Penggemukan sapi khususnya sapi Bali di Kelompoktan iMerta Sari Desa Malonas Kecamatan Dampelas Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah , merupakan salah satu usaha yang mulai digemari oleh pemuda tani atau kaum milenial . Penggemukan sapi Bali yang dilaksanakan oleh kaum milenial tersebut sudah dilaksanakan secara semi intensif sampai intensif. Penggemukan sapi secara semi intensif ditandai dengan bentuk kandang dan kontruksi kandang masih terbuat dari kayu . Tempat pakan juga terbuat dari papan kayu. Sedangkan pakannya baru berasal dari pakan hijauan, tanpa konsentrat. Untuk air minumnya diberikan dengan secara berkala dengan menggunakan ember . Sedangkan penggemukan sapi secara intensif ,kandangnya sudah permanen, lantai kandangnya sudah lantai semen, tempat pakannya sudah permanen dari semen. Sedangkan pakannya bukan hanya dari pakan hijauan, namun sudah ditambah dengan konsentrat berupa dedak. Unntuk minumnya sudah diberikan secara ad libitum ( tersedia terus menerus ), atau diberikan secara berkala dengan menggunakan ember. Bibit atau bakalan sapi Bali diperoleh dari dalam daerah maupun dari luar daerah seperti dari Provinsi Sulawesi Selatan atau dari Provinsi Gorontalo. Bakalan yang dipelihara adalah pejantan yang sudah berumur lebih dari 12 bulan. Dengan ciri-ciri : moncongnya tetap basah walaupun kurus, jumlah testisnya 2 biji, karena penggemukan sapi ini akan digunakan untuk hewan qurban. Lama pemeliharaan adalah 8 bulan sampai 12 bulan. Pemberian pakan pada penggemukan sapi secara intensif antara lain : pakan hijauan berupa rumput raja,rumput setaria, rumput lapangan , daun gamal dan lainnya. Adapun jumlahny a tidak seperti yang ada pada teori yaitu 10 % dari bobot badan, namun yang dilakukan olehpetani milenial ini maximumnya 5 % dari bobot badan per ekor per hari. Walau pakan hijauan diberikan tidak mencapai 10 % dari Bobot badan, namun pemberian pakan konsentrat berupa dedak harus diberikan. Jumlah konsentrat yang harus diberikan berkisar 3- 5 kg per ekor per hari . Karena dengan pemberian pakan konsentrat dapat memacu pertambahan bobot badan. Dari hasil pengalaman melakukan penggemukan sapi sejak tahun 2007 , serta dari hasil penelitian Universitas Tadulako Palu , maka dengan pemberian pakan tambahan berupa dedak tersebut dapat meningkatkan pertambahan bobot badan sekitar 0,4 - 0,8 kg per ekor per hari. Pemberian pakan tambahan berupa dedak kepada sapi tersebut diberikan dalam bentuk kering. Pada penggemukan sapi yang dilakukan oleh petani milenial ini, hal yang tidak boleh dilupakan adalah pengendalian parasit. Baik parasite luar( Ecto parasite ) berupa penyakit kudis atau kaskado, maupun parasite dalam ( Indo parasite ) berupa cacing baik cacing hati maupun cacing pada rumen . Obat parasite yang sering digunakan adalah Ivomec yang di aplikasikan secara injeksi sub cutan ( dibawah kulit). Dengan usaha penggemukan sapi tersebut ,petani milenial bias mendapatkan keuntungan yang layak. Kalau dihitung rata-rata perbulannya bias mencapai 3 juta bagi petani yang bermitra, hingga 5 juta per bulan yang mempunyai usaha mandiri. Sehingga penggemukan sapiBali bias membuka lapangan kerja bagi petan imilenial. Sumberdata :CatatanPetanimilenial ,dan data primer pribadi Penulis : Sunardi, SPt (PP. Madya pada DISBUNNAK Sulteng)