Loading...

PENGENDALIAN PENYAKIT TANAMAN JAGUNG

PENGENDALIAN PENYAKIT TANAMAN JAGUNG
a. Bulai Gejala penyakit ini terjadi pada permukaan daun jagung berwarna putih sampai kekuningan diikuti dengan garis-garis klorotik dan ciri lainnya adalah pada pagi hari disisi bawah daun jagung terdapat lapisan beledu putih yang terdiri dari konidiofor dan konidium jamur. Penyebab Penyakit bulai di Indonesia disebabkan oleh cendawan Peronosclerospora maydis dan Peronosclerospora philippinensis Cara pengendalian • Menanam varietas tahan: Sukmaraga, Lagaligo, Srikandi, Lamuru dan Gumarang • Melakukan periode waktu bebas tanaman jagung minimal dua minggu sampai satu bulan• Penanaman jagung secara serempak • Eradikasi tanaman yang terinfeksi bulai • Penggunaan fungisida metalaksil pada benih jagung (perlakuan benih) dengan dosis 0,7 g bahan aktif per kg benih. b. Bercak daun Gejala Penyakit bercak daun pada tanaman jagung dikenal dua tipe menurut ras patogennya yaitu ras O, bercak berwarna coklat kemerahan dengan ukuran 0,6 x (1,2_1,9) Cm. Ras T bercak berukuran lebih besar yaitu (0,6_1,2) x (0,6_2,7) Cm, berbentuk kumparan dengan bercak berwarna hijau kuning atau klorotik kemudian menjadi coklat kemerahan. c. Hawar daun Penyebab penyakit hawar daun adalah : Helminthosporium turcicum Cara pengendalian - Menanam varietas tahan Bisma, Pioner2, pioner 14, Semar 2 dan 5 - Eradikasi tanaman yang terinfeksi bercak daun - Penggunaan fungisida dengan bahan aktif mankozeb dan dithiocarbamate. d. Karat Gejala : Penyebab penyakit karat adalah Puccinia polysora Cara pengendalian : - Menanam varietas tahan Lamuru, Sukmaraga, Palakka, Bima 1 dan Semar 10 - Eradikasi tanaman yang terinfeksi karat daun dan gulma - Penggunaan fungisida dengan bahan aktif benomil e. Busuk pelepah Gejala Penyebab penyakit busuk pelepah adalah Rhizoctonia solani Cara pengendalian : - Menggunakan varietas/galur yang tahan sampai agak tahan terhadap penyakit hawar pelepah misalnya: Semar 2, Rama, Galur GM 27, - Diusahakan agar pertanaman tidak terlalu rapat sehingga kelembaban tidak terlalu tinggi - Lahan mempunyai drainase yang baik - Mengadakan pergiliran tanaman, tidak menanam jagung terus menerus di lahan yang sama - Penggunaan fungisida dengan bahan aktif mancozeb dan carbendazim f. Busuk Batang Gejala Tanaman jagung tampak layu atau kering seluruh daunnya. Umumnya gejala tersebut terjadi pada stadia generatif, yaitu setelah fase pembungaan. Pangkal batang yang terinfeksi berubah warna dari hijau menjadi kecoklatan, bagian dalam busuk, sehingga mudah rebah, pada bagian kulit luarnya tipis. Cara pengendalian • Pengendalian penyakit busuk batang jagung dapat dilakukan dengan menanam varietas tahan, hasil pengujian 54 varietas/galur jagung terhadap Fusarium sp. Melalui inokulasi tusuk gigi di dapat 17 varietas/galur yang paling tinggi ketahanannya yaitu BISI-1, BISI-4, BISI-5, Surya, Exp.9572, Exp. 9702, Exp. 9703, CPI-2, FPC 9923, Pioneer-8, Pioneer-10, Pioneer-12, Pioneer-13, Pioneer-14, Semar-9, Palakka, dan J1-C3. • Pergiliran tanaman, pemupukan berimbang, menghindari pemberian N tinggi dan K rendah, dan drainase yang baik. • Pengendalian penyakit busuk batang (Fusarium) secara hayati dapat dilakukan dengan cendawan antagonis Trichoderma sp. g. Busuk tongkol Penyakit busuk tongkol dapat disebabkan oleh beberapa jenis cendawan antara lain: 1) Busuk tongkol Fusarium Gejala Permukaan biji pada tongkol berwarna merah jambu sampai coklat, kadangkadang diikuti oleh pertumbuhan miselium seperti kapas yang berwarna merah jambu. 2) Busuk tongkol Diplodia Gejala Kelobot yang terinfeksi pada umumnya berwarna coklat, infeksi pada kelobot setelah 2 minggu keluarnya rambut jagung, menyebabkan biji berubah menjadi coklat, kisut dan busuk. Miselium berwarna putih, piknidia berwarna hitam tersebar pada klobot infeksi dimulai pada dasar tongkol berkembang ke bongkol kemudian merambat ke permukaan biji dan menutupi klobot. 3) Busuk tongkol Gibberella Gejala Tongkol yang terinfeksi dini oleh cendawan dapat menjadi busuk dan klobotnya saling menempel erat pada tongkol, badan buah berwarna biru hitam tumbuh di permukaan klobot dan bongkol. Gejala busuk tongkol Gibberella disebabkan oleh infeksi cendawan Gibberella roseum Cara pengendalian : • Pemeliharaan tanaman yang sebaik-baiknya, antara lain dengan pemupukan seimbang • Tidak membiarkan tongkol terlalu lama mengering di lapangan, jika musim hujan bagian batang dibawah tongkol dipatahkan agar ujung tongkol tidak mengarah keatas • Mengadakan pergiliran tanaman dengan tanaman yang bukan termasuk padi padian, karena patogen ini mempunyai banyak tanaman inang h. Virus mosaik kerdil jagung Gejala Gejala penyakit ini tanaman menjadi kerdil, daun berwarna mosaik atau hijau dengan diselingi garis-garis kuning, dilihat secara keseluruhan tanaman tampak berwarna agak kekuningan mirip dengan gejala bulai tetapi apabila permukaannya daun bagian bawah dan atas dipegang tidak terasa adanya serbuk spora. Cara pengendalian : 1. Mencabut tanaman yang terinfeksi seawal mungkin agar tidak menjadi sumber infeksi bagi tanaman sekitarnya ataupun pertanaman yang akan dating2. Mengadakan pergiliran tanaman, tidak menanam jagung terus menerus di lahan yang sama 3. Penggunaan pestisida apabila di lapangan populasi vektor cukup tinggi OLEH : FARIDA PISUWASAK,SPT WKPP BILOE, BPP BIBOKI UTARA KAB. TTU