Loading...

PENGGEREK BATANG RAKSASA

PENGGEREK BATANG RAKSASA
Daerah sebaran ; Phragmataecia gummata Sw (= parvi-puncta) dijumpai sebagai penggerek tebu di Malaysia, dan dijumpai juga di tebu liar (glagah) yang tersebar di wilayah Asia Tenggara. Pada tahun 1936 dilaporkan juga di jumpai di dataran tinggi di Jawa dan Sumatera. Survai hama yang dilaksanakan di jumpai species hama-hama baru di Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh yaitu berturut-turut Phragmataecia castaneae ., Tryporyza exerptalis, dan Phaenacanta saccharicida Karseh. Di antara species hama tersebut yang tampaknya menyebabkan kerusakan yang parah hanya Phragmataecia castaneae. Yang merusak adalah bentuk larvanya yang berupa ulat yang cukup besar dan menggerek bagian dalam di tengah batang hingga hancur dan tanaman mati.. Gejala serangan dan kerugian ; Panjang larva Phragmataecia castaneae dapat mencapai 5,5 cm, oleh karena itu hama ini disebut penggerek batang raksasa. Serangan dapat terjadi mulai tanaman muda sampai menjelang tebang. Tingkat serangan cukup parah, diperkirakan mencapai 60 %. Daur hidupnya sekitar 107 hari, terdiri dari rnasa telur 9-10 hari, rnasa larva 78 - 82 hari dan rnasa pupa 15-18 hari. Telur diletakkan di dalam gulungan daun kering yang direkatkan pada helaian daun. Larva rnenggerek pelepah daun muda. Setelah 3 - 7 hari larva menernbus dan merusak ruas-ruas muda maupun tua. Kemudian menuju ke bagian tengah batang. Pada serangan yang berat tengah batang hancur, rnengakibatkan batang mudah patah, dan serangan pada titik tumbuh akan rnenyebabkan kematian tanaman. Lubang jalan keluar ngengat lebar, dan sering disertai dengan sisa kulit pupa yang telah ditinggakan ngengatnya. Penggerek batang raksasa (Phragmataecia gummata Sw), Yang merusak adalah bentuk larvanya yang berupa ulat yang cukup besar dan menggerek bagian dalam di tengah batang hingga hancur dan tanaman mati. Pengendaliannya secara kimiawi hanya dilaksanakan dalam keadaan tertentu saja, misal dalam keadaan serangan amat parah, dan tidak dapat dikendalikan dengan cara lain. Pengendalian secara kimiawi dilakukan dengan penyemprotan insektisida tertentu. Cara pengendaliannya ; Penggunaan bibit bebas penggerek dan varietas tahan misal F 154, merupakan cara pencegahan yang efektif. Penggerek raksasa mernpunyai musuh alami yang rnerupakan parasit telurnya, yaitu Tumidiclava sp. yang berasal dari Malaysia. Daya sebar P. castaneae sejauh lebih kurang 50 m. Tingkat telur inang terparasit mencapai 62 %. Pelepasan parasit secara masal dan intensif mencakup wilayah yang Iuas akan dapat rnengendalikan hama sampai ambang tidak merugikan. Pengendalian secara kirniawi hanya dilaksanakan dalam keadaan tertentu saja, misal dalam keadaan serangan amat parah, dan tidak dapat dikendalikan dengan cara lain. Pengendalian secara kimiawi dilakukan dengan penyemprotan insektisida tertentu. Aplikasi insektisida empat kali dengan selang waktu 3 minggu mulai pada saat tanaman berumur 3,5 bulan. Insektisida yang efektif antara lain Repcord 5 % EC (0,5 kg ba ha- I apl -I), Bidrin 24 EC (0,96 kg ba ha- I api-I), Nuvacron 20 WP (I kg ba ha- I apl,l) dan Orthene 75 SP (1,5 kg ha- I apI-I). Hasil pengendalian secara kimiawi dapat menekan serangan luas rata-rata sebesar 60 % dibanding tanpa pengendalian. Penulis : Agus Sutarman, Penyuluh Pertanian Pusat.Email : agussutarman56@gmail.comSumber Tulisan : Dasar-Dasar Teknologi Budidayat Tebu dan Pengolahan Hasilnya, Marsadi Pawirosemadi, UNM 2011 dan dari berbagai sumber.