Loading...

PENGENDALIAN PENYAKIT TANAMAN TEH

PENGENDALIAN PENYAKIT TANAMAN TEH
Beberapa penyakit penting pada tanaman teh antara lain penyakit cacar daun teh dan akar merah. Adapun penyakit tersebut sebagai berikut : PENYAKIT CACAR DAUN TEHPenyebabnya adalah cendawan Exobasidium vexans Mass. Gejala awal berupa bercak kecil berwarna hijau pucat, kemudian menjadi cekung, seperti cacar tertutup debu putih kelabu yang terdiri dari basidiospora. Permukaan atas licin, mengkilap, dan biasanya lebih pucat daripada bagian yang sehat. Penyakit ini tersebar melalui spora yang terbawa angin, serangga maupun manusia. Perkembangan penyakit dipengaruhi oleh kelembaban udara yang tinggi, angin, ketinggian lokasi kebun, dan sifat tanaman. Banyaknya bulu daun pada peko dapat mempertinggi ketahanan terhadap penyakit cacar. Pengendalian dapat dilakukan dengan mengurangi pohon pelindung agar sinar matahari dapat masuk ke kebun, pemangkasan sejajar permukaan tanah diusahakan pada musim kemarau agar tanaman yang baru di pangkas dapat berkembang karena pada saat ini cacar teh sulit berkembang, pemetikan dengan daur pendek 7 (tujuh) hari atau kurang dari 9 (sembilan) hari dapat mengurangi sumber penularan baru karena pucuk terserang sudah terpetik. Untuk pencegahan, sebaiknya di tanam klon teh yang tahan terhadap penyakit cacar daun. Adapun klon tahan cacar yaitu sebagai berikut : PS 1, RB 1, Gmb 1, Gmb 2, Gmb 3, Gmb 4, Gmb 5. Selanjutnya pencegahan lainnya dengan penyemprotan fungisida. PENYAKIT AKAR MERAHPenyebab penyakit ini adalah cendawan Ganoderma pseudoferreum. Gejala serangan berupa menguningnya daun, layu, dan rontok. Penyakit ini dapat mengakibatkan kematian tanaman. Jika akar tanaman yang sakit diperiksa, terdapat benang-benang cendawan yang berwarna merah yang meluas membentuk selaput.Pengendalian dapat dilakukan dengan penanaman pohon pelindung yang tahan, membongkar dan membakar teh yang sakit, menggali selokan sedalam 60 – 100 cm di sekeliling tanaman sehat dan fumigasi tanah dengan metil bromida atau vapam. Menjaga kebersihan kebun dan pemberian Trichoderma sp. 200 gram per pohon pada lubang bekas tanaman yang di bongkar dan tanaman disekitarnya pada awal musim hujan, di ulang setiap 6 bulan sekali sampai tidak ditemukan gejala penyakit akar di daerah tersebut. Tanaman teh disekitarnya di beri pupuk kandang atau pupuk organik. Ditulis Kembali Oleh : Harnati Rafiastuti, SP (Penyuluh BBP2TP)Sumber Bacaan :1. Dedi Soleh E, dkk. 2010. Budidaya dan Pascapanen Teh. Eska Media Bekerjasama dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan. Kementerian Pertanian. Bogor.2. Gambar berasal dari Google tentang tanaman teh.