Loading...

Pengendalian Penyakit Hawar Daun dan Busuk Pangkal Batang Tanaman Kenaf

Pengendalian Penyakit Hawar Daun dan Busuk Pangkal Batang Tanaman Kenaf
Penyakit Hawar DaunPenyakit Hawar Daun banyak ditemukan pada tanaman kenaf, umumnya menyerang tanaman pada saat curah hujan dan kelembaban udara tinggi. Gejala: Penyakit Hawar Daun dapat menyerang daun, pucuk tanaman maupun kulit batang. Pada umumnya infeksi terjadi pada helaian daun dekat dengan tangkai. Daun yang terinveksi mula-mula berwarna hijau kotor, kemudian berubah menjadi busuk berwarna cokelat dengan bintik-bintik berwarna hitam yang merupakan piknidia jamur. Daun-daun yang terinveksi akhirnya rontok sehingga pertumbuhan terhambat. Serangan jamur pada kulit batang menyebabkan gejala becak cokelat dengan bintik-bintik hitam yang kelak tidak dapat lunak jika batang direndam. Penyebab penyakitPenyakit Hawar Daun disebabkan oleh jamur Phoma sabdariffae Sacc yang membentuk piknidium berwarna hitam dengan ostiol di bagian atas; konidiofor pendek; konidia kecil, hialin, satu sel dan membentuk bulat telur.EpidemiPatogen ini ditularkan oleh serangga pencari madu dan kumbang Padagrica javana Motch yang memakan daun kenaf. Luka yang ditimbulkan oleh kumbang merupakan jalan masuk jamur. Perkembangan penyakit sangat dibantu oleh suhu sejuk dan kelembaban yang tinggi. Penyakit ini banyak terjadi pada tanaman yang rapat dan rimbun serta curah hujan tinggi.PengendalianPenyakit hawar daun dapat dikendalikan dengan berbagai cara, diantaranya adalah dengan sanitasi, teknik budidaya dan pengendalian kimiawi. Pengendalian dengan sanitasi dapat dilakukan dengan memusnahkan daun yang terserang penyakit. Daun tersebut dikumpulkan dan selanjutnya dimusnahkan. Pengendalian dengan teknik budidaya dapat dilakukan dengan cara pengaturan jarak tanam sehingga kelembaban tidak terlalu tinggi. Pengendalian kimiawi dapat dilakukan dengan penyemprotan Benomyl 0,05%, Mankozeb 0,3-0,5% dan penyemprotan insektisida Metomil 0,1-0,2%, Kuinalfos 0,2-0,4% untuk mengendalikan hama P. javana. Busuk pangkal batangPenyakit Busuk Pangkal Batang dapat terjadi pada kenaf muda maupun dewasa. Tanaman kenaf yang telah terinfeksi oleh nematode puru akar akan lebih mudah terinfeksi penyakit busuk pangkal batang. GejalaTanaman yang terinfeksi penyakit Busuk Pangkal Batang akan menjadi layu yang terjadi secara mendadak. Selanjutnya pangkal batang akan busuk, berwarna cokelat kehitaman dengan batas terlihat jelas. Pada pangkal batang biasanya terdapat miselium jamur berwarna putih seperti bulu, demikian pula permukaan tanah di sekitarnya. Pada akhirnya terbentuk sklerotium berwarna cokelat, berdinding halus, bulat. Penyebab PenyakitPenyakit Pangkal Batang disebabkan oleh Jamur Sclerotium rolfsii Sacc. Jamur membentuk miselium putih seperti bulu atau kipas dan membentuk alat untuk mempertahankan diri berapa sklerotium, berwarna cokelat, berbentuk bulat dengan jari tengah 0,5-1,5 mm. EpidemiJamur S. rolfsii merupakan jamur yang mempunyai iang sangat banyak. S. rolfsii menyerang lebih dari 500 jenis tanaman yang berasal dari 100 famili. Jamur membentuk sklerotium sehingga dapat bertahan terhadap lingkungan yang yang tidak cocok (kering) dan apabila ada air (kelembaban cukup) maka sklerotium akan berkecambah. Penyebaran jamur biasanya melalui aliran air.PengendalianPenyakit Busuk Pangkal Batang dapat dikendalikan dengan berbagai cara, diantaranya dengan sanitasi, dengan penambahan bahan organik, dan dengan penanaman varietas yang tahan. Cara sanitasi dapat dilakukan dengan mencabut tanaman yang sakit maupun sisa tanaman yang ada di sekitarnya dikumpulkan kemudian dimusnahkan atau dipendam. Pembenaman sisa tanaman dan gulma harus lebih dari 20 cm untuk mempercepat dekomposisi sehingga sklerosia ataupun hifa jamur tidak bisa bertahan pada bahan organik yang belum terdekomposisi. Pemberian bahan organik juga dapat dilakukan untuk pengendalian Penyakit Busuk Pangkal Batang tersebut, karena penambahan bahan organik terutama pupuk kandang ayam akan menghancurkan sklerosia yang bertahan di dalam tanah akibat meningkatnya aktivitas mikroorganisme di dalam tanah yang berfungsi sebagai decomposer sekaligus mikoparasit. Pengendalian penyakit dengan penanaman varietas yang tahan dapat dilakukan dengan menanam varietas yang menunjukkan ketahanan moderat yaitu Hc 32, Hc. G 51, dan Hc 10/11.Terdapat pula penyakit yang menyerang kenaf yaitu: 1) Penyakit Rebah Kecambah yang disebabkan oleh kompleks pathogen yang meliputi jamur Fusarium spp, Rhizoctonia solani dan Sclerrotium rolfsii dengan gejala kecambah dan tanaman muda busuk pada pangkal batangnya, berwarna cokelat dan akhirnya rebah; 2) Penyakit Antraknosa dan becak daun yang disebabkan oleh jamur Gloeosporium sp. Gejalanya adalah adanya becak cokelat pada daun. Pada kondisi lembab terkadang muncul massa konidia berwarna jingga pada tengah becak. Antraknosa juga menyerang buah; 3) Becak daun dan becak batang yang disebabkan oleh jamur Curvalaria sp. Gejala pada daun adalah adanya becak cokelat kemerahan dengan warna putih di tengahnya, sedangkan pada batang berupa becak cokelat; d) Shoreshin, hawar daun akibat serangan R. solani. Kondisi ini muncul pada saat lembab dan daun sangat rimbun. Percikan air hujan akan membantu inoculum yang terbawa air naik dan menginfeksi daun. Daun yang terserang mengering. Hifa jamur kecokelatan menyebar ke jari-jari daun dan menyatukannya sehingga daun mengerut; e) Becak daun Cylindrosporium. Permukaan daun yang terinveksi terlihat diselimuti miselia hitam. Pada kondisi lembab, penyakit menyebar dengan cepat dan menyebabkan kerontokan daun; f) Penyakit Layu Bakteri yang disebabkan oleh Ralstonia solanacearum. Layu terjadi secara tiba-tiba . Jika dicabut, perakaran busuk basah berwarna hitam dan mengeluarkan bau tidak enak. (Sri Wijiastuti, Penyuluh Pertanian Pusluhtan, BPPSDMP, Kementan) .Sumber: KENAF (Hibiscus cannabinus L.) Departemen Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Pusat Penlitian dan Pengembangan Perkebunan. Balai Penelitian Tanaman Tembakau dan Serat. 2009.