Loading...

PENGENDALIAN PENYAKIT BUSUK BATANG PADA TANAMAN JAGUNG

PENGENDALIAN PENYAKIT BUSUK BATANG PADA TANAMAN JAGUNG
PENDAHULUANBudi daya tanaman jagung di wilayah tadah hujan seperti kecamatan Pucanglaban kabupaten Tulungagung mayoritas dimulai pada musim hujan, yaitu antara bulan september sampai oktober. Salah satu penyakit yang sering menyerang tanaman jagung pada musim hujan adalah penyakit busuk batang jagung yang disebabkan oleh Fusarium sp. Cendawan Fusarium sp. merupakan cendawan yang dapat bertindak baik sebagai saprofit maupun parasit pada tanaman. Selain itu juga dapat menyerang hampir semua tanaman, bahkan sampai di penyimpanan. Cendawan Fusarium sp. sangat penting karena selain keragaman dan tingginya populasi, juga karena banyaknya komponen yang dapat berinteraksi dengannya seperti stress lingkungan dan serangga hama). GEJALA SERANGANGejala umum yang dijumpai pada tanaman jagung terserang penyakit busuk batang Fusarium sp. adalah pada bagian bawah batang jagung berwarna hijau kekuningan, sehingga kemudian berubah warna menjadi coklat kekuningan. Ruas paling bawah empelurnya membusuk dan terlepas dari kulit luar batang, sehingga batang menjadi lembek, kemudian struktur batang berubah menjadi silinder rapat menjadi tabung .Terjadinya kelayuan akan menghentikan semua transportasi hara ke biji, sehingga mempengaruhi berat biji. Pada bagian akar akan menjadi busuk, mudah dicabut, dan mudah rebah apabila ada angin. Kalau ini terjadi, maka dalam waktu satu hari semua daun berubah warna menjadi kelabu dan terkulai, termasuk tongkolnya.Apabila cendawan Fusarium sp. menyerang pada batang jagung disebut penyakit busuk batang, dan bila menyerang tongkol, disebut busuk tongkol. Gejala busuk tongkol jagung bervariasi, tergantung cendawan dan berat ringannya serangan. Fusarium graminearum menyerang tongkol jagung menyebabkan pembusukan yang berwarna merah jambu dan berkembang dari ujung ke pangkal tongkol. Fusarium moniliforme menyebabkan pembusukan pada biji dan Warna biji yang busuk bervariasi dari merah jambu sampai merah kecoklatan. Gejala ini baru muncul bila dikupas kelobot jagung.Bentuk morfologi cendawan Fusarium sp. yaitu spora dalam bentuk konidia dibentuk diujung tangkai konidia atau klamidospora. Konidia ada yang bersekat satu dan tidak bersekat, sedangkan makrokonidia ada yang bersekat sampai 10 walaupun ada yang tidak bersekat. PENGENDALIANPengendalian penyakit busuk batang jagung dapat dilakukan dengan beberapa cara:1. Penggunaan varietas tahan.Beberapa varirtas yang dilaporkan tahan terhadap Fusarium sp adalah Surya, Bisi-1, Bisi-4, Bisi-5, Gumarang, Pioneer-8, Pioneer-10, Pioneer-12, Pioneer-13, Pioneer-14.2. Pemupukan berimbang dengan tidak memberi nitrogen dosis tinggi, dan Kalium dosis rendah.3. Penggunaan agensia hayati yang mempunyai sifat antagonis, seperti Trichoderma sp. satu sampai dua minggu setelah adanya pathogen Fusarium sp. pada tanaman jagung dan atau cendawan T. Viride ( sebagai cendawan protektan pathogen bagi Fusarium moniliforme )4. Penggunaan fungisida dengan bahan aktif Mancozeb dan Carbendazim dengan nama perdagangannya adalah Delsene MX-200. 5. Melakukan pergiliran tanaman dengan tanaman yang bukan tanaman serealia.6. Hal lain yang perlu diperhatikan untuk pengendalian penyakit ini adalah jangan membiarkan tongkol jagung terlalu lama mengering di pertanaman, dan pada bagian bawah batang jagung dipatahkan agar ujung tongkol jagung tidak mengarah ke atas, Penulis : Muhromin, SPt