Loading...

Pengendalian Penyakit Hawar Daun (Cassava Bacterial Blight=CBB) Pada Tanaman Ubi Kayu

Pengendalian Penyakit  Hawar  Daun  (Cassava Bacterial Blight=CBB)  Pada Tanaman Ubi Kayu
Petani dalam budi daya ubi kayu banyak menghadapi masalah yang dapat menurunkan produksi dan kualitas umbi. Masalah tersebut diantaranya adalah adanya gangguan hama, penyakit, dan gulmaPenyakit tanaman disebabkan oleh patogen yang berupa jazat yang berukuran sangat kecil (mikroskopis), antara lain: jamur, bakteri mikroplasma dan virus tanaman. Patogen tersebut apabila menginfeksi tanaman selanjutnya akan berkembang biak dan menyebar di dalam tanaman, dan akhirnya tanaman mengalami kerusakan yang disebut dengan gejala penyakit. Gejalan penyakit pada ubi kayu dapat dilihat pada daun, batang, dan umbi. Salah satu penyakit yang menyerang tanaman ubi kayu adalah Hawar Daun.Gejala Penyakit hawar daun disebabkan oleh bakteri Xanthomonas campestris pv. manihotis, yang menyerang daun dan batang. Gejala awal berupa lesio berwarna abu-abu mirip bekas tersiram air panas. Lesio dibatasi oleh tulang-tulang daun sehingga terbentuk lesio (bercak) menyudut, terlihat lebih jelas pada sisi bawah daun. Terdapat empat tingkatan gejala hawar daun yaitu: 1) lesio dengan bentuk menyudut; 2) lesio meluas menjadi bercak nekrotik (kematian jaringan pada lokasi infeksi); 3) perlendiran massa bakteri yang terjadi pada tangkai, helai daun, serta batang; 4) mati pucukKerusakan akibat infeksi bakteri ini dapat diamati pada jaringan muda dan dinding bagian luar dari pembuluh kayu. Infeksi bakteri hawar yang menyebabkan penyakit mati pucuk, penurunan kuantitas dan kualitas bahan tanam (stek) BioteknologiPerkembangan penyakit hawar daun sangat dibantu oleh curah hujan yang tinggi, karena hujan akan meningkatkan kelembaban dan membantu pemencaran bakteri. Penyakit hawar daun lebih banyak terdapat pada tanah yang kurang subur. Pada musim hujan apabila terjadi fluktuasi suhu yang mencolok 15 - 30ºC akan meningkatkan serangan penyakit. Sampai saat ini bakteri penyebab penyakit hawar daun tidak mempunyai tanaman inang lain, hanya dapat menyerang Manihot spp (ubi kayu)PengendalianPenyakit hawar daun dapat dikendalikan dengan antara lain: 1) menanam varietas tahan yaitu Adhira-1, Manggu-2, demikian pula dengan klon local Perelek dan Genang; 2) eradikasi sisa-sisa tanaman sakit dengan cara dibakar di lahan setempat; 3) mencegah distribusi bahan tanaman (stek) terinfeksi dari satu daerah ke daerah lain; 4) selama 2-3 tahun dilakukan rotasi dengan tanaman serealia dan kacang-kacangan; 5) tumpang sari ubi kayu dengan tanaman jagung dan wijen. Sumber: Litbang PertanianPenulis : Marwati (Pusat Penyuluhan Pertanian-BPPSDMP-Kementan)