Loading...

Pengendalian Penyakit Busuk Pucuk Dan Gugur Buah Pada Tanaman Kelapa

Pengendalian Penyakit Busuk Pucuk Dan Gugur Buah Pada Tanaman Kelapa
Pengendalian Penyakit Busuk Pucuk DanGugur Buah Pada Tanaman Kelapa Oleh Bengs Y. Ronga, SP Penyuluh Pertanian Kota Manado Phytopthora merupakan salah satu cendawan yang sangat berbahaya, karena dapat menyebabkan penyakit busuk pucuk (budrot) dan gugur buah (nutfall) pada tanaman kelapa. Penyakit ini belum pernah diketahui secara pasti sebelum penanaman Kelapa Hibrida secara luas di Indonesia. Masalah ini berkembang cepat selama beberapa tahun terakhir dalam jumlah besar terutama pada pertanaman Kelapa Hibrida.Di banyak daerah penanaman kelapa hibrida dan kebun induk di laporkan bahwa lebih dari 40% tanaman mati selama 10 tahun penanaman, seperti yang terjadi pada kebun di Sumatera Utara kematian tanaman mencapai 46% (Vorglese dkk, 1988).Penyakit gugur buah pada daerah pusat serangan dapat mencapai 75% buah gugur/tahun. Hasil taksiran tahunan di Kebun Induk Paniki, Balai Penelitian Kelapa, secara keseluruhan kehilangan produksi mencapai 50%. Serangan kedua penyakit ini diduga lebih banyak pada daerah-daerah curah hujan dan kelembaban udara relative tinggi.Penyakit busuk pucuk kelapa mulai dilaporkan dari berbagai wilayah perkelapaan ketika penyakit ini menyerang Kelapa Hibrida, khususnya Kelapa Hibrida PB-121 dan Kelapa Genjah Kuning Nias (GKN).Diperkirakan penyakit busuk pucuk sejak dulu telah menyerang Kelapa Dalam di Perkebunan Rakyat, tetapi tidak pernah dilaporkan dan munculnya jarang sehingga diabaikan. Sebelum Kelapa Hibrida dikembangkan di Indonesia penyakit ini belum menjadi perhatian.Perkembangan penyakit ini di Sulawesi Utara dirasakan cukup cepat sehingga dikategorikan sebagai penyakit kelapa yang berbahaya sehingga perlu adanya penanggulangan terpadu pada tanaman-tanaman yang belum terserang.Penyebab Penyakit Busuk Pucuk Dan Gugur BuahHasil isolasi pathogen dari jaringan pucuk kelapa yang terserang penyakit busuk pucuk ditemukan penyebab penyakit adalah Phytopthora palmivora.Di Pantai Gading, Afrika Barat, dilaporkan P. Heveae sebagai penyebab penyakit busuk pucuk dan gugur buah. Di Jamaica dilaporkan serangan P. Parasitica pada pelepah daun, tapi tidak menyerang pada pucuk kelapa. Di Indonesia dilaporkan terdapat P.Palmivora (Butler) Butler MF. A1 Matingtype dan P. Parasitica (P. Nicotianae). Identifikasi beberapa isolate dari busuk dan gugur buah kelapa di Sulawesi Utara menghasilkan P. Palmivora. Hasilkan inokulasi dan identifikasi beberapa kali di Laboratorium Balai Penelitian Kelapa, diperoleh P. Palmivora adalah penyebab penyakit busuk pucuk dan gugur buah, sehingga penyakit ini sebenarnya satu macam tetapi dapat menyerang beberapa bagian tanaman, terutama pada mahkotanya.a. Penyakit Busuk PucukPenyakit busuk pucuk dapat dibedakan dari busuk pucuk lainnya seperti serangan kumbang Oryctes rhinoceros, sambaran petir atau panyakit layu. Gejala awal adalah memendeknya daun yang belum terbuka maupun terbuka penuh, perubahan warna daun menjadi pucat akhirnya berubah cokelat. Bagian ujung daun yang baru terserang, membengkak dan layu, walaupun warna masih agak hijau.Gejala yang jelas terlihat adalah mengeringnyadaun-daun ditengah tajuk yang terjadi pada daun-daun yang belum terbuka (daun tombak) dan dekat bagian daun pangkalnya. Gejala ini berawal dengan busuknya jaringan di bawah petiol daun-daun yang terserang.Kelanjutan dari pembusukan adalah serangan pada titik tumbuh dan akhirnya tanaman mati. Apabila dibuka daun pelepah satu persatu pada bagian pangkal akan terlihat bercak-bercak.b. Penyakit Gugur BuahGejala pertama sebelum buah jatuh yaitu adanya bercak kecil tak beraturan, berwarna cokelat terang, diameter sekitar 1 cm dan kebasah-basahan. Bercak ini berkembang dan berubah warna menjadi gelap, akhirnya menjadi cekung dan kering, bagian atas dari bercak agak kebasahan. Bercak yang warnanya gelap sering kali dikelilingi oleh bagian luar berwarna cokelat, bergelombang.Pada stadia lanjut bercak makin