PENGGEREK BUAH KAKAO (PBK)Hama penggerek buah kakao (PBK) adalah Conopomorpha cramerella merupakan hama utama pada tanaman kakao di Asia Tenggara dan di Indonesia. Populasinya mengikuti pola pembuahan kakao. Buah- buah yang diserang adalah buah-buah besar yang panjangnya lebih dari 8 cm. Bahkan ditemukan juga pada buah-buah yang berukuran lebih pendek. Serangan berat hama ini dapat menurunkan produksi buah kakao sampai dengan 80 %. Pada buah buah yang terserang terjadi perubahan warna kulit buah sesuai dengan perkembangan buah dan kerusakan yang ditimbulkan oleh larva ulat PBK. Serangan hama ini dapat menyebabkan kerusakan biji. Bakal biji akan mati atau terhenti perkembangannya, karena ulat (larva) merusak dengan cara menggerek buah, menembus kulit buah, dan menggerek daging dan saluran ke biji (plasenta).Gejala Serangan dan KerusakannyaBuah MudaSeperti terlihat pada gambat bahwa buah-buah muda yang terserang terlihat bercak berwarna kuning. Jika buah-buah menunjukan gejala seperti itu dilakukan pembelahan, kulit buah tempat masuknya larva dan saluran (plasenta) biji tempat larva mengambil makanan terlihat berwarna coklat akibat serangan larva. Sedang daging buah masih tetap berwarna putih pada serangan berat bagian dalam buah berwarna kehitaman.Pada Buah DewasaBuah muda yang terserang PBK masih dapat berkembang menjadi buah dewasa, pada permukaan kulit luar buah terdapat bercak besar berwarna kuning, sedang bagian lainnya tetap berwarna hijau atau merah tergantung tipe buah kakao. Jika buah dibelah akan terlihat jelas alur-alur bekas gerekan. Pertumbuhan biji terganggu dan biji satu dengan yang lainnya melengket.Pada Buah MasakKulit buah nampak bercak kuning, jika dipetik akan terasa lebih berat dan apabila diguncangkan tidak akan terdengan bunyi ketukan biji dengan dinding kulit buah. Hal ini terjadi karena pada biji yang rusak terbentuk lendir yang dapat memenuhi ruangan dalam buah, sedangkan biji kakao menjadi rusak dan melekat satu dengan yang lainny, sehingga buah menjadi lebih berat dan tidak berbunyi jika diguncangkan. Siklus Hidup Hama PBKNgengat/Imago (kupu-kupu)Berwarna coklat muda sampai coklat tua umur 3-7 hari, bertelur 50 s/d 100 butir ukuran 7 mm dan bentangan sayap 12 mm. Ciri khusus pada sayap terdapat garis zig-zag berwarna putih dan berakhir pada bercak warna oranye pada ujungnya. Antena lebih panjang dari sayap aktig malam hari.TelurTelur hama PBK berwarna jingga, agak pipih dan berbentuk oval diletakkan satu persatu pada permukaan kulit buah. Umumnya buah dgn tipe kulit tidak mulus lebih disukai. Panjang telur Larva (Ulat)Yang baru menetas berwarna putih kekuningan atau hijau muda, ukuran 1 mm, panjang larva dewasa sekitar 11 mm. Larva yang baru menetas langsung menggerek dan melubangi kulit buah kakao melalui dasar telur. Umur stadia larva didalam buah 14-18 hari.Kepompong (pupa)Larva akan keluar dari dalam buah untuk proses kepompong. Tempat yang dicari untuk melakukan proses kepompong ; bagian kulit buah tepat dibawah keluarnya larva, daun-daun yang masih segar yang biasa berada dibawahnya. Serasah daun kering yang berada dibawah pohon merupakan tempat yang paling disukai. Bentuk kepompong oval dengan warna coklat dengan panjang 11-15 m, lamanya berkepompong 6-8 hari. Pengendalian Hama PBKMengingat pentingnya hama PBK dan besarnya kerugian yang ditimbulkan, maka strategi untuk mengendalikan hama ini secara ekonomis adalah dengan konsep PHT. Penerapan PsPSP (Panen sering, Pemangkasan, Sanitasi dan Pemupukan) yang paling mudah dan murah bagi petani kakao dan dilakukan secara hamparan akan mampu menekan perkembangan hama ini. (Ardin Gandhi)