Loading...

Pengendalian Ulat Grayak pada Bawang Merah

Pengendalian Ulat Grayak pada Bawang Merah
A. Latar Belakang Ulat bawang (Spodoptera exigua L.) merupakan hama utama yang umum merusak tanaman bawang merah. Serangan hama ini dapat menyebabkan penurunan produksi bawang merah atau kehilangan hasil yang tidak sedikit jika tidak dilakukan upaya pencegahan dan pengendalian yang menyebabkan kerugian yang tidak sedikit. Ulat grayak merupakan hama yang aktif di malam hari dan akan bersembunyi pada siang hari. Hama ini biasanya berkelompok. Serangannya pun bisa sangat hebat karena dalam waktu satu malam bisa menghabiskan tanaman. B. Tujuan Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam pengendalian hama ulat grayak pada tanaman bawang merah. C. Manfaat Sebagai bahan refenresi dalam upaya pengendalian hama wereng coklat pada tanaman padi sesuai konsep Pengelolaan Tanaman Terpadu dan ramah lingkungan. D. Pengendalian Agar pengendalian hama ulat bawang dapat dilakukan secara tepat, maka harus dikenali terlebih dahulu morfologi/bioekologi, gejala serangan, tanaman inang, dan cara pengendaliannya. Morfologi/Bioekologi : Ngengat betina mulai bertelur pada umur 2 – 10 hari. Telur berbentuk bulat sampai bulat panjang.. Setiap kelompok telur maksimum terdapat 80 butir. Jumlah telur yang dihasilkan oleh seekor ngengat betina sekitar 500 – 600 butir. Setelah 2 hari telur menetas menjadi larva. Ngengat dewasa aktif, makan, kawin dan berpindah tempat pada malam hari sedangkan pada siang hari beristirahat di dasar tanaman. Ngengat sangat tertarik terhadap cahaya. Larva atau ulat muda berwarna hijau dengan garis-garis hitam pada punggungnya. Sedangkan warna ulat tua bervariasi yaitu hijau, coklat muda, dan hitam kecoklatan. Gejala Serangan Ulat daun ini menyerang daun yang masih muda maupun yang tua. Gejalanya adalah memiliki ciri timbulnya bercak berwarna putih transparan pada daun. Bercak disebabkan oleh larva yang menggerek bagian dalam daun dan menyisakan lapisan epidermis, sehingga daun tampak menerawang tembus cahaya. Pada serangan yang parah menyebabkan daun-daun mengering bahkan dapat menyerang bagian umbi bawang merah. Cara mengendalikan ulat grayak pada bawang merah Pemasangan light trap(lampu perangkap) Light trap adalah teknologi pengendalian ulat grayak yang sudah terbukti mampu menekan populasi ulat. Perangkap light trap didesain sedemikian rupa dengan alat sederhana yaitu lampu dan baskom berisi air sabun. Cara kerjanya, lampu dinyalakan pada malam hari dan ngengat akan tertarik dengan cahaya dari lampu tersebut. Setelah mendekat dan hinggap pada lampu, ngengat akan jatuh ke dalam baskom yang berisi air sabun yang diletakkan di bawah lampu. Pengendalian dengan perangkap feromon Dalam perangkap feromon yang digunakan untuk menangkap serangga jantan. Feromon sendiri merupakan atraktan (senyawa pemikat) yang dirancang khusus untuk mengendalikan populasi ulat grayak. Perangkap feromon bisa bertahan hingga dua bulan atau satu musim tanam. Pengendalian ulat grayak secara manual Secara manual dilakukan dengan memungut ulat dan mengumpulkan kumpulan telurnya secara langsung. Kemudian daun yang bergejala dimusnahkan dengan dibakar atau dipendam dalam dalam di tanah. Pergantian tanaman Dalam hal ini petani dianjurkan untuk tidak menanam bawang merah terus-menerus di lahan yang sama. Populasi ulat grayak dapat dikendalikan dan dikurangi apabila melakukan pergantian jenis tanaman dalam satu lahan. Hal ini untuk memutus siklus hidup ulat grayak tersebut. Penggunaan kelambu kasa Kelambu kasa adalah sungkup kain kasa yang dipasang pada lahan budidaya bawang merah. Dengan pemasangan kelambu ini populasi telur dan intensitas kerusakan tanaman akibat serangan ualat grayak dapat dihindari. Penggunaan kelambu akan mencegah ngengat masuk ke area pertanaman. Pengendalian dengan insektisida kimia Untuk langkah yang terakhir ialah dengan memakai pestisida dengan metode-metode yang tepat agar ulat grayak dapat benar-benar dibasmi. Ada banyak jenis insektisida berbahan aktif sipermetrin, siromazin, BPMC, MIPC, tapi pada kesempatan ini sesuai hasil di lapangan ternyata dengan menggunakan insektisida berbahan aktif tunggal Chlorfenapyr dan Flufenoxuron masih merupakan yang terbaik untuk wilayah Kabupaten Enrekang. Walaupun praktis dan cepat namun apabila langkah penggunaannya tidak tepat, ulat grayak malah bisa jadi kebal terhadap insektisida. E. Penutup Pengendalian yang efektif dan efisien harus dimulai dari awal yaitu dengan sanitasi lahan, pengaturan jarak tanam, penggunaan benih dan mengumpulkan kelompok telur pada daun kemudian dimusnahkan dengan dibakar. Selain itu, lakukan penyemprotan insektisida berbahan aktif tunggal Chlorfenapyr dan Flufenoxuron dengan bijaksana sesuai rekomendasi. Semoga materi ini dapat bermanfaat dalam rangka meningkatkan produksi dan mengurangi kerugian petani bawang. Ir. Dorri Sjukur, M.Si. Penyuluh Pertanian Madya DTPHBUN Prov. Sulsel