Pengendalian Penyakit Neck Blast Pada Tanaman Padi
PENGENDALIAN PENYAKIT NECK BLAST PADA TANAMAN PADI Penyakit potong leher yang biasa disebut oleh petani disebabkan oleh jamur pyriacularia oryzae.Penyakit ini tidak tiba –tiba muncul di lahan sawah tapi diawali dengan munculnya bercak-bercak coklat menyerupai belah ketupat pada stadium vegetatif atau masa anakan padi yang disebut blast daun. Pada stadium generatif masa bunting dan pengisian buah selain menginfeksi daun juga menginfeksi leher malai disebut blas leher ( neck blast) atau sering disebut potong leher. Jika sudah menyerang pada fase ini, malai padi menjadi hampa dan menyebabkan kerugian pada petani. Gejala awal penyakit Neck Blast Gejala pada daun berupa bercak-bercak berbentuk seperti belah ketupat dengan ujung meruncing. Pusat bercak berwarna kelabu atau keputih-putihan dan biasanya mempunyai tepi coklat atau coklat kemerahan. Gejala penyakit blast yang khas adalah busuknya ujung tangkai malai yang disebut busuk leher ( neck root). Tangkai malai yang busuk mudah patah dan menyebabkan gabah hampa, pada gabah yang sakit terdapat bercak-bercak kecil yang bulat. Langkah-langkah pencegahan Neck Blast Pada fase pembenihan Pengendalian penyakit blast lebih efektif apabila dilakukan sedini mungkin yaitu sejak pada saat pembenihan. Perlakuan benih dapat dilakukan dengan cara perendaman benih dalam larutan fungisida selama 24 jam ( sehari semalam) dan selama periode ini larutan diaduk setiap 6 jam.Lalu benih yang telah direndam ditiriskan dan diperam seperti biasa sebelum disemai. Pemupukan dan jarak tanam Untuk lahan sawah yang sering terserang neck blast maka disarankan untuk melakukan pemupukan berimbang serta diupayakan menggunakan jarak tanam yang teratur atau jajar legowo 2 : 1 atau 4 : 1 sehingga tingkat kelembabanbisa dikurangi. Pengaturan air secara intermitten sesuai kebutuhan tanaman, jangan sampai tanaman terenda terus menerus. Pengamatan secara berkala di lokasi penanaman sehingga dapat dilakukan tindakan segera. Pengamatan dilakukan di pinggir pematang dan di dalam lahan pertanaman untuk mengetahui ada atau tidaknya serangan penyakit Penyusun : Cut rosnaniah.Sp (Penyuluh Bpp Titeue Aceh Pidie)