Curah hujan yang tinggi seringkali menjadi kendala bagi petani padi untuk bisa menghasilkan produksi beras berkwalitas. Salah satu kendalanya disebabkan gangguan penjemuran gabah akibat keterbatasan sinar matahari menyinari lantai jemur karena hujan yang tak bisa dibendung. Tuntutan kwalitas beras yang sudah ditetapkan tentunya juga perlu diimbangi dengan teknologi pengering padi yang tidak mengandalkan sinar matahari dengan menggunakan lantai jemur. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengeringkan gabah dengan menggunakan mesin pengering gabah berbahan bakar sekam. Teknologi ini bertujuan untuk mendapatkan hasil beras berkwalitas dengan biaya operasional yang murah. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi ( BB Padi) pada tahun 2003 telah berhasil membuat rancangan tungku sekam model ABC berkapasitas 3 ton. Rancangan mesin pengering gabah berbahan bakar sekam yang dibuat BB Padi terdiri dari 4 komponen, yaitu 1) bak pengering, 2) tungku sekam, 3) blower dan 4 ) mesin penggerak blower.1. Bak Pengering Bak pengering berbentuk kotak dengan tinggi yang dianjurkan 110 cm berfungsi sebagai tempat menempatkan gabah yang akan dikeringkan. Bak pengering terbagi menjadi dua bagian yang masing masing bagian mempunyai ukuran yang sudah dianjurkan yaitu bagian atas untuk ruang pengering berukuran 50 cm dan bagian bawah ruang plenum berukuran 50 cm. Sisanya 10 cm digunakan untuk pengaman agar gabah tidak tumpah. Gabah di bagian ruang pengering ini tidak perlu dilakukan pembalikan. Pembatas ruang pengering dan ruang plenum terdapat plat berlubang dengan garis tengah lubang 2 mm. Fungsi plat sebagai penghantar panas keruang pengering tempat pewadahan gabah. Ruang plenum berfungsi sebagai penampung udara panas dengan suhu dan tekanan tertentu . Tekanan udara panas diruang plenum merupakan tekanan statis yang akan memberikan tekanan pans pada semua titik pada luas permukaan bagian ruang pengering tempat wadah gabah.secara rata. Tekanan panas akan menembus semua lapisan gabah yang ada di ruangan pengering. Pada dinding ruang plenum dipasang thermometer jarum dengan suhu maximal 100 derajat Celcius sebagai suhu pengontrol pengeringan gabah. Tingkat kekeringan gabah dapat diatur dengan menggunakan thermometer sesuai yang diinginkan. 2. Tungku SekamTungku sekam merupakan bagian sumber panas untuki mengeringkan gabah. Sebagai sumber panas tentunya .proses terjadinya panas harus berjalan stabil dan selalu kontinyu. Dinding tungku sekam terbuat dari plat besi setebal 3 mm berbentuk lengkung setengah lingkaran. Api pembakaran tungku sekam akan memanaskan dinding tungku dengan suhu mencapai 300 – 500 derajat Celcius. Dengan dibantu blower yang dihidupkan dengan menggunakan mesin penggerak blower akan menghantarkan panas keruang pengering gabah.Panas yang ada di ruang pengering berupa udara pengering yang bersih bebas dari segala bentuk polusi sehingga akan mengganggu aroma khas gabah. Tungku sekam model ABC buatan BB Padi terdiri dari 5 komponen utama yaitu 1) dinding tungku sekam yang terbuat dari plat besi, 2) cerobong asam, 3) hopper yang berfungsi untuk memasukkan sekam dalam tungku sekam , 4) Nako sebagai pintu tungku sekam untuk penebaran sekam kering di bagian alas tungku sekam, 5) tungku sekam. Operasional tungku sekam model ABC mengeringkan gabah dengan cara kerja sebagaimana berikut 1. Buka pintu tungku sekam dan sebarkan sekam kering pada alas dast tungku sekam . Kemudian pintu tungku sekam tutup kembali.2. Tahapan berikutnya pengisian sekam kering sampai batasan melebihi bagian nako atau pintu tungku pada bagian dinding tungku sekam. Pengisian sekam kering sampai lubang hopper penuh3. Pembakaran sekam kering dengan menggunakan korek api dilakukan pada bagian dasar tungku sekam melalui pintu tungku dan dari bagian hopper4. Lakukan pengontrolan pembakaran suhu sekam kering menggunakan thermometer jarum yang ada di ruangan plenum. Pengontrolan suhu tergantung tujuan pengeringan gabah. Untuk gabah digiling diperlukan suhu 45 derajat Celcius Untuk gabah bakal benih suhu yang diperlukan 40 derajat Celcius5. Selain pengontrolan untuk suhu pengeringan juga lakukan pengontrolan aliran udara pengering dengan menggunakan selembar kertas yang diletakkan dipermukaan gabah yang dikeringkan. Aliran udara pengering berjalan dengan baik bila kertas pengintrol udara akan bergerak melayang layang. Nani Priwanti S PP PPMKP Ciawi Sumber ; .Pengering Gabah Berbahan Sekam Antisipasi Panen pada Musim Hujan. Inovasi TeknologiMembangun Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementrian Pertanian Republik Indonesia, 2014