Loading...

PENGENDALIAN PENYAKIT PADA PADI

PENGENDALIAN PENYAKIT PADA PADI
Dalam budidaya tanaman padi, maka tidak akan terlepas dari ancaman penyakit yang sering menyerang tanaman padi. Oleh karena itu diperlukan pengetahuan petani untuk bisa mengenal jenis-jenis penyakit tanaman padi agar petani bisa mengidentifikasi dan bisa menerapkan pengendalian secara tepat, cepat, dan akurat. Dengan terkendalinya serangan penyakit, maka tujuan dari budidaya akan tercapai. Beberapa penyakit yang menyerang tanaman padi yaitu:a. Hawar Pelepah (Rhizoctania solani) Jamur ini sebagai penyebab berbagai penyakit pada berbagai tanaman. Nama latinnya akan muncul berulang kali pada setiap tanaman. Pemantauan penyakit ini perlu dilakukan karena keganasan serangannya. Penyebab penyakit ini kelembaban tinggi pemberian pupuk nitrogen berlebihan. Disamping penggunaan varietas yang potensi hasil tinggi jumlah anakan tinggi kelembaban disekitar tanaman tinggi kondisi seperti ini merangsang munculnya penyakit ini. Untuk mencegah serangan penyakit ini dapat menggunakan fungisida dengan aplikasi pada saat anakan maksimun dan awal fase produktif.b. Busuk Pelepah (Acrocylindrium oryzae) Gejala serangan penyakit ini yaitu rusaknya jaringan tanaman dalam berbagai ukuran, berwarna gelap dan di bagian tengah berwarna terang. Akhirnya jaringan yang rusak berkembang bersaman dan meluas kebagian pelepah. Didalam pelepah tersebut terbentuk tepung berwarna putih tepatnya pada bulir yang baru mumcul. Akibat serangan penyakit ini bulir tidak muncul karena terganggu pertumbuhannya. Sejauh pengetahuan tentang penyakit ini masih sedikit, sedikit pula usaha yang dilakukan untuk mencegah penyakit ini. Belum ada varietas tanaman padi yang tahan terhadap serangan penyakit ini. c. Penyakit Busuk Batang (Helminthosporium sigmoideum) Penyakit ini disebabkan oleh jamur dengan spora yang sangat tahan di dalam tanah. Spora jamur ini menginfeksi pangkal batang ketika spora tersebut mengapung dipermukaan air dan mencapai tanaman. Infeksi jamur ini mneyebabkan pelepah daun berubah warnanya menjadi gelap kemudian terkulai. Infeksi tersebut kemudian meluas kepelepah berikutnya dan pada akhirnya pada batang. Apabila batang terserang maka seluruh tanaman tumbang atau tanaman terkulai. Spora jamur ini berada pada jerami dan tanah hingga musim tanah berikutnya dan akan menginfeksi tanaman baru OLEH: Ngunju Tarambani, SST PPL Di Desa Matawai Pawali-BPP Lewa Kab. Sumba Timur