PENGGUNAAN ALAT MESIN PERTANIAN PASCA PANEN (COMBINE HARVESTER) Pada Gapoktan Dewi Sri Desa Kemuning Kec. Sambit
BPP-Sambit, Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin canggih, maka diharapkan kebutuhan akan teknologi pertanian juga semakin berkembang. Hal ini dibuktikan dengan penggunaan alat mesin pertanian yang tahun dari tahun muncul inovasi terbaru. Kegiatan panen yang dilakukan oleh para pelaku utama biasanya masih manual dengan membutuhkan tenaga yang sangat banyak dan memerlukan biaya operasional yang tinggi, iniHal ini belum termasuk kehilangan hasil panen (lossis) yang sangat tinggi. Kehilangan hasil panen petani menurut data bisa mencapai 10 – 12 %. Penggunaan alat pertanian berupa Combine Harvester berdasarkan hasil penelitian bisa menekan kehilangan hasil 4-5 %. Pemanfaatan alsintan Combine Harvester ini muncul adanya akibat yaitu sulitnya tenaga kerja panen yang dirasakan oleh petani desa Kemuning yang tergabung dalam Gapoktan Dewi Sri. Gapoktan Dewi Sri Desa Kemuning mendapatkan bantuan alsintan tersebut pada tahun 2016 dan nyata hasilnya telah dimanfaatkan oleh anggota maupun non anggota yang mempunyai lahan sawah. 1 unit alsintan dibutuhkannya operator 3 orang. Dalam luasan 1 ha biaya yang dikeluarkan oleh pemilik lahan sawah adalah Rp. 2.450.000,- (Dua juta empat ratus lima puluh ribu rupiah),-Adapun keuntungan menggunakkan mesin alsintan Combine Harvester adalah :• Hasil Panen Bersih• Kehilangan hasil bisa dikendalikan• Menekan biaya operasional. • Tenaga kerja sedikit. (admin.Ponorogo/Priyo Widakdo)