Loading...

Pengendalian Penyakit Busuk Pelepah dan Busuk Batang pada Jagung

Pengendalian Penyakit Busuk Pelepah dan Busuk Batang pada Jagung
Busuk Pelepah (Sheath Bliht)Busuk pelepah daun merupakan salah satu penyakit yang dapat menyebabkan kehilangan hasil pada tanaman jagung hingga lebih dari 50%. Untuk itu maka perlu diketahui apa gejala dari penyakit busuk pelepah daun tersebut, apa yang menjadikan penyebab penyakit, dan bagaimana cara mengendalian penyakit tersebut. Gejala: Gejala Penyakit busuk pelepah daun yaitu adanya bercak berwarna agak kemerahan, kemudian berubah menjadi abu-abu. Selanjutnya bercak meluas dan diikuti oleh pembentukan seklerotium secara tidak beraturan, berwarna putih, kemudian menjadi coklat.Gejala penyakit dimulai dari bagian tanaman yang paling dekat dengan permukaan tanah dan menjalar ke bagian atas. Pada varietas yang tidak tahan terhadap penyakit busuk pelepah daun ini, cendawan dapat manjalar hingga mencapai pucuk atau tongkol. Cendawan bertahan hidup sebagai miselium dan sklerotium pada biji, di tanah, serta pada sisa-sisa tanaman di lapang. Miselium dan sklerotium ini akan terangsang pertumbuhannya apabila tanah dalam kondisi basah, lembab dan drainase kurang baik, sehingga merupakan sumber utama inokulum.Penyebab:Penyebab penyakit busuk pelepah pada tanaman jagung adalah Rhizoctonia solani. Pengendalian:Ada beberapa cara yang dapat digunakan dalam usaha pengendalian penyakit busuk pelepah daun, diantaranya adalah: (1) Penggunaan varietas/galur yang tahan sampai agak tahan terhadap penyakit hawar pelepah seperti Semar-2, Rama, GM 27; (2) Tanaman tidak terlalu rapat agar kelembaban tidak terlalu tinggi; (3) Lahan mempunyai drainase yang baik; (4) Pergiliran tanaman, tidak menanam jagung terus-menerus pada lahan yang sama; (5) Penggunaan fungisida berbahan aktif mancozeb dan carbendazim.Busuk Batang (Stalk Rot)Tanaman jagung yang terserang penyakit busuk batang (Stalk Tot), dapat mengalami kerusakan dan penurunan produksi hingga 65%.Gejala: Tanaman jagung yang terinfeksi penyakit busuk batang akan menunjukkan gejala layu, atau bahkan menyebabkan seluruh daunnya kering. Gejala tersebut terjadi pada stadia generatif, yaitu setelah fase pembungaan. Pangkal batang yang terinfeksi terlihat warna merah jambu, merah kecoklatan atau coklat.Penyebab:Penyakit busuk pangkal batang pada tanaman jagung disebabkan oleh spesies/cendawan seperti Colletotrichum gramminearum, Diplodia maydis, Gibberella zeae, Fusarium moniliforme, Marophomina phaseolina, Pythium apanidermatum, Cephalosporium acremonium maydis, dan Cephalosporium acremonium. PePenularan.Cendawan penyebab penyakit busuk batang tanaman jagung memproduksi konidia pada permukaan tanaman Inang. Konidia tetsebut dapat disebarkan oleh angin, air hujan atau serangga. Pada saat tidak ada ttanaman, cendawan bertahan pada sisa-sisa tanaman yang teinfeksi, dalam fase hifa atau piknidia dan peritesia yang berisi spora. Pada saat kondisi lingkungan sesuai untuk perkembangannya, spora akan keluar dari piknidia atau peritesia. Spora pada permukaan tanaman jagung akan tumbuh dan menginfeksi melalui akar atau pangkal batang. Infeksi awal dapat melalui luka atau membentuk sejenis apresoria yang mamou masuk ke jaringan tanaan. Spora/konidia yang terbawa angin dapat menginfeksi tongkal, dan biji yang terinfeksi bila ditanam dapat menyebabkan penyakit busuk batang.PengendalianCara yang dapat dilakukan dalam rangka pengendalian penyakit busuk batang diantaranya adalah dengan: (1) Penanaman varietas tahan seperti BISI-1, BISI-4, BISI-5, Surya, Exp 9572, Exp.9702, Exp. 9703, CP 1-2, FPC 9923, Pioneer-B, Pioneer-10, Pioneer-12, Pioneer-13, Pioneer 14, Semar-9, Palakka, dan J1-C3; (2) Pergiliran tanama; (3) Pemupukan berimbang; (4) menghindari pemberian N tinggi dan K rendah; (5) drainase baik; dan (6) Secara hayati dengan cendawan antagonis Trichoderma sp.Penulis: Sri WijiastutiSumber: Petunjuk Lapang Hama,Penyakit.Hara pada jagung. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. 2008.