Pengendalian hama dan penyakit tanaman padi melalui pengelolaan komponen epidemik tidak hanya sebagai teknik pengendalian tetapi dapat pula dikembangkan menjadi konsep penyelesaian masalah penyakit tanaman dengan memperhatikan keseimbangan ekosistem. Penyakit tanaman yang berkembang di alam merupakan interaksi antara patogen penyebab penyakit dengan tanaman inang dan lingkungan. Teori ini dikenal sebagai Pengendalian penyakit tanaman padi hingga kini masih mengandalkan penggunaan pestisida kimia sintetik yang relatif mahal sehingga biaya pengendalian meningkat, mencapai 25% dari total biaya produksi. Selain itu, penggunaan pestisida sudah terbukti mencemari lingkungan, terutama jika diaplikasikan secara tidak terkendali. Manipulasi lingkungan atau rekayasa ekologi berpeluang menekan perkembangan penyakit tanaman. Beberapa hama dan penyakit pada tanaman padi yang umumnya menyerang tanaman padi Penggerek Batang Blas Penyakit Hawar Daun Bakteri (HDB) Penyakit Tungro Penyakit lain yang juga perlu mendapat perhatian: Tikus Sawah