Penanganan pasca panen padi yang baik akan mengurangi susut pasca panen dan meningkatkan mutu serta nilai tambah. Salah satu mata rantai dalam tahapan pasca panen padi , yaitu pengeringan gabah. Dengan pengeringan gabah yang baik akan dihasilkan beras yang bermutu baik karena itu pengeringan gabah merupakan satu tahapan proses pasca panen padi yang sangat penting sehingga harus dilakukan dengan baik dan benar. Inti dari tujuan pengeringan gabah adalah menurunkan kadar air yang masih terkandung pada gabah karena gabah yang kering dapat disimpan dalam jangka waktu yang panjang. Kadar air gabah yang dikeringkan dianjurkan mencapai 13 – 14 % untuk disimpan dan 14 % untuk penggilingan.Pengeringan gabah di tingkat petani pada umumnya dilakukan dengan penjemuran gabah dengan menggunakan cahaya matahari atau disebut juga pengeringan secara tradisional. Kelemahan pengeringan dengan cara ini hanya bisa dilakukan pada saat matahari memancarkan cahayanya dari pagi sampai sore hari. Sebelum melakukan pengeringan gabah pastikan kondisi atau tempat pengeringan dalam keadaan kering dan tidak lembab, karena bila tempatnya basah akan mempengaruhi terhadap gabah yang di jemur. Hal ini sering terjadi bila penjemuran dengan menggunakan alas plastik. Pada permukaan gabah yang di jemur terlihat gabah kering, akan tetapi pada dasar alas plastik gabah masih dalam keadaan basah. Lakukan penjemuran gabah diatas lantai jemur yang terbuat dari semen dengan ketebalan tumpukan 3 – 6 cm pada siang hari yang cerah. Pada saat penjemuran gabah lakukan pembalikan gabah-gabah setiap 2 ( dua ) jam agar gabah kering merata hingga dihasilkan kadar air gabah 14 %. Bila keadaan cuaca hujan , amankan gabah ke tempat kering dan hamparkan di ruangan dengan ketebalan gabah 10 cm dan lakukan pembalikan setiap hari. Jika cuaca cerah, segera lakukan penjemuran dan bila cuaca terlalu panas , tutup hamparan gabah dengan penutup yang tidak tembus air hujan.Ada juga alat pengering gabah dengan menggunakan alat pengering mekanis yang sederhana dan massal adalah mesin pengerinng tipe bak. Caranya, gabah dimasukkan sesuai kapasitas alat pengering, atur sumber panas dan kecepatan aliran udara pengeringan melalui kipas dan atur tungku agar mencapai suhu 45 derajat celcius. Tebal tumpukan jangan lebih dari 50 cm dan lakukan pengadukan serta pengecekan kadar air secara teratur selama pengeringan. Jika kadar air sudah mencapai 13 – 14 % matikan tungku dan keluarkan gabah kering melalui pintu pengeluaran. Jangan menggiling langsung gabah setelah pengeringan, diamkan dulu selama kurang lebih 12 jam. Tahap berikutnya lakukan penyimpanan gabah. Tujuan penyimpanan gabah , yaitu untuk menjaga dan mempertahankan mutu gabah selama penyimpanan, menjaga ketersediaan stok, dan memenuhi pasokan pasar yang memiliki pola jadwal permintaan tertentu. Tempat penyimpanan gabah harus bersih, bebas dari kebocoran,hama dan tikus serta jaga kelembaban dengan mengatur ventilasi. Lokasi atau tempat penyimpanan tidak boleh lebih rendah dan tanahnya padat agar tak ada genangan air. Tempat penyimpanan gabah tidak langsung kontak dengan matahari dan pintu gudang cukup besar untuk memudahkan pemasukan dan pengeluaran karung gabah. Penumpukan karung-karung gabah akan mempengaruhi terhadap mutu gabah yang disimpan. Untuk penumpukan karung-karung gabah, tinggi tumpukan karung goni maksimal 4 ( empat ) meter dan tinggi tumpukan untuk karung plastik 3 ( tiga ) meter. Jarak horizontal antar tumpukan karung adalah 1 ( satu ) meter dan jarak vertikal antara tumpukan karung dengan atap adalah 1,5 meter. Karung gabah ditumpuk diatas palet kayu agar ada aliran udara dan tidak langsung diatas lantai serta tumpukan karung tidak menempel dinding untuk menghindari kelembaban dan memudahkan pengendalian hama.Untuk bangunan penyimpanan adalah bangunan permanen dan tahan cuaca serta bangunan tersebut tidak mudah terbakar. Pada bangunan tersebut terdapat fasilitas ventilasi yang baik dan terdapat lubang untuk fumigasi serta atap tahan air dan tahan bocor. Lantai bangunan penyimpanan gabah mudah dibersihkan dan dinding bangunan tahan air dan tahan retak.Lakukan pemeriksaan gabah secara teratur dengan cara ukur suhu, kelembaban gudang dan kadar air gabah. Pastikan gabah tidak panas,tidak berubah warna dan tidak berbau. Bila tempat penyimpanan gabah terserang tikus ditandai dengan ada suara mencicit dalam gudang, ada kotoran tikus disekitar tumpukan karung, ada lubang galian baru di lantai dan ada kemasan yang digerogoti, maka lakukan pencegahan dengan cara tutup lubang dengan kawat kasa, gunakan lem dan perangkap tikus dekat lubang ventilasi dan rapikan serta bersihkan ruangan dengan teratur. Sumardi Sumber : Penanganan Pasca Panen Padi. Kerjasama FAO Dengan DITJEN PPHP.2010