Loading...

PENGGEMUKAN SAPI POTONG DI KECAMATAN BATANGHARI NUBAN KAB. LAMPUNG TIMUR

PENGGEMUKAN SAPI POTONG DI KECAMATAN BATANGHARI NUBAN KAB. LAMPUNG TIMUR
Dalam usaha peternakan sapi potong segala upaya dilakukan agar sapi yang dipelihara dapat dengan cepat menaikkan berat badan. Salah satu cara yang dapat diterapkan adalah dengan cara penggemukan sapi potong. Upaya penggemukan sapi potong dengan cara pemberian pakan tambahan. Pemberian pakan tambahan adalah salah satu teknologi penggemukan sapi modern. Penggemukan sapi potong bertujuan untuk mendapatkan produksi sapi potong secara cepat, perlakuan ini juga akan menghasilkan daging bermutu tinggi. Untuk setiap sapi yang digemukkan butuhkan kandang tunggal seluas 3,75 m2. Kandang seluas itu dapat dibuat dengan ukuran panjang 2,25 m, lebar 1 m dan tinggi 2 – 2,5 m. Ukuran kandang tersebut dapat pula digunakan untuk penggemukan jenis lain. Sapi potong yang digemukkan di Desa Tulung Balak Kecamatan Batanghari Nuban Kabupaten Lampung Timur adalah jenis sapi hasil kawin suntik (IB) Simental dan Limosin. Pemilihan jenis sapi ini karenakan jenis sapi ini dapat meningkatkan bobot harian 0,85 – 1,2 kg, sementara jenis sapi local tidak dapat meningkatkan bobot harian 0,85 – 1,2 kg. Harga bakalan (sapi yang akan digemukkan) Rp 45.000/kg biasanya petani peternak beli ternak dengan bobot badan 250 kg – 350 kg. Periode pemeliharaan 4 – 6 bulan. Harga penjualan sapi yang digemukkan dari petani Rp 43.000/kg. Pertambahan bobot badan harian 0,85 – 1,2 kg. Adapun susunan bahan konsentrat sebagai pakan tambahan ternak sapi potong yang di gemukkan adalah :Tepung ikan 14 %; Bungkil kelapa/sawit 14 %; Dedak padi 26 %; Onggok 33 %; Mineral mix 5 %; Urea 3 % dan Kapur dolomit 5 % Pemberian ransum pada ternak sapi potong yang digemukkan 3 % dari berat badan. Bahan pakan hijauan yang diberikan adalah silase jerami padi, jerami jagung dan rumput segar. Kemampuan sapi mengkonsumsi ransum sangat terbatas. Keterbatasan itu dipengaruhi oleh factor ternak, keadaan pakan dan factor luar, seperti suhu dan kelembaban udara. Sapi bakalan berbobot 250 kg mampu mengonsumsi ransum berupa bahan kering sebanyak 250 x 3/100 = 7,5 kg. Apabila hijauan yang diberikan limbah pertanian berkualitas rendah seperti jerami dan dedak padi maka perbandingannya dalam bentuk kering adalah 60 : 40 yang diberikan. Banyaknya hijauan atau jerami yang diberikan adalah 60/100 x 7,5 kg = 4,5 kg. Sedangkan pemberian konsentrat 40/100 x 7,5 = 3,0 kg. SUMBER: MUSTAFA, Peternak Penggemukan Sapi Potong Di desa Tulung Balak Kec. Batanghari Nuban (Ditulis Oleh : Herlina,S.P.Penyuluh Pertanian Madya (KJF) di Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Lampung Timur).