meluas pada permukaan. Gugur buah biasanya terjadi apabila bercak sudah mencapai perianth dan umumnya perianth akan tinggal menempel pada tangkai bunga. Sejak gejala pertama nampak sampai buah gugur 3 – 4 minggu. Periode ini akan lebih pendek pada buah yang lebih muda. Pada tingkat infeksi tinggi, buah sakit maupun sehat akan jatuh bersama tandan buahnya.Setelah buah terinfeksi, penyakit menyebar lebih cepat dalam jaringan mesocarp (sabut) dan epicarp (kulit luar). Bagian sabut yang terserang akan berwarna kemerah-merahan sampai cokelat kekuningan dan akhirnya berwarna cokelat gelap. Perkembangan bercak sekunder pada permukaan buah seringkali merupakan hasil penyebaran infeksi melalui sabut yang secara berkala muncul ke permukaan buah. Tempurung dan daging buahnya juga sering terserang pada buah yang terinfeksi berumur kurang dari 9 bulan. Tempurung berwarna cokelat sebelum waktunya dan endosperm (daging buah) tidak menebal tetapi menjadi lunak. Gejala SeranganA. Busuk PucukPenyakit busuk pucuk dapat dibedakan dari penyakit lainnya. Gejala awal dari penyakit ini adalah terjadinya perubahan warna pada daun-daun yang belum terbuka maupun yang sudah terbuka penuh (daun muda) berubah menjadi pucat dan tidak berkilau apabila kena sinar matahari. Bagian ujung daun yang baru terserang membengkak tidak normal dan menjadi layu walaupun masih agak hijau.Pada stadium seperti ini sulit untuk dibedakan dengan tanaman sehat. Pada stadium lanjut, gejala yang paling jelas adalah mengeringnya daun-daun yang belum terbuka (daun tombak) dan daun-daun muda disekitarnya. Akibatnya daun-daun ini patah dekat bagian pangkal, gejala ini akan jelas terlihat dengan membusuknya jaringan dibawah petiole dari daun-daun yang terserang sehingga tanaman sudah mati kerana proses serangan dan pembusukkan pada titik tumbuh yang mengakibatkan tanaman tidak lagi mengeluarkan daun baru, dan jika di belah bagian pucuknya maka akan terlihat jelas pembusukkannya pada bagian titik tumbuh.Pengguguran buah terjadi apabila bercak sudah mencapai perianth. Kadang-kadang bercak pada kulit luar belum mencapai perianth sudah terjadi pengguguran buah, hal ini disebabkan infeksi sudah terjadi pada bagian dalam sabut. Waktu gejala nempak sampai buah gugur berkisar 3 – 4 minggu.Periode ini akan lebih pendek pada buah yang lebih muda. Umur buah yang peka terhadap penyakit berkisar 6 bulan. Pada tingkat infeksi tinggi buah sakit maupun sehat akan jatuh bersama tandannya. Setelah buah terinfeksi, penyakit ini akan menyebar lebih cepat dalam jaringan mesocarp (sabut) dan epicarp (kulit luar) yang pada akhirnya berwarna cokelat gelap. Tempurung dan daging buah (endosperm) juga dapat terserang.Pada buah yang terinfeksi berumur kurang dari 6 bulan tempurung akan berwarna cokelat sebelum waktunya dan endosperm menjadi lunak, sehingga tidak dapat dikonsumsi ataupun dijadikan benih.Gejala yang paling khas untuk membedakan dengan kerusakan lainnya yaitu serangan Pythophthora menghasilkan bau busuk yang sangat tajam.Inokulum P. Palmivora yang ada di lapangan mengakibatkan terjadi infeksi pada tanaman karena Pytopthora muda terbawa oleh angin, alat pertanian, serangga, air, tanah dan manusia dari satu tempat ke tampat lain yang berdekatan ataupun bejauhan. P.Palmivora dapat bertahan dalam tanah atau jaringan tanaman untuk waktu yang lama, bahkan ada yang bertahun-tahun. Umumnya setiap pohon kelapa yang terserang busuk pucuk akan mati.B. Gugur BuahGejala pertama sebelum buah jatuh yaitu adanya bercak kecil tak beraturan, berwarna cokelat terang kebasah-basahan. Bercak ini berkembang dan berubah warna menjadi gelap akhirnya menjadi cekung dan kering, bagian atas dari bercak agak basah. Pada stadia lanjut bercak makin luas pada permukaan. Teknik Pengendalian Penyakit Busuk Pucuk Dan Gugur BuahAdapun cara pengendalian penyakit ini harus dilakukan strategi pengendalian terpadu meliputi :1. Sanitasi- Sanitasi dilakukan dengan membersihkan sisa-sisa buah dan kotoran lain yang tertangkap pada ketiak pelepah di atas pohon juga sekitar areal bobokor harus bersih.