Petani dalam budidaya ubi kayu banyak menghadapi masalah yang dapat menurunkan produksi dan kualitas umbi. Masalah tersebut diantaranya adalah adanya gangguan hama, penyakit, dan gulmaPenyakit tanaman disebabkan oleh patogen yang berupa jazat yang berukuran sangat kecil (mikroskopis), antara lain: jamur, bakteri mikroplasma dan virus tanaman. Patogen tersebut apabila menginfeksi tanaman selanjutnya akan berkembang biak dan menyebar di dalam tanaman, dan akhirnya tanaman mengalami kerusakan yang disebut dengan gejala penyakit. Gejalan penyakit pada ubi kayu dapat dilihat pada daun, batang, dan umbi. Salah satu penyakit yang menyerang tanaman ubi kayu adalah Bercak Daun CoklatGejala Penyakit bercak daun coklat disebabkan oleh jamur C. benningsii, gejala penyakit terdapat pada daun-daun di batang bagian bawah (daun tua), karena daun tua tersebut lebih rentan daripada daun-daun yang lebih muda. Gejala awal penyakit ini berupa bercak kecil berwarna putih hingga coklat muda terlihat jelas pada sisi atas daun. Ditepi bercak tersebut kadang-kadang dibatasi lingkaran berwarna agak ungu. Pada perkembangan selanjutnya bercak-bercak berwarna coklat karena matinya jaringan daun tepat di bagian bercak.Jaringan daun yang mati pada bercak nekrotik (kematian jaringan pada lokasi infeksi) akan terjadi pengkerutan dan mudah rontok, sehingga pada daun akan nampak adanya lubang-lubang bekas penyakit. Ukuran bercak sangat beragam yaitu 3-12 mm. Pada serangan parah, daun yang terserang penyakit akan menguning, kering, dan gugur sebelum masanya. Pada daun bagian bawah, kadang-kadang terlihat adanya struktur badan buah dari jamur sebagai tempat produksi spora. Pada klon-klon rentan, penyakit bercak daun dapat terjadi pada tangkai daun bahkan pada umbi muda.BioekologiPenyakit ini merupakan penyakit yang sangat umum ditemukan pada tanaman ubi kayu, terutama pada daerah dengan curah hujan dan suhu tinggi. Angin dan air hujan dapat membawa spora jamur dari daun sakit ke daun sehat di dekatnya. Pada kondisi udara lembab, spora akan berkecambah membentuk buluh kecambah dan mempenetrasi daun melalui mulut daun. Selama musim kemarau, jamur mempertahankan diri pada bercak-barcak, bahkan pada daun-daun yang telah rontok. Pengendalian Penyakit bercak daun coklat dapat dikendalian antara lain dengan: 1) menaman varietas tahan seperti Malang-1, Malang-6, UJ-5, Adhira-4; 2) mengatur jarak tanam agar tidak terlalu rapat untuk mengurangi kelembaban; 3) penyemprotan dengan fungisida. Sumber: Litbang PertanianPenulis : Marwati (Pusat Penyuluhan Pertanian-BPPSDMP-Kementan)