Sebagai bahan pangan utama kedua setelah beras, selain sebagai bahan pangan, jagung juga sangat banyak digunakan sebagai bahan pakan dan juga bahan baku industri. Untuk itu program peningkatan produksi jagung nasional terus dilakukan Salah satu kendala dalam budidaya jagung yang dapat menyebabkan rendahnya produktivitas jagung adalah adanya serangan hama dan penyakit. Diperlukan berbagai upaya untuk mengendalikan hama dan penyakit, sehingga tidak berpengaruh pada produktivitas jagung. Dalam melakukan upaya pengendalian yang tepat, sangat penting diketahui gejala serangan, hal-hal yang menyebabkan penyakit berkembang, serta cara-cara mengendalikannya. Dalam budidaya jagung, dikenal beberapa penyakit utama yang biasanya menyerang dan dapat menimbulkan kerugian. Beberapa penyakit tersebut diantaranya penyakit bulai dan busuk batang. 1. Bulai Penyakit bulai (Downy Midew) merupakan salah satu penyakit utama tanaman jagung. Kehilangan hasil tanaman akibat serangan penyakit bulai dapat mencapai 100% pada varietas yang rentan. Kerugian yang dapat ditimbulkan dari serangan bulai sebanding dengan penurunan produktivitasnya. Misalnya, jika serangan mencapai 50% maka dapat mengakibatkan penurunan produktivitas jagung sebesar 50% juga.Penyalit bulai disebabkan oleh cendawan Peronosclerospora maydis dan Peronosclerospora philipinensis. a. Gejala Serangan penyakit bulai ditandai adanya warna putih sampai kekuningan dan diikuti adanya garis-garis klorofik pada permukaan daun. Bagian daun permukaan atas maupun bawah terdapat warna putih seperti tepung, sangat jelas di pagi hari. Selanjutnya pertumbuhan tanaman jagung akan terhambat, termasuk pembentukan tongkol buah, bahkan tongkol tidak terbentuk, daun-daun menggulung serta terpuntir, bunga jantan berubah menjadi massa daun yang berlebihan. Ciri lainnya, pada pagi hari pada bagian bawah daun terdapat lapisan berbulu halus warna putih (jamur). Penyakit ini menimbulkan gejala sistemik yang dapat meluas ke seluruh bagian tanaman dan menimbulkan gejala lokal. Gejala yang meluas ke seluruh bagian tanaman terjadi bila infeksi cendawan mencapai titik tumbuh tanaman. Hal inilah yang menyebabkan semua daun terinfeksi. Jika tanaman terserang pada umur masih muda, dapat mengakibatkan tanaman tidak menghasilkan buah (tongkol). Sedangkan apabila serangan pada tanaman yang lebih tua, buah terbentuk namun tidak sempurna dan kerdil. b. Pengendalian Untuk mengendalikan serangan penyakit bulai ini dapat dilakukan beberapa cara, diantaranya:• Penanaman vareitas tahan, misalanya Sukmaraga, Lagaligo, Srikandi K-1, Lamuru dan Gumarang.• Memberlakukan periode bebas tanaman jagung minimal dua minggu sampai satu bulan di areal pertanaman• Melakukan tanaman serempak• Melakukan pemusnahan seluruh bagian tanaman yang terserang sampai ke akarnya• Penggunaan fungisida metalaksil pada benih jagung dengan dosis 2 gr/kg benih.• Melakukan perbaikan aerasi dan darinase tanah agar keadaan lahan tidak lembab, 2. Busuk Batang Penyakit busuk batang pada tanaman jagung atau dikenal dengan Stalk Rot disebabkan oleh cendawan Colletotrichum graminearum, Diplodia maydis, Gibberella zeae, Fusarium moniliforme, Macrophomina phaseolina, Pythium apanidermatum, Cephalosporium maydis, dan Caphalosporium acrenonium. a. Gejala • Gejala yang ditimbulkan oleh penyakit busuk batang ini adalah terjadinya kelayuan pada tanaman atau seluruh daunnya kering. Gejala ini timbul pada masa tanaman mulai berbunga (generatif). • Pangkal batang yang teserang berubah warnanya dari hijau menjadi kecoklatan, bagian dalam batang membusuk yang mengakibatkan tanaman mudah rebah. Gejala lainnya adalah bagian kulit luar batang menjadi busuk. • Pangkal batang yang terserang akan terlihat warna merah jambu, merah kecoklatan atau coklat. b. Pengendalian Untuk mengendalikan serangan penyakit bulai ini dapat dilakukan beberapa cara, diantaranya:• Penanaman vareitas tahan, misalnya BISI-1, BISI-4, BISI-5, Surya, CPI-2, Pioneer-8, Pioneer-10, Pioneer-12, Pioneer-13, Pioneer-14, Semar-9, dan Palakka.• Melakukan pergiliran tanaman• Melakukan pemupukan berimbang, dan menghindari pemberian N tinggi dan K rendah• Membuat drainase yang baik• Pengendalian secara hayati dengan cendawan antagonos Trichoderma sp. Sumber: Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. 2008. Petunjuk Lapang Hama, Penyakit, Hara pada Tanaman Jagung. Penulis: Ume Humaedah (Penyuluh Pertanian Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian); Email: ume_humaedah@yahoo.com