Loading...

Penggunaan BWD Tanaman Jagung

Penggunaan BWD Tanaman Jagung
Penggunaan BWD (Bagan Warna Daun ) dilakukan saat tanaman berumur 40 – 45 hari sesudah tanam ( hst ) dengan cara sebagai berikut ;(1) Contoh daun yang diambil adalah daun yang trelah terbuka sempurna yaitu daun ketiga dari atas.Pilih 10 tanaman/contoh secara acak pada setiap petakan lahan.(2)Lindungi daun yang akan dipantau warnanya dengan cara membelakangi arah sinar matahari, sehingga daun atau alat bagan warna daun ( BWD ) tidak terkena sinar matahari langsung agar tidak mengganggu/ silau penglihatan kita. (3) Daun contoh yang kita ambil diletakkan diatas alat Bagan Warna Daun ( BWD )bagian daun yang dibandingkan adalah sekitar 1/3 dari ujung daun, kemudian warna daun dibandingkan dengan warna yang ada di BWD skala yang paling sesuai dengan warna daun dicatat. BWD mempunyai nilai skala dari 2-5, jika warna daun berada dinatara skala 2 dan 3 gunakan nilai 2,5 dinatara 3 dan 4 gunakan nilai 3,5 dan dinatara 4 dan 5 gunakan nilai 4,5. (4) Rata-ratakan nilai skala dari 10 daun contoh yang diamati sebagai perhitungan untuk menentukan tambahan takaran pupuk urea.(5) Tambahan pupuk urea berdasarkan hasil pemantauan segera dilakukan dengan takaran disesuaikan seperti berikut ini, (a) Pembacaan skala lebih kecil 4,0 dosis pupuk urea untuk jagung Hibrida sebanyak 150 Kg/ha sedangkan jagung komposit 60 Kg/ha, (b) Pembacaan skala sama dengan 4,0 dosis pupuk urea untuk jagung Hibrida adalah 100 Kg/Ha dan Komposit 25 Kg/ha, (c) pembacaan skala 5,0 dosis pupuk urea yang dinajurkan 50 Kg/ha untuk jagung Hibrida dan komposit tidak diperlukan lagi.Penambahan unsur hara bagi tanaman kedalam tanah apabila kandungan unsur hara dalam tanah tidak mencukupi untuk mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal.Cara aplikasi/pemberian pupuk urea dengan meletakkan dalam lubang secara menugalkan atau dalam larikan disamping tanaman dengan jarak antara 5-10 cm dari tanaman,kemudian ditutup dengan tanah/pupuk kandang/pupuk organik. Tujuan pemberian pupuk adalah untuk mempertahankan status hara dalam tanah cukup sehingga kebutuhan hara tanaman dapat terjamin untuk pertumbuhan tanaman secara optimal dan nantinya berproduksi dengan mutu yang optimal pula. Penggunaan pupuk pelengkap cair digunakan untuk mengatasi kekurangan jumlah unsur hara mikro yang diperlukan tanaman.Waktu pemberian/aplikasi pupuk dilakukan pada awal penanaman dan pemupukan kedua dilakukan pada saat awal keluarnya bunga betina. Oleh : Ir.Soehardi Kusumowarno, MSBalai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi PertanianJl. Tentara Pelajar No.10 Bogor, 16114Email : ksoehardi@yahoo.comSumber : Bercocok tanam Jagung Manis,2010 Pengelolaan Tanaman Terpadu Jagung,2012