PENGGUNAAN KOTORAN AYAM UNTUK TANAMAN JAGUNGOleh : MOKH. TOHA, SPPPL Kec. Pacet Kab. MojokertoMenurut Subroto (2009:01) bahwa pemberian pupuk kotoran ayam dapat memperbaiki struktur tanah yang sangat kekurangan unsur organik serta dapat memperkuat akar tanaman jagung. Itulah sebabnya pemberian pupuk organik ke dalam tanah sangat diperlukan agar tanaman yang tumbuh di tanah itu dapat tumbuh dengan baik. Dari kenyataan yang ada bahwa banyak masyarakat yang berpendapat khususnya petani bahwa kotoran ayam sangat baik jika diberikan pada tanaman jagung namun harus menggunakan dosis dan tata cara tertentu.menurut banyak orang,selain manfaat manfaatnya yang besar kotoran ayam sangat mudah diperoleh karena tidak sebanyak orang yang memelihara sapi ataupun kambing yang kotoranya sama-sama dijadikan pupuk organik. Menurut pendapat penulis bahwa pemberian pupuk organik khususnya kotoran ayam,dapat memperbaiki struktur tanah karena kotoran ayam banyak mengandung unsur-unsur hara yang sangat diperlukan tanaman khususnya tanaman jagung yang tumbuh pada tanah tersebut.sehingga setelah tanah diberi kotoran ayam maka tanaman jagung yang tumbuh di tanah tersebut dapat tumbuhdengan subur dan cepat tinggi. Menurut Prambudi (2008:01) jagung yang masuk pada Ordo Poales, Family Poaceae, dan Genus Zea merupakan salah satu tanaman pangan dunia yang terpenting, selain gandum dan padi. Sebagai sumber karbohidrat utama di Amerika Tengah dan Selatan, jagung juga menjadi alternatif sumber pangan di Amerika Serikat. Penduduk beberapa daerah di Indonesia (misalnya di Madura dan Nusa Tenggara) juga menggunakan jagung sebagai pangan pokok. Akar jagung tergolong akar serabut yang dapat mencapai kedalaman 8 m meskipun sebagian besar berada pada kisaran 2 m. Pada tanaman yang sudah cukup dewasa muncul akar adventif dari buku-buku batang bagian bawah yang membantu menyangga tegaknya tanaman. Batang jagung tegak dan mudah terlihat, sebagaimana sorgum dan tebu, namun tidak seperti padi atau gandum. Terdapat mutan yang batangnya tidak tumbuh pesat sehingga tanaman berbentuk roset. Batang beruas-ruas. Ruas terbungkus pelepah daun yang muncul dari buku. Batang jagung cukup kokoh namun tidak banyak mengandung lignin. Daun jagung adalah daun sempurna. Bentuknya memanjang. Antara pelepah dan helai daun terdapat ligula. Tulang daun sejajar dengan ibu tulang daun. Permukaan daun ada yang licin dan ada yang berambut. Stoma pada daun jagung berbentuk halter, yang khas dimiliki familia Poaceae. Setiap stoma dikelilingi sel-sel epidermis berbentuk kipas. Struktur ini berperan penting dalam respon tanaman menanggapi defisit air pada sel-sel daun. Jagung memiliki bunga jantan dan bunga betina yang terpisah (diklin) dalam satu tanaman (monoecious). Tiap kuntum bunga memiliki struktur khas bunga dari suku Poaceae, yang disebut floret. Pada jagung, dua floret dibatasi oleh sepasang glumae (tunggal: gluma). kotoran ayam atau bahan organik merupakan sumber nitrogen tanah yang utama, serta berperan cukup besar dalam memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologis tanah serta lingkungan. Di dalam tanah, pupuk organik akan dirombak oleh organisme menjadi humus atau bahan organik tanah. Bahan organik berfungsi sebagai “pengikat” butiran primer tanah menjadi butiran sekunder dalam pembentukan agregat yang mantap. Keadaan ini berpengaruh besar pada porositas, penyimpanan dan penyediaan air serta aerasi dan temperatur tanah. Bahan organik dengan C/N tinggi seperti jerami dan sekam memberikan pengaruh yang lebih besar pada perubahan sifat-sifat fisik tanah dibanding bahan organik yang telah terdekomposisi seperti kompos. Meskipun mengandung unsur hara yang rendah, kotoran ayam penting dalam:Menyediakan hara makro dan mikro seperti Zn, Cu, Mo, Co, Ca, Mg, dan Si,Meningkatkan kapasitas tukar kation (KTK) tanah, serta Dapat bereaksi dengan ion logam untuk membentuk senyawa kompleks, sehingga ion logam yang meracuni tanaman atau menghambat penyediaan hara seperti Al, Fe dan Mn dapat dikurangi. Menurut Haesono (2009:01) kandungan kotoran ayam adalah sebagai berikut: 2.79 % N, 0.52 % P2O5, 2.29 % K2O. Maka dalam 1000 kg (1 ton) kompos akan setara dengan 62 kg Urea, 14.44 kg SP 36, dan 38.17 kg MOP.Cara menghitungnya sebagai berikut:Hara N = (%N Kompos x 1000 kg)/%N Urea = (2.79% x 1000 kg)/45% = 62 kgHara P=(%P2O5 kompos x 1000 kg)/%P2O5 SP-36 = (0.52% x 1000 kg)/36%= 14.44 kgHara K= (%K2O kompos x 1000 kg)/%K2O MPO = (2.29% x 1000 kg)/60%= 38.17 kgMenurut Harsono (2009:02) kotoran ayam dapat digunakan sebagai pupuk organik untuk berbagai komoditas tanaman.salah satunya adalah tanaman jagung karena dapat merangsang pertumbuhan tanaman jagung serta menambah kesuburan tanah yang akan berdampak pada kesuburan tanaman itu sendiri. Beberapa hasil penelitian aplikasi pukan ayam selalu memberikan respon tanaman yang terbaik pada musim pertama. Hal ini terjadi karena pukan ayam relative lebih cepat terdekomposisi serta mempunyai kadar hara yang cukup pula jika di bandingkan dengan jumlah unit yang sama dengan pukan lainnya (Widowati et al., 2005).DAFTAR PUSTAKAAli,Lukman 2001 Kamus Besar Bahasa Indonesia Departemen Pendidikan NasionalAl-Quranul KarimHaesono, Aryanto 2009 Pupuk Organik Tanpa Nama Jurnal Vol 1 No I (http://isroi.wordpress.com)Lutfi,Achmad 2009 Asal-usul Tanaman Jagung Tanpa Nama Jurnal Vol 3 No I (http://www.chem-is-try.org diakses 12 Maret 2009)Lutfi,Achmad 2009 Kandungan Tanaman Jagung Tanpa Nama Jurnal Vol 5 No I (http://www.chem-is-try.org diakses 12 Maret 2009)Prambudi,Agus 2008 Wikipedia Bahasa Indonesia Tanpa Nama Jurnal Vol 1 No I (http://wikipedia.co.id)Sam,Arianto 2008 Definisi Jagung Tanpa Nama Jurnal Vol 7 No I (http://smileboys.blogspot.com diakses Agustus 2008)Triastuti 2008 Ciri-Ciri Jagung Tanpa Nama Jurnal Vol 2 No II (http://tridewi.blogspot.com diakses Mei 2008)