Pendahuluan Seiring dengan berjalannya waktu, perkembangan dunia pertanian semakin maju. Penggunaan pupuk dan obat-obatan kimia juga semakin tidak bisa dikendalikan. Terkadang petani tidak mau peduli dampak dari penggunaan bahan kimia tersebut terhadap kesuburan lahan pertaniannya. Hama penyakit bermunculan, produksi turun bahkan tidak panen. Untuk pertanian lahan kering permasalahan hama yang sering muncul adalah hama uret. Uret sangat meresahkan bagi petani. Karena tidak bisa dikendalikan dengan mudah. Untuk meminimalkan penggunaan bahan kimia tersebut, telah dikembangkan beberapa agens hayati, salah satunya yaitu Metharizium SP.Metharizium anisopliae merupakan agens hayati dari golongan entomopathogen berfungsi sebagai pengendali populasi serangga karena mempuyai kapasitas produksi yang tinggi, siklus hidup relatif pendek dan mampu membentuk spora yang tahan terhadap pengaruh lingkungan. Morfologi Metharizium anisopliae Koloni cendawan Metharizium anisopliae berwarna putih pada awal pertumbuhannya kemudian berubah menjadi hijau gelap dengan bertambahnya umur. Jamur ini banyak ditemukan di dalam tanah, bersifat saprofit, dan umumnya dijumpai pada berbagai stadia serangga yang terinfeksi, tumbuh pada suhu 18,3-29,5 C dan kelembapan 30-90 %.Bagi petani kebanyakan akan sulit untuk mendapatkan jamur tersebut tetapi di jaman sekarang sudah banyak di pasaran yang menjual inang/biang/bibit jamur Metharizium anisopliae dengan harga yang cukup terjangkau. Kemudian petani bisa memperbanyak dengan biang tersebut. Cara memperbanyak jamur Metharizium anisopliae tidaklah sulit. Bahan yang dibutuhkan yaitu : beras, kantong plastik tahan panas ukuran tebal ± 0,4 mm panjang 28 cm dan lebar 14 cm, air bersih, bibit (inokulum) Metharizium anisopliae, spirtus, alkohol 70%, dan kapas. Sedangkan Alat yang dibutuhkan adalah: Kompor, autoclave, jarum ose/ pengait,dandang/rangsang, lampu spirtus, incase, timbangan, pengaduk, baki plastic, sendok. Cara Pembuatan- Beras dicuci air bersih, direndam kurang lebih 12 jam setelah itu ditiriskan sampai dingin (kering angin).- Masukkan dalam kantong plastik sebanyak 100 gram (± 5 sendok makan).- Kukus selama kurang lebih 2 jam (waktu penghitungan dimulai saat air mendidih) bila menggunakan api besar / kompor bisa 1 jam pengukusan. Kemudian dinginkan. - Setelah dingin, di inokulasi dengan inokullum /bibit Metharizium anisopliae dengan jarum ose / pengait yang dilakukan dalam incase.- Semua proses inokulasi dilakukan dalam kotak inokulasi (incase) dengan keadaan lampu spirtus menyala dan tangan / alat yang digunakan yang telah disterilkan dengan alkohol.- Setelah diinokulasi, diinkubasi dalam ruang bersih dengan suhu 25-27° C. cara penyimpanan jangan ditumpuk.- Media akan ditutupi miselia setelah diinkubasi selama ±14 hari dan dapat digunakan untuk aplikasi.- Media padat yang belum digunakan langsung dapat disimpan dalam lemari pendingin. Untuk pengaplikasian jamur Metharizium anisopliae bisa untuk semua tanaman dengan cara aplikasi yang berbeda. Secara garis besar teknik aplikasi Metharizium anisopliae yaitu Media yang telah ditumbuhi miselia langsung dapat digunakan dengan cara 1 bungkus (100 gram) diremas-remas kemudian ditambah air ± 14 L diaduk-aduk kemudian dimasukkan tangki; sedangkan aplikasi pada pertanaman dapat dilakkukan secara langsung dengan menaburkan pada bagian pangkal batang dengan cara pengecoran (menyiram bagian pangkal batang dengan larutan Metharizium anisopliae) atau dengan cara dicampurkan dengan pupuk kandang dengan perbandingan 100 gram Metharizium anisopliae padat dicampur 50 kg pupuk kandang / kompos; untuk pengaplikasian dapat dilakukan sebelum tanam (pada lahan, tempat/ media persemaian maupun dengan streadmeat), dipersemaian maupun setelah tanam dengan waktu aplikasi sebaiknya dilakukan pada sore hari. (Sri Mulyani, S.Pt, Penyuluh Pertanian Pertama, BP3K Kecamatan Boyolali)