Loading...

PENGGEREK BATANG PADA TANAMAN PADI

PENGGEREK BATANG PADA  TANAMAN PADI
Padi (Oryza sativa L.) merupakan salah satu tanaman budidaya terpenting bagi bangsa Indonesia karena merupakan makanan pokok rakyat Indonesia. Salah satu penghambat tanaman padi adalah penggerek batang padi Penggerek batang padi putih (Scirpophaga innotata) adalah ngengat yang termasuk dalam suku Crambidae. Larva hewan ini menjadi hama penting dalam budidaya padi. Gejala yang ditemukan sebelum padi berbunga disebut sebagai sundep dan gejala serangan yang dilakukan setelah malai keluar dikenal sebagai beluk. Penggerek batang adalah ulat yang hidup dalam batang padi. Hama ini berubah menjadi ngengat berwarna kuning atau coklat. Ngengat aktif di malam hari. Larva betina menaruh 3 massa telur sepanjang 7-10 hari masa hidupnya sebagai organisme dewasa. Massa telur dari penggerek batang kuning berbentuk cakram dan ditutupi oleh bulu-bulu berwarna coklat terang dari abdomen betina. Stiap massa telur mengandung sekitar 100 telur. Penggerek batang harus dikendalikan karena penggerek batang dapat merusak pertanaman padi pada stadia apa saja, sejak persemaian sampai matang. Bila tanaman masih muda, daun-daun yang di tengah dari anakan yang rusak berwarna coklat dan mati. Kondisi ini disebut sundep. Bila kerusakan timbul setelah terbentuknya malai, maka malai berwarna putih dan disebut beluk. Meski kerusakan terlihat parah, pengendalian sering dianggap tidak lagi ekonomis. Bila kerusakan sudah terlihat jelas, tindakan pengendalian sudah terlambat. Penggerek batang dapat menyebabkan merosotnya hasil padi karena tidak tergantikannya anakan yang rusak oleh sundep. Adapun cara mengendaliannya antara lain : 1) Lindungi agen pengendalian hayati. Untuk melindungi musuh alami penggerek, jangan gunakan pestisida berspektrum luas, misalnya methylparathion; 2) Sayat ujung helaian daun sebelum tanam pindah. Telur-telur penggerek batang kuning diletakkan dekat ujung helaian daun. Dengan menyayat bibit sebelum sebelum tanam pindah, pengalihan telur dari persemaian ke sawah dapat dikurangi; 3) Tanam belakangan (sedikit terlambat) untuk menghindari ngengat penggerek batang kuning; 4) Tanam varietas tahan. Meski sampai saat ini belum ditemukan varietas yang benar-benar tahan terhadap penggerek batang. Inpari 1, Inpari 3, Inpari 6, inpari 8, dan Inpari 10 mempunyai beragam ketahanan terhadap beberapa spesies hama ini; 5) Jemur atau hamparkan jerami di bawah sinar matahari untuk membunuh larva yang terdapat disitu; 6) Jaring larva penggerek batang pada daun yang mengapung dengan jaring; dan 7) Olah dan genangi sawah setelah panen. Pengendalian kimia terhadap penggerek batang umumnya tidak dianjurkan karena hama ini sukar dikendalikan dengan insektisida. Ulat penggerek hanya mudah dikendalikan dengan penyemprotan daun dalam periode yang singkat, antara penetasan dari telur dan masuk ke batang. Insektisida sistemik seperti karbofuran, bensultap, bisultap, karbosulfan, dimehipo, atau fipronil yang masuk ke dalam tanaman merupakan bahan kimia yang dapat mengendalikan penggerek setelah masuk ke dalam batang, namun biasanya penyemprotan dinilai sudah terlambat untuk menyelamatkan batang yang rusak. Sebagaimana halnya dengan pestisida lainnya, keuntungan dari penggunaan insektisida harus mempertimbangkan resiko terhadap kesehatan dan lingkungan. Penggunaan insektisida yang tidak sesuai akan mengganggu keseimbangan alami karena terbunuhnya musuh alami hama penggerek batang, menyebabkan resurjensi atau ledakan serangan hama. Sebelum menggunakan pestisida, hubungi petugas perlindungan tanaman atau penyuluh untuk mendapatkan saran dan petunjuk. Bacalah petunjuk yang tertera di label dengan teliti setiap sebelum pestisida digunakan. Ditulis Kembali Oleh : Harnati Rafiastuti, SP (Penyuluh BBP2TP) Alamat Email : harnati_r@yahoo.com Sumber Bacaan : 1. https://id.wikipedia.org/wiki/Scirpophaga _Innotata. 2. Seri Budidaya Padi Tentang Penggerek Batang. Lembar Informasi Pertanian (Liptan) BPTP Sumatera Utara. 3. Sumber gambar berasal dari arrkpdj.blogspot.go.com.