Loading...

Pengendalian Penyakit Kresek Atau Xanthomonas

Pengendalian Penyakit Kresek Atau Xanthomonas
pengendalian penyakit kresek atau xanthomonas turunnya hasil terutama dikarenakan kerusakan pada daun yang menyebabkan fotosintesis berkurang atau bahkan berhenti. pada malai, pengisian akan sangat terganggu sehingga biji bernas hanya dihasilkan pada ujung malai sementara semakin mendekat ke pangkal akan hampa. berikut adalah gambar gejala serangan opt xanthomonas oryzae : pada gambar terlihat bahwa malai masih terlihat hijau sementara daun sudah mengering. salah satu penyakit penting pada tanaman padi yang menjadi momok petani kita adalah penyakit kresek atau hawar daun bekteri. banyak petani yang belum mengetahui bagaimana cara mengendalikan penyakit ini. kebanyakan petani menganggap kresek sebagai penyakit yang disebabkan oleh jamur sehingga mereka mengendalikannya dengan fungisida. bahkan ada yang lebih parah lagi menganggap penyakit ini berasal dari serangan hama sehingga mereka mengendalikannya dengan insektisida. menurut para pakar hama dan penyakit tanaman, penyakit kresek ini bisa diantisipasi dengan budidaya tanaman secara sehat. penyebab penyakit penyebabnya adalah bakteri, xanthomonas campestris pv oryzae ( penyebab hawar daun bakteri/bacterial leaf blight ) dan xanthomonas campestris pv oryzicola (penyebab penyakit bakteri daun bergaris/bacterial leaf strike). bakteri ini berbentuk batang (basil) dengan satu flagel sebagai alat geraknya (monotrik). perkebangbiakannya secara vegetatif atau asexual dengan membelah diri (divisio). faktor lingkungan sangat mempengaruhi perkembangbiakannya, terutama suhu, kelembaban dan cahaya. suhu optimum perkembangan bakteri ini adalah 30 derajat celcius, sehingga banyak dijumpai di daerah beriklim sedang dan tropis. patogen ini mempunyai virulensi yang bervariasi tergantung kemampuannya untuk menyerang varietas padi yang mempunyai gen resistensi berbeda. penyebaran penyakit bakteri xanthomonas oryzae termasuk dalam bakteri heterotrof, karena membutuhkan suatu zat organik untuk kehidupannya, ini menyebabkan bakteri xanthomonas oryzae merupakan salah satu bakteri parasit. perpindahan atau penyebaran dari sumber infeksinya (jerami yang terinfeksi, tunggul jerami, singgang dari tanaman yang terinfeksi, benih, dan gulma inang) melalui hujan, angin dan percikan air. umumnya bakteri ini menginfeksi melalui hidatoda atau luka, luka yang disebabkan karena pergesekan daun (akibat terlalu rimbun) maupun luka pada saat bibit dicabut dari persemaian untuk dipindahtanamkan. setelah masuk ke dalam jaringan tanaman, bakteri memperbanyak diri dalam ephitemi yang menghubungkan dengan sistem vaskular tanaman, kemudian menyebar ke seluruh jaringan tanaman. gejala serangan dan kerusakannya pada tanaman yang berumur kurang dari 30 hari (persemaian atau awal pindah tanam), gejalanya disebut kresek dengan dicirikan daun berwarna hijau kelabu, melipat dan menggulung. kondisi parah mengakibatkan seluruh daunnya menggulung, layu kemudian mati, mirip tanaman terserang penggerek batang atau tersiram air panas (lodoh). setelah fase pembentukan anakan maksimal hingga fase pemasakan, gejala serangannya disebut hawar dengan diawali adanya bercak kelabu (water soaked) pada tepi daun, bila gejalanya meluas maka seluruh helaian daun akan mengering (klaras). kerugian hasil yang disebabkan oleh penyakit hawar daun bakteri dapat mencapai 60%. hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tingkat keparahan 20% sebulan sebelum panen, penyakit sudah mulai menurunkan hasil. di atas keparahan itu, hasil padi turun 4% tiap kali penyakit bertambah parah sebesar 10%. -. pengendalian secara terpadu pengendalian hawar daun bakteri (blb) harus dilakukan secara dini dengan memadukan semua komponen pengendalian yang memiliki kompatibilitas tinggi dengan prinsip-prinsip budidaya tanaman sehat dan pelestarian musuh alami. - pengendalian secara fisik/mekanik - perlakuan benih penggunaan bibit muda lebih dianjurkan agar tidak banyak perakaran yang rusak - hindari pemotongan pucuk - bacterium chorine merupakan salah satu bakteri yang bisa menekan perkembangan bakteri patogenik -pengendalian secara kimiawi tutik lestari,sp (ppl bpp tlogowungu} https://www.google.com/search?q=padi+kresek+daun&safe=strict&client=opera&sxsrf=acybgnqh0agmh-