- Buah kelapa yang terserang penyakit gugur buah di atas pohon di ambil dan dimusnahkan.- Buah-buahan yang jatuh ke tanah haris dikeluarkan untuk mencegah infeksi cendawan di dalam tanah.2. Pemangkasan DaunMelakukan pemangkasan daun-daun kelapa yang saling menutup untuk memberikan peluang masuknya cahaya matahari yang cukup sehingga kelembaban makin rendah.3. Tebang BakarPohon-pohon yang sudah terserang penyakit ini supaya segara di tebang kemudian di bakar, terutama pucuknya.4. Pengendalian secara Kimiaa. Teknik Infus AkarFungisida sistemik yang diformulasikan dalam bentuk cair seperti Folirfos 400AS lebih efektif jika diberikan melalui teknik infuse akar.Cairan fungisida bersama-sama dengan zat hara di translokasikan melalui jaringan xylem diangkut ke bagian atas tanaman, kemudian di translokasikan melalui jaringan phyloem keseluruh bagian tanaman. Fungisida yang diformulasikan dalam bentuk tepung (dust) atau tepung basah (wettable powder) tidak efektif jika diberikan melalui teknik infuse akar. Hal ini disebabkan karena pertikel-pertikel fungisida menyumbat pori-pori akar sehingga tidak dapat menyerap cairan fungisida.Langkah teknik infuse akar adalah sebagai berikut :Galilah lobang seluas 20 x 20 x 20 cm dan carilah akar berdiameter 1 cm, berwarna cokelat kemerahan, kemudian akar tersebut dipotong tegak karena apabila dipotong miring ujung akar akan menjadi tajam sehingga membuat kantong plastik mudah robek jika terkena ujung akar tersebut. Setelah akar di gunting, lalu dimasukkan kantong plastik yang berisi cairan fungisida.Kemudian ujung kantong plastik di ikat dengan kawat halus (seperti magictwister) atau karet gelang. Penekanan akar perlu dilakukan agar akar tidak mengarah ke atas yang dapat mengakibatkan tumpahnya fungisida. Untuk menjaga dari keamanan fungisida tersebut maka dilakukan penutupan pada bagian atas lobang dengan potongan kayu agar terhindar dari gangguan hewan maupun manusia. Waktu yang diperlukan akar untuk menyerap 25cc fungisida Folirfos 400AS adalah 2 – 4 jam pada keadaan cuaca cerah.Teknik infuse akan efektif dan dapat digunakan di perkebunan maupun petani, tetapi harus hati-hati dalam mengkonsumsi kelapa segar. Oleh sebab itu setiap ada perlakuan infuse akar selang 12 – 16 minggu (3 – 4 bulan) kemudian baru kelapa segar dapat dikonsumsi. b. Teknik Injeksi batangPada dasarnya teknik injeksi batang sama dengan infuse akar yaitu mentranslokasikan fungisida dari batang keseluruhan bagian tanaman. Teknik ini telah dilakukan oleh Balai Penelitian Kelapa untuk mengendalikan penyakit busuk pucuk dan gugur buah.Adapun langkah-langkah penggunaan teknik injeksi batang adalah sebagai berikut :Buatlah lobang pada batang setinggi 100 – 150 cm dari permukaan tanah dengan menggunakan alat bor (borer), dalamnya lobang 20 cm dan berdiameter 1 cm sebelah menyebelah kemudian fungisida Folirfos 400AS yang telah diisi kedalam alat injeksi sebanyak 25cc dimasukkan ke dalam lobang tersebut dan ditutup dengan pasak kayu. Penggunaan alat ini sangat mudah jika dibandingkan dengan teknik pengendalian lainnya dan dapat menghemat biaya tenaga kerja terutama pada perkebunan besar.Selain teknik-teknik diatas pengendalian penyakit gugur buah dapat juga dilakukan dengan cara kultur teknis.Usaha-usaha yang dilakukan seperti mengadakan perbaikan drainase dengan membuat saluran-saluran air sehingga tidak tergenang, membersihkan kotoran atau sisa-sisa buah dan bunga yang tertinggal diketiak daun.Hal ini dimaksudkan untuk menjaga agar kelembapan relative rendah pada bagian tajuk tanaman ,sehingga jamur P.Palmivora tidak dapat berkembang. Buah-buah yang jatuh ke tanah harus dikeluarkan untuk mencegah infeksi cendawan dari dalam tanah.Tanaman yang terserang penyakit busuk pucuk sebaiknya dibersikan dan dikeluarkan untuk mencegah infeksi cendawan dari dalam tanah.Tanaman yang terserang penyakit busuk pucuk sebaikya dibersikan dan dikeluarkan dari areal penanaman dengan cara ditebang dan pucuknya dibakar, agar jamur P.Palmifora tidak dapat berkembang.