Penyakit Petek atau Antraknosa merupakan salah satu jenis penyakit tanaman yang menyebabkan kerugian sangat besar bagi petani, bahkan tidak jarang menimbulkan kegagalan panen. Penyakit Patek atau Antrkanosa mudah menular dengan cepat, oleh karena itu segera lakukan pengendalian secepat mungkin. Jika serangan sudah terlanjur parah, penyakit Antraknosa sangat sulit diobati.Penyakit Antraknosa adalah penyakit yang disebabkan jamur Colletotrichum capsici. Jamur Colletotrichum capsici ini berkembang pesat pada lingkungan yang lembab dan basah. Kondisi ini tentu lebih banyak ditemui pada musim hujan. Penyakit Antraknosa umumnya menyerang pada hamper semua bagian tanaman, mulai dari ranting, cabang, daun dan buah. Fase serangannya pun mulai sejak fase perkecambahan, fase vegetatif (pertumbuhan) sampai fase generatif. Cara kerja dari jamur Colletotrichum capsici adalah dengan jalan menginfeksi dinding sel tanaman. Pada fase perkecambahan serangannya menyebabkan tanaman gagal berkecambah. Sedangkan pada fase generative menyebabkan buah yang akan masak dan hendak dipanen menjadi busuk dan mengering. Penyakit Antraknosa memiliki tanaman inang yang cukup beragam. Selain cabe atau tomat, tanaman yang menjadi inang dari penyakit Antraknosa antara lain paprika, semangka, buah naga, melon, timun, bawang merah, buncis dan mangga Pengendalian serangan Patek atau Antraknosa:a. Perlakuan pada bibit atau biji tanaman yang dibudidayakan, misalnya untuk tanaman cabe atau tomat, rendam biji menggunakan larutan fungisida sistemik seperti Benomil, Metil tiofanat atau Karbendazim. Dosis atau konsentrasi larutan adalah 2 g/l. perendaman dilakukan selama 4-6 jam.b. Secara teknis, bagian tanaman yang terserang harus dimusnahkan dari lahan atau areal pertanaman. Lakukan pengamatan di lapangan secara terus menerus.c. Lakukan pergiliran tanaman bukan satu family seperti terong/tomat.d. Berikan pupuk dengan kandungan P, K dan Ca tinggi agar jaringan tanaman lebih kuat. Jangan melakukan pemupukan N berlebihan, karena akan menyebabkan jaringan tanaman berair sehingga rentan terhadap serangan cendawan.e. Berikan pupuk organik yang banyak. Pemupukan organik akan meningkatkan ketahanan tanaman dari serangan hama dan penyakit.f. Hindari adanya genangan air di areal pertanaman, pembersihan lahan termasuk penyiangan gulma.g. Perlebar jarak tanam dengan pola zigzag (jumlah populasi kurang dari 18000 pohon) untuk menjaga sirkulasi udara dan mengurangi kelembaban tinggi saat hujan berkepanjangan.h. Jika kelembaban di sekitar areal pertanaman tinggi, misalnya hujan terus menerus lakukan pencegahan menggunakan pestisida kimia. Beberapa bahan aktif yang bias digunakan untuk mengendalikan penyakit antraknosa adalah fungisida sistemik dengan bahan aktif benomil, karbendazim, metil tiofanat, difenokonazol. Fungisida kontak dengan bahan aktif mankozeb, klorotalonil dan propineb. Lakukan penyelingan bahan aktif tersebut Setiap kali melakukan penyemprotan dengan dosis atau konsentrasi sesuai pada kemasan.i. yang lebih baik adalah melakukan pencegahan dengan cara menyemprotkan pestisida nabati. Ditulis oleh : Ridha Makalunsenge, SP