Pengendalian walang sangit secara hayati Walang sangit merupakan hama utama tanaman padi yang menyerang pada fase pemasakan. Mekanisme merusaknya yaitu menghisap tanaman ketika mencapai fase berbunga sampai matang susu. Kerusakan yang ditimbulkannya menyebabkan beras berubah warna dan mengapur, serta gabah menjadi hampa. Langkah- langkah pengendalian walang sangit : 1)mengendalikan gulma, baik yang ada disawah maupun yang ada disekitar pertanaman, 2) meratakan lahan dengan baik dan memupuk tanaman secara merata agar tanaman tumbuh seragam, 3) menangkap walang sangit dengan menggunakan jaring sebelum stadia pembungaan, 4) pengendalian hayati dengan menggunakan hidrilla (lumut jariaman) dan bangkai keong mas.Cara pengendalian dengan lumut jariaman, kumpulkan lumut kemudian gulungkan dengan kayu sepanjang 1 m tancapkan diareal sawah dengan jarak 5 x 5 m. Cara pengendalian dengan menggunakan bangkai keong mas, tumbuk keong mas letakan diatas sabut kelapa dan tancapkan sabut kelapa dengan sebatang kayu sepanjang 1 m dan tancapkan diareal persawahan dengan jarak 5 x 5 m. Lumut jariaman dan bangkai keong diganti setiap 2 hari sekali atau bila kedua bahan sudah kering. Setiap 1 x dua hari perangkap yang dipasang dicek, jika walang sangit ada di perangkap sunggkup perangkap dengan menggunakan plastik, kumpulkan walang sangit dan musnahkan. Jika memilih pengendalian secara hayati maka petani harus rajin mengecek keberadaan walang sangit di perangkap dan memusnahkannya. Penulis : Nailus Syakina Amrul, SP