PENGENDALIAN PENYAKIT PADA TANAMAN CABE DENGAN TRICHODERMA SP
Memperkenalkan kepada petani teknologi pengendalian penyakit pada tanaman cabe dengan menggunakan agen hayati Trichoderma sp dan pemacu pertumbuhan tanaman dengan menggunakan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) Trichoderma adalah jenis fungi atau jamur yang berfungsi sebagai agen biokontrol karena bersifat antagonis terhadap jamur lainnya, terutama jamur yang bersifat patogen (menimbulkan penyakit). Mekanisme penghambatan jamur patogen oleh Tricoderma adalah dengan cara memproduksi metabolit yang berdifusi melalui membran dialisis sehingga bisa menghambat pertumbuhan jamur patogen [*]. Produk jadi dari Trichoderma ini sudah mulai diperdagangkan dalam berbagai merek dagang baik di toko-toko saprodi pertanian maupun penjualan secara online. Penggunaan produk ini juga sangat mudah, setelah dicampur dengan air dengan jumlah tertentu disemprot di seluruh bagian tanaman atau dikocor dipangkal tanaman. Bila yang berbentuk padat penggunaannya dicampur dengan tanah terlebih dahulu. Tantangan terbesar dalam penggunaan teknologi ini adalah tidak bisa digunakan bersamaan dengan pestisida atau pupuk kimia, karena Trichoderma adalah kultur hidup sehingga butuh kecermatan yang extra dalam pengaturan jadwal penggunaan antara produk kimia dan produk hayati ini. Berbeda dengan jamur Trichoderma, PGPR adalah produk yang dibuat dengan menggunakan bakteri yang biasa hidup di perakaran tanaman. Biasanya PGPR ini dikembangkan dari bakteri yang hidup pada akar tanaman bambu. Selain dapat menghasilkan hormon pertumbuhan, melarutkan unsur hara PGPR juga dapat mengendalikan penyakit dengan cara menghasilkan antibiotik. Produk PGPR ini juga sudah mulai tersedia di pasaran dan penggunaannya tidak jauh berbeda dengan Trichoderma. [*] https://id.wikipedia.org/wiki/Trichoderma Oleh. Afriadi, SP