumlah daun dalam satu tanaman V = Nilai skor tertinggi (dalam hal ini 5) n = Jumlah daun dalam setiap katagori skor v = katagori skor (0 sampai 5)Untuk menghitung intensitas luas serangan digunakan rumus: I = p/P x 100% I = Intensitas luas serangan P = Jumlah tanaman terserang P = Jumlah tanaman total3) Memadukan teknik pengendalian, yaitu; (a) mengusahakan tanaman tumbuh sehat; (b) pengendalian secara hayati dengan memanfaatkan musuh alami berupa predator, parasit dan patogen (jamur Metarrhizium anisopliae, Beauveria bassina, bakteri Bacillus thuringiensis, nematode Heterorhabditis spp dan steinernema spp) yang ada pada ekosistem setempat; (c) penanaman varietas tahan (billa tersedia); (d) pengendalian secara fisik dan mekanis dengan memotong bagian tanaman yang terserang hama dan mengumpulkkan hama yang terbunuh di pertanaman, kemudian dibakar; (e) pengendalian secara kimiawi menggunakan acarisida dikofol, insektisida lamdasihalotren, dan carbofuran dengan dosis anjuran.Pengendalian penyakit terpadu, dengan kegiatan sbb: 1) Identifikasi jenis pathogen penyebab penyakit, di lapangan penyakit utama ubi jalar adalah kudis, bercak daun, dan virus, sedangkan pada ubi ditempat penyimpanan adalah penyakit yang disebabkan oleh jamur Fusarium sp, Rhizopus sp dan Ceratocystis sp; 2) Penentuan tingkat kerusakan tanaman; Tingkat kerusakan daun/umbi yang disebabkan oleh penyakit dapat dihitung dengan rumus:I = £ n x v x 100% / (N x V)I = Intensitas penularanN = Jumlah daun/umbi dalam satu tanamanV = Nilai skor tertinggi (dalam hal ini 5)n = Jumlah daun/umbi dalam setiap katagori skorv = Katagori skor (0 sampai 5)Skor serangan penyakit daun adalah sbb:0 = daun/umbi sehat, tidak ada bercak1 = Luas bercak 2,5 % luas daun /umbi2 = Luas bercak >2,5 - 5,0% luas daun/umbi3 = Luas bercak > 5,0 – 10,0 % luas daun/umbi4 = Lusa bercak > 10,0 – 20,0 luas daun/umbi3) Taktik dan teknik pengendalian di lapangan, yaitu (a) mengusahakan tanaman tumbuh sehat; (b) penanaman varietas tahan penyakit yaitu varietas Boko, Sari dan Cangkuang; (c) pengendalian kultur teknis dengan penanaman bibit sehat (dicelupkan pada larutan fungisida Dhithane M-45, selama 15 menit), rotasi tanaman, sanitasi dan eradikasi; (d) pengendalian secara fisik dan mekanis; (e) pengendalian dengan fungisida Dhithane M-45, Benlate, Baycor dengan dosis sesuai anjuran.4) Taktik dan teknik pengendalian di tempat penyimpanan, yaitu (a) menghindari pelukaan pada ubi pada saat panen; (b) menyortir dan memisahkan ubi sehat dengan ubi yang terinfeksi pathogen; (c) membersihkan ubi dari sisa-sisa tanah; (d) menyimpan ubi dalam ruang yang tidak lembab.Pengendalian gulma terpadu, dengan kegiatan sbb: 1) Identifikasi jenis gulma (rumput, teki, gulma berdaun lebar) dan menentukan tungkat kepadatan gulma untuk menetapkan cara/teknik pengendalian2) Taktik dan teknik pengendalian yaitu dapat secara mekanis, kultur teknis dan kimiawi (herbisida)3) Prinsip pengendalian, yaitu (a) secara mekanis pada umur 3 minggu atau sebelum pemupukan ke 2; (b) secara mekanis pada umur 1,5 bulan, bersamaan dengan pembumbunan: (c) pemberian mulsa jerami 2 ton/ha dapat mengurangi penyianganSumber: Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian PertanianGambar:: 1) http://alamtani.com/budidaya-ubi-jalar-organik.html2) http://blog.umy.ac.id/sulthoni/files/2013/11/ubi-jalar.jpg3) http://www.litbang.pertanian.go.id/berita/one/2168/Penulis : Marwati (Penyuluh Pertanian BPPPSDMP-Kementan