Loading...

Pengendalian Ulat Grayak pada Kedelai dengan Mimba

Pengendalian Ulat Grayak pada Kedelai dengan Mimba
Pengendalian hama sebaiknya didasarkan pada prinsip pengendalian hama terpadu (PHT). Prinsip tersebut meliputi pengendalian hama melalui: (1) perbaikan pola tanam, (2) pengendalian secara fisik, (3) pengendalian secara mekanis, (4) pengendalian secara hayati, dan (5) pengendalian secara kimia. Ulat Grayak (Spodoptera litura), merupakan hama utama pada tanaman kedelai. Disebut ulat grayak karena ulat ini dalam jumlah yang sangat besar bahkan mencapai ribuan dan dapat menyerang serta memakan tanaman kedelai pada waktu malam hari sehingga tanaman akan habis dalam waktu yang singkat. Pada waktu pagi hari petani melihat tanaman yang telah rusak, sedangkan hamanya sudah tidak ada, bersembunyi di dalam tanah. Untuk itu apabila akan melakukan pengendalian maka sebaiknya penyemprotan dilakukan saat ulat aktif melakukan penyerangan yaitu pada sore hari (setelah pukul 16.00).Pengendalian hama pada tanaman kedelai secara hayati dapat dilakukan dengan cara penggunaan bahan alami yang mengandung racun bagi hama, misalnya tanaman mimba, mindi, tembakau maupun gadung. Penggunaan bahan alami yang mengandung racun bagi hama, misalnya tanaman mimba adalah merupakan pengendalian secara hayati yang dianjurkan dalam pengendalian hama terpadu (PHT).Mimba (Azadirachta indica I.) sudah lama dikenal sebagai bahan pestisida nabati yang sangat ampuh. Konon kabarnya tanaman ini berasal dari India, tetapi sekarang sudah menyebar ke seluruh penjuru dunia. Tanaman ini mudah ditemui dan umumnya tumbuh liar di pingir-pingir hutan, lereng-lereng, atau di lahan kosong. Tanaman mimba mengandung zat-zat racun yang bermanfaat untuk insektisida dan racun tersebut sebagai racun perut dan sistemik. Dengan menggunakan pestisida nabati, maka kita akan memperoleh keuntungan diantaranya murah dan mudah serta dapat dibuat sendiri; realtif aman terhadap lingkungan; tidak menyebabkan keracunan pada tanaman; sulit menimbulkan kekebalan terhadap hama; kompatibel digabung dengan cara pengendalian yang lain serta menghasilkan produk pertanian yang sehat karena bebas residu pestisida kimia.Cara pembuatan pestisida nabati dapat dilakukan secara sederhana yaitu dengan menumbuk atau memblender daun mimba, merendam dan melarutkannya dalam air, diaduk, setelah itu keesokan harinya (setelah direndam selama 24 jam), disaring ditambah perata dengan menggunakan deterjen 1 gram/liter, kemudian diaduk dan siap diaplikasikan.Pembuatan Pestisida Nabati dari Biji MimbaBahan yang digunakan adalah: 50 gram biji mimba, 1 gram detergen yang digunakan sebagai pengemulsi, dan alat yang digunakan berupa blender, ember dan kain furing.Cara membuat:1) Kering anginkan biji mimba beserta kulit biji sampai kering agar tidak berjamur, 2) Tumbuk atau haluskan biji menggunakan blender.3) Rendam serbuk biji mimba di dalam 1 liter air selama semalam (12 jam)4) Saring rendaman dengan menggunakan kain furing5) Campurkan larutan hasil penyaringan dengan detergen, aduk rata.Cara aplikasi:Encerkan 500 ml larutan biji mimba hasil saringan di dalam 14 liter air, lalu aplikasikan di lahan pada sore hari.Pembuatan Pestisida Nabati dari Daun Mimba1) Haluskan 50 gram daun mimba segar dengan menggunakan blender.2) Rendam daun halus di dalam 1 liter air selama semalam (12 jam)3) Saring larutan dengan kain furing4) Campurkan larutan hasil penyaringan dengan 1 gram detergen, aduk rata.Cara aplikasi:Encerkan 500 ml larutan daun mimba hasil saringan di dalam 14 liter air, lalu aplikasikan di lahan pada sore hari. Catatan :Untuk melakukan aplikasi disesuaikan dengan hasil pemantauan yang dilakukan pada fase-fase tertentu dan batas ambang kendali dari ulat grayak yang menyerang tanaman kedelai dengan kondisi seperti berikut : • Pada fase vegetatif atau pertumbuhan awal maka ambang kendalinya adalah adanya 10 ekor instar-3 per10 rumpun.• Pada fase pembungaan, maka ambang kendalinya adalah adanya 13 ekor instar-3 per 10 rumpun tanaman.• Pada fase pembentukan polong, maka ambang kendalinya adalah adanya 13 ekor instar-3 per 10 rumpun tanaman• Pada fase pengisian polong, maka ambang kendalinya adalah adanya 26 ekor instar 3 per 10 tanaman. Serangan ulat grayak pada tanaman kedelai yang menyerang pada saat tanaman berumur 11 sampai dengan 50 hari di katagorikan "Sangat membahayakan". Apabila menyerang pada umur 51 sampai 70 hari, maka serangan dikatagorikan "Membayakan". Dengan demikian, ulat grayak dapat menyerang kedelai dari umur 11 sampai 70 hari dan hal ini perlu kita waspadai dengan melakukan pemantauan yang ketat. Untuk itu, saat aplikasi sebaiknya disesuaikan dari hasil pemantauan yang dilakukan pada saat tanaman berumur 3 minggu setelah tanam (MST) dan apabila melampaui ambang kendali (2 ekor instar-3 per tanaman) dilakukan penyemprotan dengan konsentrasi 50 gram/liter air pada sore hari (setelah pukul 16.00) dengan interval 5-7 hari tergantung keparahan serangan. Semoga informasi ini dapat bermanfaat. Siti Nurjanah Penyuluh Pertanian Utama, Pusat Penyuluhan Pertanian. BPPSDMP Kementerian Pertanian. Email : snurjanah8514@yahoo.comSumber : 1) Haryono, 2013. Pestisida Nabati, Murah, Mudah & Ramah Lingkungan, Seri Pak Ino Berbagi Teknologi. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian, Republik Indonesia.2) Pestisida Hayati & Pestisida Nabati, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian.3) http://www.tanamanunik.com/artikel/pestisida-nabati-dan-cara-pembuatannya diakses 15 Des 20144) http://isroi.com/2010 (sumber gambar) Diakses tanggal 11 November 2014.