Pernakah Anda bertanya dalam dirinya bahwa untuk mencapai suatu tujuan harus menggunakan ”cara atau alat”? Dan bagaimana pula efektivitas dan efisiensi dari keberagaman cara atau alat tersebut? Untuk mempermudah mempelajari jenis-jenis Metode dan teknik penyuluhan pertanian, dilakukan penggolongan. Banyak cara untuk menggolongkan Metode dan teknik penyuluhan pertanian, antara lain : Penggolongan berdasarkan teknik komunikasi, Penggolongan berdasarkan jumlah sasaran dan Penggolongan berdasarkan indera penerima.Penggolongan Berdasarkan teknik komunikasi, Metode dan teknik penyuluhan pertanian digolongkan menjadi 1) komunikasi langsung (direct communication/face to face communication), contohnya: obrolan di sawah, obrolan di balai desa, obrolan di rumah, telepon/HP, kursus tani, demonstrasi karyawisata, dan pameran; dan 2) komunikasi tidak langsung (inderect communication), contohnya publikasi dalam bentuk cetakan, poster, siaran radio/TV, dan pertunjukan film. Jadi, dalam kegiatan komunikasi tidak langsung, pesan disampaikan melalui perantara (medium atau media).Penggolongan Berdasarkan jumlah sasaran yang dicapai, Metode dan teknik penyuluhan pertanian digolongkan menjadi 1) pendekatan perorangan, contohnya: kunjungan rumah, kunjungan usaha tani, surat-menyurat, dan hubungan telepon; 2) pendekatan kelompok, contohnya: diskusi kelompok, demonstrasi (cara atau hasil), karyawisata, temu lapang, temu usaha, dan kursus tani; 3) pendekatan massal, contohnya: pameran, pemutaran film, siaran pedesaan/TV, pemasangan poster, pemasangan spanduk, dan penyebaran bahan bacaan (folder, leaflet, liptan, brosur). Berdasarkan indera penerima, Metode dan teknik penyuluhan pertanian dapat digolongan menjadi 1) yang diterima olej indera penglihatan, contohnya: poster, film, dan pemutaran slide; 2) yang diterima oleh indera pendengaran, contohnya: siaran TV/radio, pidato, ceramah, dan hubungan telepon; 3) yang diterima oleh beberap indera, contohnya: demonstrasi (cara atau hasil), siaran TV/radio (interaktif), dan pameran. Sumber : Kementerian Pertanian Badan Pengembangan Sdm Pertanian Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian, Modul Pendidikan Dan Pelatihan Penyuluh Pertanian Penyadur/Penulis : Tedi Parmana, SP (Kelompok Fungsional Kabupaten Merangin)