Loading...

Pengendalian Penyakit Antraknose pada Tanaman Ubi Kayu

Pengendalian Penyakit  Antraknose pada  Tanaman Ubi Kayu
Petani dalam budidaya ubi kayu banyak menghadapi masalah yang dapat menurunkan produksi dan kualitas umbi. Masalah tersebut diantaranya adalah adanya gangguan hama, penyakit, dan gulmaPenyakit tanaman disebabkan oleh patogen yang berupa jazat yang berukuran sangat kecil (mikroskopis), antara lain: jamur, bakteri mikroplasma dan virus tanaman. Patogen tersebut apabila apabila menginfeksi tanaman selanjutnya akan berkembang biak dan menyebar di dalam tanaman, dan akhirnya tanaman mengalami kerusakan yang disebut dengan gejala penyakit. Gejalan penyakit pada ubi kayu dapat dilihat pada daun, batang, dan umbi. Salah satu penyakit yang menyerang tanaman ubi kayu adalah AntraknoseGejala Penyakit antroknose disebakan oleh jamur C. gloeosporiodes f.sp manihotis dan terutama terdapat pada permukaan batang, tangkai daun dan daun. Pada permukaan batang nampak adanya tonjolan-tonjolan kecil semacam bisul. Penyakit ini disebut juga sebagai penyakit kanker batang. Pangkal tangkai daun yang sakit mudah patah sehingga daun menjadi layu. Serangan yang parah menyebabkan mati pucuk dan pada bagian gabus terjadi pengkerutan. Kanker batang akibat dari penyakit antraknose juga menyebabkan mati pucuk dan batang mudah patah.BioekologiPenyakit ini umumnya berkembang pada musim hujan yang berkepanjangan. Patogen tumbuh optimal pada kelembaban udara yang tinggi 85-90%, dan suhu lebih kurang 28ºC. Patogen memiliki beberapa tanaman inang seperti kopi, alpukat, lada dan pisang. Pengendalian Penyakit antraknose dapat dikendalian antara lain dengan: 1) menaman varietas/klon ubi kayu yang tahan; 2) menggunakan bibit sehat dan menghindari penggunaan bibit dari batang yang terinfeksi; 3) mencelupkan stek ke dalam larutan fungisida sebelum ditanam; 4) tidak menanam pada saat masih banyak turun hujan Sumber: Litbang PertanianPenulis : Marwati (Pusat Penyuluhan Pertanian-BPPSDMP-Kementan)