Loading...

PENGENDALIAN TERPADU HAMA PENGGEREK CENGKEH

PENGENDALIAN TERPADU HAMA PENGGEREK CENGKEH
Cengkeh atau Syzygium aromaticum L, merupakan tanaman aromatika yang banyak manfaatnya terutama sebagai bahan rempah-rempah masakan, obat, kosmetik dan rokok.Bunga cengkeh selain mengandung minyak atsiri , juga mengandung senyawa kimia lain yang disebut eugenol, asam oleanolat, fenilin, karyofilin dan resin. Produksi tanam cengkeh dipengaruhi oleh banyak faktor diantaranya serangan hama. Hama cengkeh dapat menurunkan produksi hingga mencapai 10-25%. Hama yang dapat pertumbuhan tanaman, produksi menurun bahkan menyebabkan kematian tanaman antara lain: Penggerek batang Penggerek batang cengkeh disebabkan oleh hama Hexamitodera spp dan Nothopeus spp. Adapun gejala kerusakan ysng disebabkan Hexamitodera spp. sebagai berikut: 1) ada lubang gerekan berukuran 3 - 5 mm dengan jumlah gerekan 1 – 49 per pohon dan pada permukaan lubang tersebut terdapat cairan kental sisa-sisa gerekan dan kotoran serangga; 2) batang cengkeh yang terserang seringkali lubang gerekan melingkar batang sehingga hama ini dikenal juga sebagai penggerek batang melingkar; 3) bila serangan berat, mahkota pohon tidak rimbun, daun-daun hampir 70% rontok dan sebagian cabang, daun dan ranting mati, daun berubah dari warna hijau ke kuning-kuningan dan lama kelamaan mati. Apabila ada angin kencang pohon dapat tumbang. Gejala kerusakan yang disebabkan Nothopeus spp. jika dibelah melintang akan tampak lubang-lubang gerekan yang tidak teratur Penggerek cabangDua jenis penggerek cabang yang banyak menyerang tanaman cengkeh adalah Hyleborus sp., dan Ardela sp.Hyleborus sp, merupakan kumbang berukuran kecil berwarna hitam. Kumbang jantan tidak mempunyai sayap dan ukurannya lebih kecil daripada serangga betina. Gejala serangan yang tampak yaitu adanya lubang-lubang gerekan berukuran kira-kira 1 mm pada permukaan kulit cabang. Serangan hama menyebabkan cabang-cabang tanaman menjadi lemah, mudah patah, tunas-tunas mati, daun dan ranting mengering dan akhirnya cabang matiArdela sp. merupakan serangga ngengat. Ngengat jantan berwarna cokelat keputihan, sedangkan yang betina berwarna merah muda keputihan. Larva erwarna putih keabuabuan. Gejala serangan yang dapat dilihat yaitu, pada cabang-cabang tanaman terdapat lubang-lubang gerekan berdiameter 12,5-25 mm, lubang-lubang terebut tertutup kotoran dan serbuk kayu sisa gerekan yang dijalin dengan erat halus. Jumlah lubang gerekan pada setiap cabang dapat mencapai 2-3 buah. serangan hama ini menyebabkan tanaman menjadi lemah Penggerek ranting Hama penggerek ranting yang banyak dijumpai menyerang tanaman cengkeh yaitu Coptocercus biguttatus Dinov. Serangga ini berupa kumbang berwarna hitam, sedangkan larvanya berwarna kuning kecokelatan. Gejala serangan, pada permukaan ranting terdapat lubang-lubang gerekan yang berdiameter ira-kira 1,8 mm. Serangan hama ini mengakibatkan ranting dan daun mengering atau meranggas. Hama ini umumnya menyerang tanaman yang kondisinya lemah atau tanaman yang tidak dipelihara dengan baik. PENGENDALIAN:Beberapa langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam upaya pengendalian hama terpadu penggerek batang pada cengkeh sebagai berikut: Sanitasi kebunTumbuhan cengkeh akan tumbuh dengan baik apabila cukup air dan mendapat sinar matahari langsung. Cengkeh cocok ditanam baik di daerah dataran rendah dekat pantai maupun di pegunungan pada ketinggian 900 meter di atas permukaan laut. Atau menggunakan varietas yang tahanMelakukan pengendalian secara mekanis: Memusnahkan telur penggerek dengan mencari secara langsung atau menutup lubang gerekan dengan pasak kayu atau tanah liat.Secara Kimiawi: Dapat dilakukan dengan menggunakan insektisida sintetik yaitu dioleskan pada batang, diinjeksikan ke batang, dan ditaburkan pada tanah insektisida sistemik berbahan aktif carbofuran (misalnya Furadan 3 G) dengan dosis 115-150 g/pohon dan interval 3 bulan sekali. --Hayati/biologi dengan menyuntikkan suspensi jamur patogen serangga seperti Beauveria bassiana pada lubang gerekan dapat dapat digunakan untuk mengendalikan hama ini. Oleh : Ir. Sri Puji Rahayu, MM/ yayuk_edi@yahoo.comSumber :1) inovasi Teknologi Membangun Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani, Badan Litbang Pertanian, Kementan, 2012; 2) Dihimpun dari berbagai sumber.