Serangan blas daun yang tinggi dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman dan anakan produktif yang menyebabkan malai kecil dengan sedikit gabah bahkan dapat menyebabkan seluruh tanaman mati sebelum berbunga. Serangannya dapat menurunkan hasil secara langsung karena leher malai busuk dan patah sehingga pengisian terganggu dan bulir padi menjadi hampa.Pengendalian1. KetahananVarietas. Cara yang paling efektif, murah dan ramah lingkungan dalam pengendalian penyakit blas adalah penggunaan varietas tahan jamur perlakuan benih dapat dilakukan dengan penggunaan fungisida sistemik seperti pyroquilon (5-10 g/kg benih).Cara perendaman benih (soaking).Benih direndam dalaml arutan fungisida selama 24 jam perbandingan berat benih dan volume air adalah1 : 2 (1 kg benih : 2 liter air). Benih yang telah direndam dianginkan dalam suhu kamar di atas kertas Koran dan dibiarkan sampai benih tersebut disebarkan di lahangogo. Pada padi sawah perendaman dalam larutan fungisida dilakukan sebelum pemeraman. Cara pelapisan (coating). Cara ini lebih efektif dari pada cara pertama dan lebih cocok untuk lahan kering (gogo). Benih dibasahi dengan cara merendam beberapa jam kemudian ditiriskan sampai air tidak menetes lagi. Fungisida yang digunakandengan dosis tertentu dicampur dengan 1 kg benih basah dan dikocok sampai merata, benih dianginkan dengan cara yang sama seperti metode sebelumnya dan selanjutnya siap tanam.2. Pemakaian pupuk organikPemakaian jerami sebagai kompos pembenaman jerami dalam tanah sebagai kompos dapat menyebabkan miselia dan spora dari Cendawan P. grisea mati karena naiknya suhu selama proses dekomposisi. Penggunaan pupuk nitrogen dengan dosis anjuran dosis pupuk N berkolerasi positif terhadap intensitas penyakit blas, artinya semakin tinggi dosis pupuk N maka intensitas penyakit makin tinggi. Untuk itu, Penyemprotan tanaman Efikasi fungisida untuk perlakuan benih hanya bertahan 6 minggu dan selanjutnya perlu diadakan penyemprotan tanaman. Aplikasi penyemprotan untuk menekan serangan penyakit blas leher adalah dua kali yaitu pada saat anakan maksimum dan awal berbunga (heading 5%). Beberapa fungisida yang dapat digunakan untuk mengendalikan penyakit blas adalah yang mengandung bahan aktif isoprotionalane, benomyl+mancoseb, kasugamycin dan thiophanate methyl.Kiat-Kiat Pengendalian Penyakit Blas :1. Gunakan varietas tahan sesuai dengan sebaran ras yang ada di daerah.2. Hindarkan penggunaan pupuk N di atas dosis anjuran.3. Hindarkan tanam pad iterus-menerus sepanjang tahun dengan varietas yang sama.4. Sanitasi lingkungan harusintensif, karena inang alternatif patogen khususnya kelompok rerumputan sangat potensial sebagai inokulum awal. 5. Hindari tanam padi terlambat dari petani disekitarnya. 6. Pengendalian secara dini dengan perlakuan benih sangat dianjurkan untuk menyelamatkan persemaian sampai umur 40 hari setelah sebar.7. Penyemprotan fungisida sistemik minimum sekali pada awal berbunga untuk mencegah penyakit blas leher dapat dianjurkan untuk daerah endemik blas.8. Hindarkan jarak tanam rapat (sebar langsung).9. Pemakaian jerami sebagai komposan. Pengendalian Penyakit Blas• Pengamatan mingguan secara berkala.• Pembenaman jerami sakit sampai membusuk padasaat pengolahan tanah.• Penggunaan benih sehat• Pemupukan berimbang dengan penggunaan unsur nitrogen (N) tidak lebih dari 90 kg N/ha• Pemusnahan sisa-sisa tanaman terserang.• Penggunaan fungisida anjuran pada saat 2 minggu sebelum keluar malai. Fungisida efektif yang dianjurkan diantaranya yang berbahan aktif karbendazim, mankozeb, isoprotiolan, tembaga, hidroksida, fosdifen, kasugamisindanmetiltiofanat.• Pergiliran tanaman,penanaman varietas tahan, Pengaturan jarak tanam, pembenaman tanaman terserang, Pemupukan berimbang, dan fungisida.• Pemberian pupuk K dapat menekan serangan penyakit Blas.